Kamis, 14 Mei 2009

MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR

“ Hari Pertama di alam kubur”
Oleh : Ali Saman Hasan,Lc

Segala puji hanya milik Allah ta’ala, Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, shalawat serta salam semoga selalu terjinjung tinggi kepada nabi Muhammad shallahu alai wassalam.

Pembahasan kematian tidak kalah penting dengan pembahasan yang lain didalam kita beragama ini merupakan bagian dari pada manhaj Rasul shallahualaihi wasalam dalam berdaw’ah. Pembahasan ini biasanya dimasukkan oleh para ulama didalam bab. Roqoiq, yaitu pembinaan Iman dan ketaqwaan kepada Allah ta’ala. Oleh sebab itu saya sangat terkesan dan terpanggil untuk menulius makalah singkat ini yang saya rujukan kepada buku-buku Aqidah dan roqoiq yang pernah ditulis oleh para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah, pembahasan makalah saya ini hanya saya batasi dalam 4 point penting : 1. Pengenalan Hakikat Dunia 2. Kematian adalah pasti 3. Sakaratul Maut 4. Kondisi manusia di alam kubur, sehingga saya beri judul “ Hari Pertama di Alam kubur “.

1. Pengenalan Hakikat Dunia
Kehidupan dunia sesuatu yang tidak bisa kita ingkari, bahwa kita semua membutuhkannya, akan tetapi Allah ta’ala telah membatasi tentang kehidupan seorang hamba Nya dengan peristiwa yang menurut sebagian orang adalah menakutkan, angker, seram dan memilukan sehingga saya coba mengumpulkan kata-kata yang indah tentang kematian ini …..

Kematian tidak kenal teman…..
Apabila ia datang habislah semuanya….
Tidak punya tempat tinggal ….
Alam semesta ini adalah tawannya…
Tidak ada orang yang bias bersembunyi walaupun di benteng yang kokoh..
Tidak punya usia, ia sepanjang hari akan berada di tahun-tahun mu ….
Ia tidak menunggu seseorang akan tetapi semua orang menunggunya…
Akan memutus segala apa yang dicita-citakan…
Akan memutus semua rencana yang diinginkan…
Akan memutus segala keinginan yang belum tercapai….
Ketika ia datang, semua mata menangisinya….
Apabila ia datang semua orang akan mengetahuinya…
Hati terasa hilang,ketika ia menjumpai seseorang …
Terucap kata-kata Innalillah waina ilaihi rajiun pertanda ia telah datang ……

قال الله تعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ{9} وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ{10} وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ{11} المنافقون
“ Wahai Orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari dzikir kepada Allah, maka barang siapa yang lalai dari mengingat Allah maka dia termasuk orang-orang yang merugi, Dan infakkanlah apa yang telah Allah berikan atas kalian dari rizki sebelum datang kepada kalian kematian lalu dia berkata Ya Tuhan-ku jikalau Engkau Akhirkan aku kepada massa yang lain lalu aku bias bersedekah dan aku menjadi orang-orang yang shalih, dan tidaklah Allah akan mengakhirkan seoarang jiwa apabila telah datang kepadanya ajalnya dan Allah maha mengetahui terhadap apa-apa yang kalian kerjakan.” Al Munafiqun 9-11.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم:
أكثروا ذكر هازم اللذات ... الموت ( الترمذي )
Nabi Muhammad bersabda : “ Perbanyaklah kalian mengingat ( Kematian ) pemutus segala kenikmatan “ Hr At Tirmidzi .

Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Majah secara ringkas dengan sanad yang bagus dan Al Baihaqi dengan dalam kitab zuhudnya :
أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم أي المؤمنين أفضل:
قال : أحسنهم خلقا .
قال : فأي المؤمنين أكيس قال أكثرهم للموت ذكرا وأحسنهم لما بعده استعدادا أولئك الأكياس .
" Bahwasannya seseorang berkata kepada Nabi shallohu alaihi wasallam, ia berkata, Manakah dianatara orang-orang yang beriman yang paling baik ( afdhal )? Maka Nabi menjawab ;” yang paling baik akhlaqnya, dan manakah diantara orang-orang mukmin yang paling cerdas dan pintar beliau menjawab: “ yang paling banyak mengingat kematian dan yang terbaik adalah orang yang selalu siap untuk persiapan setelah kematian merekalah orang-orang yang cerdas .”

وفي الصحيحين عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ما حق امرئ مسلم له شيء يوصي فيه يبيت ليلتين إلا ووصيته مكتوبة عنده .

Diriwayatkan oleh Imam Bukari dan Muslim dari sahabat Umar bib Khatab, bahwasannya Rasullah shallohu alaihi wasalam bersabda: “ Adalah hak seorang muslim apabila dia tidur(bermalam) minimal dua hari batas waktunya, kecuali wasiat dia tertulis disisinya.”

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال:
( أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي وقال: كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل وعدّ نفسك من أصحاب القبور ) أي لا تركننّ إليها ولا تتخذها وطناً ولا تحدث نفسك بطول البقاء فيها ولا بالاعتناء بها ولا تتعلق منها بما لا يتعلق به الغريب في غير وطنه. لا تشتغل فيها به الغريب الذي يريد الذهاب إلى أهله.
Dari Ibnu Umar dia berkata : :” Adalah rasullah shallahualaihi wasalam memegang kedua pundak saya dan beliau berkata ;” Jadilah Engkau didunia ini seperti orang yang asing atau orang yang sedang menyebrangi jembatan dan anggaplah dirikamu termasuk calon penghuni kuburan “ ( yaitu engkau jangan pernah meninggalkannya, dan janganlah engaku jadikan dunia ini sebagai tempat tinggalmu selamanya dan janganlah engakau bergantung dengan dunia ini selamanya dan menjadikannya sebagai tanahairnya yang abadi, dan jangan engkau bersikap kecuali seperti orang yang asing yang mau pergi jauh menuju keluarganya .)


II.Kematian adalah pasti datang ;


قال الله تعالى:
حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ{99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ{100} فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءلُونَ{101}المؤمنون

Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:"Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan. Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. (QS. 23:99-101)

وعن أنس رضي الله عنه قال:
خط رسول الله صلى الله عليه وسلم خطا وقال هذا الإنسان وخط إلى جنبه خطا وقال هذا أجله وخط آخر بعيدا منه فقال هذا الأمل فبينما هو كذلك إذ جاءه الأقرب (أي جاءه أجله) (رواه البخاري واللفظ له والنسائي بنحوه)
Dari Anas berkata : Adalah Rasullah shallahualaihi wasalam mengariskan garis lurus dan beliau berkata ini adalah manusia dan beliau menggariskan garis sebelah nya dan beliau berkata ini adalah ajalnya dan beliau menggariskan garis yang lain yang jauh dan beliau mengatakan ini adalah harapan maka ketika garis itu datang maka datanglah ajalnya.( Hr. Bukhari dan lafad ini dari Nasa’i ).

وروي عن ابن عباس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لرجل وهو يعظه: اغتنم خمسا قبل خمس:
شبابك قبل هرمك.
وصحتك قبل سقمك.
وغناك قبل فقرك.
وفراغك قبل شغلك.
وحياتك قبل موتك . (رواه الحاكم)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dia berkata : dari Nabi shallahualalahi wasallam dia berkata kepada seseorang dan beliau menasehatinya: Ambillah yang lima sebelum yang lima : Masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu. H.r Al Hakim.


مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ{15} أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ{16}هود.
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (QS. 11:15)

{قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ }الجمعة8

Katakanlah:"Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS. 62:8)

أَفَرَأَيْتَ إِن مَّتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ{205} ثُمَّ جَاءهُم مَّا كَانُوا يُوعَدُونَ{206} مَا أَغْنَى عَنْهُم مَّا كَانُوا يُمَتَّعُونَ{207} الشعراء
Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. (QS. 26:205-207)

{وَللّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ وَإِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ لِلّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَانَ اللّهُ غَنِيّاً حَمِيداً }النساء131
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertaqwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang dibumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. 4:131

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ{16} الحديد
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturnkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 57:16)

عن علي بن أبي طالب رضي اللّه عنه قال :
أخوف ما أخاف عليكم اثنان:طول الأمل و إتباع الهوى .
Dari Ali bin Abi Tholib dia berkata : “ Yang paling aku takutkan atas kalian adalah dua hal : Banyak berharap ( berandai-andai ) dan mengikuti hawanafsu.
Ketahuilah sesungguhnya ada dua hal yang akan menjadikan orang itu kerkena virus/penyakit hati :

Banyak berharap kepada dunia dan lupa akan akhirat.
Mengikuti hawanafsu sehingga menjadikan dia enggan mengikuti yang hak dan yang benar.


Dan apabila ini kerjadi dalam kehidupan kita, maka hati kita akan selalu tergantung dengan kehidupan dunia dan lebih cenderung mengambil sebab-sebab hidup yang akan menjadikan dunia dan kekayaan dia semakin jaya, sikap seperti ini justru akan menjadikan hatinya kaku, keras dan hitam dan akan melahirkan sifat-sifat yang jelek pul adalam kehidupan kita diantaranya :
Ketaatan akan semakin menipis dan berkurang .
Mengakhirkan taubat .
Meperbanyak maksiat.
Semangat beragama semakin berkurang.
Menjadi kaku dalam berbuat, bertindak dan bersikap.
Menjadikan lupa / tidak ingat selalu dalam alasan berbuat dosa.

Islam memberikan solusi bagi penyakit-penyakit yang tersebut diatas, yang akan menjadikan hati dia selalu lembut dan senantiasa mengingatakan Allah ta’ala, diantaranya adalah :
Mengingat akan kematian dan mati yang mendadak.
Mengingat selalu akan rumah masa depan kita ( kuburan).
Mengingat selalu akan pahala dan siksaan yang dijanjikan Allah.]
Mengingat selalu akan kejadian dasyat di hari kiamat.












قال اللّه تعالى:
{مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَّدْحُوراً }الإسراء18
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. 17:18)
وقال اللّه تعالى:
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْماً لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئاً إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ }لقمان33
Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun.Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah". (QS. 31:33)
وقال اللّه تعالى:
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ}فاطر5
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. 35:5)

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الدنيا حلوة خضرة وإن الله تعالى مستخلفكم فيها فينظر كيف تعملون اتقوا الدنيا واتقوا النساء .
(رواه مسلم)
Dari Abu Sa’id Al khudry semoga Allah ta’ala meridhainya, bahwasannya Rasullah shallahu alaihi wasalam berkata : Sesungguhnya dunia itu adalah manis dan hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian pemimpinnya didalamnya, lalu Allh ta’ala akan melihat bagaimanakah kalian beramal, takutlah kalian kepada dunia dan takutlah kalian akan fitnahnya wanita. Hr Muslim



وعن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال :
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول الدنيا حلوة خضرة فمن أخذها بحقها بارك الله له فيها ورب متخوض فيما اشتهت نفسه ليس له يوم القيامة إلا النار .
(رواه الطبراني في الكبير ورواته ثقات)
Dari Abdullah bin Amr semoga Allah ta’ala meridhainya, dia berkata : aku mendengar Rasullah shallahu alahi wasalam bersabda: Dunia itu adalah manis dan hijau, maka barang siapa yang mengambilnya dengan haknya Allah akan memberkahinya, dan orang yang suka berbicara dengan apa yang dia senangi ( dengan hawa nafsunya) maka balasannya adalah api neraka. ( H.r . Thabrani di dalam kitab Al Kabir dan perawinya adalah orang terpecaya )

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال :
جلس رسول الله صلى الله عليه وسلم على المنبر وجلسنا حوله فقال إن مما أخاف عليكم ما يفتح الله عليكم من زهرة الدنيا وزينتها (رواه البخاري ومسلم)
Dari Abu Said alkhudryi semoga Allah meridhainya dia berkata , Rasulullah shallahulaihi wasalam duduk diatas mimbar maka kamipun duduk disekitar Rasullah shallahu alaihi wasalam, lalu beliau berkata : “ Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas kalian adalah apabila Allah membuka atas kalian dari keni’matan dunia dan perhiasannya”. H.r Al Bukhari dan Muslim .

عن كعب بن عياض رضي الله عنه قال :
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إن لكل أمة فتنة وفتنة أمتي المال .
(رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح وابن حبان في صحيحه والحاكم وقال صحيح)
Dari Ka’ab bin Iyad semoga Allah meridhainya : Aku mendengar Rasullah shallahualaihi wasalam berkata : “ Sesungguhnya setiap umat ini ada fitnahnya dan fitnah umatku adalah harta.” H.r At Tirmidzi dan dia berkata ini adalah hadits shahih dan Ibnu Hibban juga mengeluarkannya di dalam kitab shahihnya dan juga Al Hakim dan beliau berkata ini adalah shahih.

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال:
تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان يريد حرث الآخرة الآية قال :
يقول الله ابن آدم تفرغ لعبادتي أملأ صدرك غنى وأسد فقرك وإلا تفعل ملأت صدرك شغلا ولم أسد فقرك (رواه ابن ماجه والترمذي واللفظ له وقال حديث حسن وابن حبان في صحيحه باختصار إلا أنه قال ملأت يدك شغلا والحاكم والبيهقي في كتاب الزهد وقال الحاكم صحيح الإسناد).
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya dia berkata : Rasullah shallahualahi wasalam pernah membaca ayat “ Barang siapa yang menginginkan ladang kebaikan di akhirat “ belaiu kemudian berkata : Allah ta’ala berkata : Apabila anak Adam itu meluangkan waktu untuk beribadah kepadaku maka Allah akan penuhkan dihatimu kekayaan dan Aku ( Allah ) akan tutup kemiskinan didalam hatimu dan apabila tidak mengerjakan ini maka akan dipenuhkan kedalam dadamu kesibukan yang tiada henti dan tidak ditutup kemiskinan hatimu. H.r Ibnu Majah, Attirmidzi dan lafadz hadits ini adalah miliknya dan beliau berkata ini adalah hadits yang hasan dan dikeluarkan pula oleh Ibnu Hibban dengan ringkas didalam kitab shahihnya tetapi dengan lafadz: kecuali Allah akan sibukkan tangan kamu,” dan juga dikelaurkan oleh albaihaqi dalam kitab zuhud dan berkata Al Hakim hadits ini shahih sanadnya.




III. Sakaratul maut :
قال اللّه تعالى:
{كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ }آل عمران185
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. 3:185)

وقال اللّه تعالى:
{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ }الأنبياء35
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang ssebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. 21:35)
وقال اللّه تعالى:
{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ }العنكبوت57
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. 29:57)
وقال تعالى:
{وَجَاءتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ }ق19
Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. (QS. 50:19)

عن عائشة رضي اللّه عنها قالت:
إن رسول اللّه صلى الله عليه وسلم كان بين يديه علبة فيها ماء فجعل يدخل يديه في الماء فيمسح بهما وجهه ويقول لا إله إلا اللّه إن للموت لسكرات ثم نصب يديه فجعل يقول إلى الرفيق الأعلى حتى قبض (صحيح البخاري).
Dari Aisyah semoga Allah meridhainya dia berkata : Sesungguhnya ada disisi Rasullah shallahu alaihi wasalam satu mangkok air( ember), maka beliau memasukkan tangannya didalam air lalu beliau mengusapkan kedua tangannya kepada mukanya dan beliau berkata : Lailaha illalah sesungguhnya kematian itu ada sakaratnya kemudian beliau menegakkan tangannya dan berkata menuju kepada Allah sampai beliau meninggal.H.s Al Bukhari .
في صحيح البخاري:
لما ثقل صلى الله عليه وسلم جعل يتغشاه الكرب فجعلت فاطمة رضي اللّه عنها تقول واكرب أبتاه فقال صلى الله عليه وسلم لا كرب على أبيك بعد اليوم .
Dalam shahih Bukhari disebutkan ketika Rasullah shallahu alaihi wasalam dalam posisi yang sangat berat menjelang kematian dan mulailah Rasullah mendapatkan kesedihan/ kesusahan, dan anak beliau Fatimah berkata : bersedihlah wahai bapakku , lalu beliau menjawab tidak ada kesedihan / kesusahan setelah (sakaratul maut ini) atas ayahandamu ini.

Umar bin Khatab pernah berkata tentang bagaimana kondisi sakaratul maut dengan bertanya kepada Ka’ab, berkata Umar

يا كعب حدثنا عن الموت فقال نعم يا أمير المؤمنين . هو كغصن كثير الشوك أدخل في جوف رجل فأخذت كل شوكة بعرق ثم جذبه رجل شديد الجذب فأخذ ما أخذ وأبقى ما أبقى .
“ Wahai kaab ceritakan kepada tentang sakaratulmaut!, lalu di menyetujuinya dan berkata : Baik wahai Amirul mukminin, sakaratul maut ibarat tangkai pohon yang banyak durinya kemudian dimasukan kedalam rongga mulut seseorang maka setiap duri yang ada mengenai setiap urat kemudian tangkai tadi di tarik dengan kuat maka yang terjadi adalah ada duri-durinya yang masih menempel di dalam tubuh kita dan ada yang ketarik juga.
Diriwayatkan dalam satu riwayat ketika Nabi Ibrahim meninggal dunia, maka Allah berkata kepadanya :
“ Wahai Ibrahim bagaimanakah rasanya kematian ?”
Beliau menjawab: “ Kematian itu seperti besi yang penusuk daging yang panas dimasukkan kedalam kulit yang masih basah kemudian ditarik.”
Kemudian Allah berkata kepadanya : “Wahai Ibrahim sesungguhnya itu sudah diringankan atas diri kamu.”

قال اللّه عز وجل له : كيف وجدت الموت.
قال :كسفود جعل في صوف رطب ثم جذب.
فقال الله تعالى له : أما إنا قد هونا عليك .
عن موسى صلوات اللّه عليه:
أنه لما صارت روحه إلى اللّه عز وجل قال له :
يا موسى كيف وجدت الموت قال: وجدت نفسي كشاة حية بيد القصاب تسلخ.
Diriwayatkan dari Nabi Musa shallahu alai wasalam, ketika ruhnya di tarik oleh Allh ta’ala maka Allah berkata kepadanya, “Wahai Musa bagaimanakah Engkau dapatkan kematian ini?” beliau berkata : Aku dapatkan diriku seperti kambing yang hidup kemudian ia dikuliti dengan pisau yang tajam.”

وكان عمرو بن العاص رضي اللّه عنه يقول:
لوددت لو أني رأيت رجلاً لبيباً حازماً قد نزل به الموت فيخبرني عن الموت فلما أنزل به الموت قيل له يا أبا عبد اللّه كنت تقول أيام حياتك لوددت أني رأيت رجلاً لبيباً حازماً قد نزل به الموت يخبرني عن الموت وأنت ذلك الرجل اللبيب الحازم وقد نزل بك الموت فأخبرنا عنه.
فقال: أجد كأن السماوات انطبقن على الأرض وأنا بينهما وكأن نفسي تخرج على ثقب إبرة.
Seorang sahabat nabi yang bernama Amr bin Ash semoga Allah meridhainya, beliau berkata, “ Aku bercita-cita melihat seorang yang berakal nan tegas kemudian sekaratul maut mejumpai dirinya suatu ketika nanti.”, kemudian ketika kejadian yang beliau katakana ini menimpa diri dia ada seorang yang berkata kepadanya: “Wahai Abu Abdillah engkau dulu pernah berkata bahwa engkau bercita-cita ingin melihat seorang yang berakal nan tegas yang telah berada pada posisi sakaratul maut dan kejadian itu sedang menghapirimu sekarang ini, lalu beritahukan kepada kami bagaimana rasanya? Maka beliau menjawab;” Aku mendapatkan seolah-olah Langit-langit yang tujuh diatasku jatuh menimpa bumi ini dan aku berada diantara keduanya, dan aku dapatkan diriku seperti keluar dari lobang jarum yang amat kecil.”
روى عن أسلم مولى عمر بن الخطاب رضي اللّه عنهما قال:
* إذا بقي على المؤمن من ذنوبه شيء لم يبلغه عمله شدد عليه الموت ليبلغ بسكرات الموت وشدته درجته في الجنة.
* وإن الكافر إذا كان عمله معروفاً في الدنيا هون عليه الموت ليستكمل ثواب معروفه في الدنيا ثم يصير إلى النار.
Diriwayatkan oleh Aslam budak dari Umar bin Khatab, beliau berkata : “ Apabila seorang mukmin masih memiliki dosa didunia ini dan amalannya belum bisa menggurkan dosa tersebut maka akan terbalas dan terhapus dengan sakaratul maut yang dia alami, sehingga Allah ta’ala meningkatkan derajatnya disurga kelak. Dan apabila dia adalah orang yang kafir dengan memiliki amalan yang baik didunia ini maka sakaratul maut akan dimudahkan untuk dirinya supaya lengkap rahmat NYA kepada orang kafir tersebut kemudian dimasukkan kedalam api neraka.”
وقال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم :
الأمراض والأوجاع كلها بريد الموت ورسل الموت فإذا حان الأجل أتى ملك الموت بنفسه وقال أيها العبد كم خبر بعد وكم رسول بعد رسول وكم بريد بعد بريد أنا الخبر ليس بعدي خبر وأنا الرسول ليس بعدي رسول أجب ربك طائعاً أو مكروهاً فإذا قبض روحه وتصارخوا عليه قال على من تصرخون وعلى من تبكون؟ فو اللّه ما ظلمت له أجلاً ولا أكلت له رزقاً بل دعاه ربه فليبك الباكي على نفسه فإن لي فيكم عودات وعودات حتى لا أبقي منكم أحداً (الوسيط للواحدي بإسناده عن ابن عباس )
Disebutkan dalam kitab al wasid yang ditulis oleh Al wahidi dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas, bahwasannya Rasullah shallahualaihi wasalam berkata: “ Semua penyakit itu adalah utusan kematian maka apabila sudah datang waktunya akan datang kepada dia malaikat maut dan mengatakan kepadanya:” Wahai manusia berapa banyak kabar yang engkau dengar? dan berapa banyak rasul bergantian dating kepadamu? Dan berapa utusan yang datang kepadamu? Akulah yang membawa kabar kepadamu dan tidak ada yang lainnya, akulah utusan yang dating kepada dan tidak ada yang lainnya, penuhilah panggilan tuhanmu meskipun kamu taat/senang atupun kamu mebencinya,” lalu ketika ruhnya sudah diangkat mereka semua berteriak, dan malaikat itu berkata :Kenapa kalian berteriak dan atas siapakah kalian menangis ? demi Allah aku tidak mendzalimi dan mengambil umur kalian, dan aku tidak memakan rizki kalianakan tetapi Allah yang memanggil kalian terserahlah kalian mau menangis karena aku akan kembali lagi bertemu dengan kalian sehingga tidak ada seorangpun diantara kalian didunia ini .”
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر (رواه ابن ماجه والترمذي وقال حديث حسن)
Dari Abdullah bin Umar semoga Allah meridhainya: dari Rasullah shallohualaihi wasalam beliau berkata : “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum samapi kepada tenggorokan .”H.r Ibnu Majah dan At Tirmidzi dan mengatakan Hadits ini adalah hasan.
IV. Kondisi Manusia di alam kubur :
قال اللّه سبحانه وتعالى:
{النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ }غافر46
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat(Dikatakan kepada malaikat):"Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya kedalam azab yang sangat keras". (QS. 40:46)
وقال تعالى:
{وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنظُرُونَ مِن طَرْفٍ خَفِيٍّ وَقَالَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا إِنَّ الظَّالِمِينَ فِي عَذَابٍ مُّقِيمٍ }الشورى45
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) terhina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu.Dan orang-orang yang beriman berkata:"Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat.Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal. (QS. 42:45)

عن هانىء مولى عثمان بن عفان قال :
كان عثمان رضي الله عنه إذا وقف على قبر يبكي حتى يبل لحيته فقيل له تذكر الجنة والنار فلا تبكي وتذكر القبر فتبكي فقال إني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول القبر أول منزل من منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر وإن لم ينج منه فما بعده أشد قال وسمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ما رأيت منظرا قط إلا والقبر أفظع منه .
( رواه الترمذي وقال حديث حسن غريب).
Dari Hani budak Utsman bin Affan beliau berkata: “ Adalah Utsman bin Affan apabila beliau berdiri diatas kuburan maka beliau menangis sehingga basah jenggotnya, dan beliau ditanya: Engakau mengingat surga dan neraka kenapa engkau tidak menangis dan sebutkan kuburan kemudian engkau menangis: lalu utsman berkata: “ Sesungguhnya aku medengar Rasullah shallou alaihi wasalam berkata : Kuburan itu adalah permulaan kehidupan akhirat maka barang siapa yang diselamatkan Allah kehidupan yang setelahnya akan lebih mudah dan barangsiapa yang tidak diselamatkan Allah kehidupan setelahlah akan lebih parah dan beliau berkata (Utsman) aku medengarkan cerita ini dari Rasullah shallahualaihi wasalam menuturkan hal ini dan sejak itu tidak ada fenomena yang lebih mengerikan keculai kuburan.

IV.A: Kelapangan dan Cahaya untuk yang beriman, hempitan dan siksasan kubur bagi Munafik dan kafir :




وعن أبي هريرة رضي الله عنه :
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إذا قبر الميت أو قال أحدكم أتاه ملكان أسودان أزرقان يقال لأحدهما المنكر وللآخر النكير فيقولان ما كنت تقول في هذا الرجل فيقول ما كان يقول هو عبد الله ورسوله أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله فيقولان قد كنا نعلم أنك تقول هذا ثم يفسح له في قبره سبعون ذراعا في سبعين ثم ينور له فيه ثم يقال له نم فيقول أرجع إلى أهلي فأخبرهم فيقولان نم كنومة العروس الذي لا يوقظه إلا أحب أهله إليه حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك .
وإن كان منافقا قال سمعت الناس يقولون قولا فقلت مثله لا أدري فيقولان قد كنا نعلم أنك تقول ذلك فيقال للأرض التئمي عليه فتلتئم عليه فتختلف أضلاعه فلا يزال فيها معذبا حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك .
( رواه الترمذي وقال حديث حسن غريب وابن حبان في صحيحه)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahuta’ala anhu beliau berkata : “ Bahwasannya rasullah shallahu alaihi wasalam berkata : Apabila mayit itu dikuburkan atau salah seorang diantara kalian dikuburkan maka dia akan didatangi 2 malaikat yang berwarna hitam dan yang satunya berwarna biru dikatakan namanya adalah munkar dan yang lainnya nama nakir, maka kedua nya berkata apa yang kamu katakan tentang orang ini dan dia menjawab tentang apa yang diajarkan oleh orang ini ( yangdimaksudkan adalah nabi Muhammad shallahu alaihi wasalam) dan dia berkta dia itu adalah hamba Nya dan rasul Nya dan aku bersaksi bahwasannya tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah ta’ala dan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah, kemudian dua malaikat itu berkata aku telah tahu bahwa dirimu akan mengatakan yang demikian kemudian kuburannya diluaskan bagi 70 hasta kali 70 hasta dan diberikan cahaya ( penerangan) dan dikatakan kepada tidurlah dan orang ini berkata : Bolehkan aku kembali kepada keluargaku dan aku beritahukan tentang apa yang aku dapat? Lalu kedua malaikat ini menjawab : Tidurlah kamu seperti tidurnya pengantin yang tidak ada yang membangunkan dirinya kecuali jika keluarganya menghendakinya sampai Allah bangkitkan dia di hari kiamat.H.r Tirmidzi dan beliau berkata ini adalah hadits hasan gharib dan telah diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih ).


IV.B: Surga diganti dengan neraka dan pukulan palu besi kepada yang tidak beriman
وعن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
إن العبد إذا وضع في قبره وتولى عنه أصحابه وإنه ليسمع قرع نعالهم إذا انصرفوا أتاه ملكان فيقعدانه فيقولان له ما كنت تقول في هذا النبي محمد فأما المؤمن فيقول أشهد أنه عبد الله ورسوله فيقال له انظر إلى مقعدك من النار أبدلك الله به مقعدا من الجنة قال النبي صلى الله عليه وسلم فيراهما جميعا وأما الكافر أو المنافق فيقول لا أدري كنت أقول ما يقول الناس فيه فيقال لا دريت ولا تليت ثم يضرب بمطرقة من حديد ضربة بين أذنيه فيصيح صيحة يسمعها من يليه إلا الثقلين . (رواه البخاري واللفظ له ومسلم).
Dari Anas bin Malik bia berkata bahwasannya Rasullah shallahualaihi wasalam berkata: “ Sesungguhnya apabila seorang manusia dikuburkan dan ketika orang-orang yang mengantarkannya pergi meninggalkannya dan sesungguhnya suara sandal-sandal mereka terdengar olehnya ketika mereka pergi meninggalkannya maka datang kepadanya dua malaikat dan berkata kepada keduanya : Apa yang kamu katakana kepada Nabi Muhammad shallahualaihi wasalam? Maka dia menjawab dia adalah hamba Allah dan Rasul Nya, maka dikatakan kepadanya lihatlah tempat di api neraka namum Allah telah menggantikannya dengan tempat disurga, nabi berkata keduanya telah dilihat oleh orang tadi. Adapun orang kafir dan orang munafik dia akan menjawab aku tidak tahu dan aku tidak membaca kemudian Allah pukul dirinya dengan palu dari besi dengan satu pukulan dekat dengan telinganya maka dia akan berteriak dengan teriakan yang keras didengar oleh sebelah kanan dan kirinya kecuali jin dan manusia. H.R Al Bukhari dan Muslim .



وفي رواية أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
إن المؤمن إذا وضع في قبره أتاه ملك فيقول له ما كنت تعبد فإن الله هداه قال كنت أعبد الله فيقول له ما كنت تقول في هذا الرجل فيقول هو عبد الله ورسوله فما يسأل عن شيء بعدها فينطلق به إلى بيت كان له في النار فيقال له هذا كان لك ولكن الله عصمك فأبدلك به بيتا في الجنة فيراه فيقول دعوني حتى أذهب فأبشر أهلي فيقال له اسكن قال وإن الكافر أو المنافق إذا وضع في قبره أتاه ملك فينتهره فيقول له ما كنت تعبد فيقول لا أدري فيقال لا دريت ولا تليت فيقال له ما كنت تقول في هذا الرجل فيقول كنت أقول ما يقول الناس فيضربه بمطراق بين أذنيه فيصيح صيحة يسمعها الخلق غير الثقلين. (ورواه أبو داود نحوه والنسائي باختصار).
وفي رواية ويأتيه ملكان فيجلسانه فيقولان له :
- من ربك ؟ فيقول ربي الله فيقولان له:
- وما دينك ؟ فيقول ديني الإسلام فيقولان له :
- ما هذا الرجل الذي بعث فيكم ؟ فيقول هو رسول الله
فيقولان له وما يدريك فيقول قرأت كتاب الله وآمنت وصدقت - زاد في رواية - فذلك قوله يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة , فينادي مناد من السماء أن صدق عبدي فافرشوه من الجنة وألبسوه من الجنة وافتحوا له بابا إلى الجنة فيأتيه من روحها وطيبها ويفسح له في قبره مد بصره .
وإن الكافر فذكر موته قال فتعاد روحه في جسده ويأتيه ملكان فيجلسانه فيقولان:
- من ربك ؟ فيقول هاه هاه لا أدري فيقولان
- ما دينك ؟ فيقول هاه هاه لا أدري فيقولان له
- ما هذا الرجل الذي بعث فيكم ؟ فيقول هاه هاه لا أدري
فينادي مناد من السماء أن قد كذب فافرشوه من النار وألبسوه من النار وافتحوا له بابا إلى النار فيأتيه من حرها وسمومها ويضيق عليه قبره حتى تختلف فيه أضلاعه .
زاد في رواية ثم يقيض له أعمى أبكم معه مرزبة من حديد لو ضرب بها جبل لصار ترابا فيضربه بها ضربة يسمعها من بين المشرق والمغرب إلا الثقلين فيصير ترابا ثم تعاد فيه الروح.
رواه أبو داود ( صحيح ).
Diriwayatkan bahwasannya Rasullah shallahu alaihi wasalam berkata :
“Sesungguhnya seorang mukmin apabila telah diletakkan didalam kuburannya akan didatangi malaikat lalu ia berkata : Apa yang kalian sembah ? karena Allah telah membarikan petunjuk bagi dirimu, maka diapun menjawab dulu aku menyembah (beribadah) kepada Allah ta’ala, lalu apa yang kamu katakana kepada orang ini ( nabi Muhammad ) ia menjawabnya: :Dia adalah nabi Muhammad shallahualai wasalam hamba Nya dan utusannya tidaklah bertanya tentang sesuatu setelah itu, kemudian mailakat tadi menampakkan tempat di api neraka yang sebelumnya disiapkan untuk dirinya akan tetapi Allah ta’ala telah menggantikan dengan sebuah rumah yang bagus disurga, maka dia melihatnya, maka ia berkata biarkan diriku pergi menemui keluargaku dan aku kabarkan tentang ini semua dan dikatakan kepadanya: Tetaplah tinggal disini di tempatmu ini, adapun orang kafir atau orang munafik apabila diletakkan didalam kuburannya maka akan datang kedua malaikat mendatanginya lalu malaikat ini membentaknya dan menghardiknya dan berkata kepadanya : Apa yang dulu engkau sembah dan ibadahi ? Dia berkata aku tidak tahu dan aku tidak mengerti dan aku tidak pernah membacanya, malaikat bertanya lagi: Apa yang kamu katakana kepada orang ini ( Nabi Muhammad) aku katakan seperti apa yang pernah dikatakan orang tentang, maka malaikat tadi memukulnya dengan palu besi diantara dua telinganya maka dia berteriak dengan teriakkan yang sangat keras didengar oleh semua makhluq kecuali jin dan manusia ( H.r Abu Dawud dan Nasa’I ) .

Dan diriwayatkan dalam riwayat yang lain : Maka kedua malaikat datang menghampirinya dan dia (mayit tadi ) didudukan dan ditanya: Siapa Rab kamu ? maka dia menjawab Rab ku adalah Allah ta’ala, apa agama kamu ? dia menjawab: Agamaku adalah Islam, dan siapakah nabi yang diutus kepada kalian ? dia menjawab: Nabi Muhammad shallahualaihi wasalam, kemudian malaikat tadi bertanya kepadanya: Apa yang membuat angkau bisa menjawab dan tahu? Aku telah membaca Al qur’an dan aku mengimaninya dan aku mempercayainya. Kemudian riwayat ini ditambahkan dengan : Firman Allah ta’ala “ Allah menetapkan hati orang-orang yang beriman didunia ini dan diakhirat kelak dengan perkataan yang tetap”, maka malaikat menyeru dari langit bahwa hamba Allah tadi telah benar dalam berkata maka bentangkanlah permadani dari surga dan berilah dia pakaian dari surga, dan bukakanlah pintu bagi dia ke surga maka orang ini mendapatkan dari wanginya surga dan minyak wanginya dan diluaskan kuburan dengan luas sepanjang mata memandang. Dan sesungguhnya orang kafir telah disebutkan tetang kematiannya, maka ruhnya akan di kembalikan ruhnya kedalam jasadnya dan malaikat datang menemuinya dan mendudukannya dan kedua berkata: Siapakah Rab kamu ? dia menjawab : Aku tidak tahu, apa agama kamu ? orang ini menajwab lagi ku tidak tahu dan siapakah seseorang yang diutus kepada kamu? Dia menjawab aku tidak tahu aku tidak tahu. Maka ada malaikat menyeru dari langit dan mendustakan apa yang di katakan dan bentangkanlah jalan didepan dia menuju ke neraka dan bukakanlah pintu neraka baginya dan hawa panasnya menyengat kulitnya dan disempitkan kuburan baginya sehingga tulang-tulangnya berantakan dan tercecer. Dan dalam satu riwayat ditambahkan , dengan dijadikannya seorang yang buta dan tuli dan bisu dan ditangan alat pemukul dari besi kalau digunakan untuk memukul gunung maka akan menjadi debu, maka alat tadi digunakan untuk memukulnya dengan pukulan yang keras dan apabila dipukulkan akan terdengar suaranya antara timur dan barat kecuali jin dan manusia tidak mendengarkannya dan ketika sudah menjadi tanah maka akan dikembalikan ruhnya kedalam jasadnya. ( H.r Abu Dawud ).

رواه أحمد بإسناد رواته محتج بهم في الصحيح أطول من هذا ولفظه قال:
خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكر مثله إلى أن قال فرفع رأسه فقال استعيذوا بالله من عذاب القبر مرتين أو ثلاثا ثم قال :
* إن العبد المؤمن إذا كان في انقطاع من الدنيا وإقبال من الآخرة نزل إليه ملائكة من السماء بيض الوجوه كأن وجوههم الشمس معهم كفن من أكفان الجنة وحنوط من حنوط الجنة حتى يجلسوا منه مد البصر ويجيء ملك الموت عليه السلام حتى يجلس عند رأسه فيقول أيتها النفس الطيبة اخرجي إلى مغفرة من الله ورضوان قال فتخرج فتسيل كما تسيل القطرة من في السقاء فيأخذها فإذا أخذها لم يدعوها في يده طرفة عين حتى يأخذوها فيجعلوها في ذلك الكفن وفي ذلك الحنوط ويخرج منه كأطيب نفحة مسك وجدت على وجه الأرض قال فيصعدون بها فلا يمرون على ملأ من الملائكة إلا قالوا ما هذا الروح الطيب فيقولان فلان ابن فلان بأحسن أسمائه التي كان يسمى بها في الدنيا حتى ينتهوا بها إلى السماء الدنيا فيستفتحون له فيفتح له فيشيعه من كل سماء مقربوها إلى السماء التي تليها حتى ينتهي بها إلى السماء السابعة فيقول الله عز وجل اكتبوا كتاب عبدي في عليين وأعيدوه إلى الأرض في جسده فيأتيه ملكان فيجلسانه فيقولان :
- من ربك ؟ فيقول ربي الله فيقولان :
- ما دينك ؟ فيقول ديني الإسلام فيقولان :
- ما هذا الرجل الذي بعث فيكم ؟ فيقول هو رسول الله فيقولان :
- ما يدريك ؟ فيقول قرأت كتاب الله وآمنت به وصدقته .
فينادي مناد من السماء أن قد صدق عبدي فأفرشوه من الجنة وافتحوا له بابا إلى الجنة قال فيأتيه من روحها وطيبها ويفسح له في قبره مد بصره قال ويأتيه رجل حسن الوجه حسن الثياب طيب الريح فيقول أبشر بالذي يسرك هذا يومك الذي كنت توعد فيقول من أنت فوجهك الوجه الحسن يجيء بالخير فيقول أنا عملك الصالح فيقول رب أقم الساعة رب أقم الساعة حتى أرجع إلى أهلي ومالي.
* وإن العبد الكافر إذا كان في انقطاع من الدنيا وإقبال من الآخرة نزل إليه ملائكة سود الوجوه معهم المسوح فيجلسون منه مد البصر ثم يجيء ملك الموت حتى يجلس عند رأسه فيقول أيتها النفس الخبيثة اخرجي إلى سخط من الله وغضب فتفرق في جسده فينتزعها كما ينتزع السفود من الصوف المبلول فيأخذها فإذا أخذها لم يدعوها في يده طرفة عين حتى يجعلوها في تلك المسوح وتخرج منها كأنتن جيفة وجدت على وجه الأرض فيصعدون بها فلا يمرون بها على ملاء من الملائكة إلا قالوا ما هذه الريح الخبيثة فيقولون فلان ابن فلان بأقبح أسمائه التي كان يسمى بها في الدنيا حتى ينتهى بها إلى السماء الدنيا فيستفتح له فلا يفتح له ثم قرأ رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تفتح لهم أبواب السماء ولا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط فيقول الله عز وجل اكتبوا كتابه في سجين في الأرض السفلى ثم تطرح روحه طرحا ثم قرأ ومن يشرك بالله فكأنما خر من السماء فتخطفه الطير أو تهوي به الريح في مكان سحيق فتعاد روحه في جسده ويأتيه ملكان فيجلسانه فيقولان له :
- من ربك ؟ فيقول هاه هاه لا أدري قال فيقولان له :
- ما دينك ؟ فيقول هاه هاه لا أدري قال فيقولان له
- ما هذا الرجل الذي بعث فيكم ؟ فيقول هاه هاه لا أدري
فينادي مناد من السماء أن كذب فأفرشوه من النار وافتحوا له بابا إلى النار فيأتيه من حرها وسمومها ويضيق عليه قبره حتى تختلف فيه أضلاعه ويأتيه رجل قبيح الوجه قبيح الثياب منتن الريح فيقول أبشر بالذي يسوؤك هذا يومك الذي كنت توعد فيقول من أنت فوجهك الوجه القبيح يجيء بالشر فيقول أنا عملك الخبيث فيقول رب لا تقم الساعة.

Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hmabal dengan para rawi yang terpercaya dan mereka pernah digunakan dalam shahih Bukhari dengan hadits yang lebih panjang dengan lafadz :
“ Kami keluar bersama Rasullah shallahu alaihi wasalam dan disebutkan dengan hadist dan riwayat yang sama sampai kepada perkataan, maka nabi shallahu alaihi wasalam mengangkat kepalanya dan berkata : “ Berlindunglah kalian dari adzab kubur .” beliau mengatakannya da kali atau 3kali .
Kemudian beliau berkata : “Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila ajal mulai datang menjemput dia untuk menuju ke akhirat maka malaikat akan turun kepadanya dengan wajah yang putih cemerlang seperti matahari dan mereka membawa kain kafan dari surga dan ramuan ( sejenis aroma wnagi agar mayat tidakbusuk) dari surga sehingga dia duduk ditempat yang luas tadi sepanjang mata memandang, kemudian malaikat duduk di atas kepalanya lalu berkata kepadanya wahai jiwa yang tenang keluarlah engkau kepada ampunan Allah dan ridha Nya, maka dia keluar dan keluarnya seperti air yang mengalir dan tercucur dari (teko air), dan malaikat tadi mengambilnya dan meletakkannya diatas kain kafan yang terbentang luas tadi dan apabila sudah ditangan malaikat dan tidak akan melepasnya dan keluarlah bau harum dari mayat tadi yang tidak pernah tercium oleh penduduk bumi, lalu malaikat membawanya naik keatas langit dan tidaklah dia melalui tempat kecuali para malaikat mereka mengatakan : ini adalah ruh yang baik dan kedua malaikat itu mengatakan : ini adalah si fulan bin fulan dan menyebutnya dengan nama yang terbaik yang pernah dipanggil dengan di dunia, samapi akhirnya berhenti di langit maka dibukakan pitu langit dan kemudian dia diringi dengan malaikat lainnya sampai kepada langit yang tujuh untuk menghadap Allah ta’ala maka Allah ta’ala mengatakan : Tulislah nama hambaku ini termasuk penduduk surga iliyun(salah satu nam asurga) dan kemudian kembalikanlah kebumi kepada jasadnya, setelah itu dia didatangi dua malaikat : dan mendudukannya dan keduanya bertanya : “ Siapakah tuhan mu? Dan dia menjawab Allah, kedua bertanya lagi : Apakah agamamu? Agamaku adalah Islam, dan siapakah seseorang yang diutus kepada kamu? Dia menjawab, dia adalah Rasullah,keduanya berkata : Apa yang membuat engkau tahu semua ini ? dia menjawab , aku membaca Al Qur’an dan aku beriman kepadanya dan aku mempercayainya(mengamalkannya).
Kemudian ada suara yang meyeru dari langit telah benar apa yang dikatakan oleh hambaKU, maka bentangkanlah ?tampaklah surga dan bukakanlah satu pintu surga baginya sehingga akan datang kepadanya aromanya yang wangi maka kuburan akan diluskan baginya sepanjang mata memandang dan datanglah seorang kepadanya dengan pakaian yang indah, aroma yang harum lalu dia berkata: aku beritahukan kepada engkau kabar gembira karena Allah telah memudahkan hari mu ini yang engakau telah di janjikan dengannya didunia, dan hamba( mayat tadi) mengatakan siapakah engkau yang rupawan datang dengan kebaikan maka ia berkata aku adalah amalanmu yang shalih maka dia berkat a: Ya tuhanku dirikanlah hari kiamat Ya tuhanku dirikanlah hari kiamat sehingga aku bisa bertemu dengan keluargaku dan hartaku.

وعن أبي سعيد الخدري قال :
دخل رسول اللّه صلى الله عليه وسلم لصلاة فرأى ناساً كأنهم يكثرون قال:
أما إنكم لو أكثرتم ذكر هازم اللذات لشغلكم عما أرى فأكثروا ذكر هازم اللذات الموت فإنه لم يأتِ على القبر يوم إلا تكلم فيه فيقول :
أنا بيت الغربة .
وأنا بيت الوحدة .
وأنا بيت التراب .
وأنا بيت الدود .



فإذا دفن العبد المؤمن قال له القبر :
مرحباً وأهلاً أما إن كنت لأحب من يمشي على ظهري إلي فإذا وليتك وصرت إلي فسترى صنعي بك قال فيتسع له مد بصره ويفتح له باب من الجنة.
وإذا دفن العبد الفاجر أو الكافر قال له القبر :
لا مرحباً ولا أهلاً أما إن كنت لأبغض من يمشي على ظهري إلي فإذا وليتك اليوم صرت إلي فسترى صنعي بك قال فليتم عليه حتى يلتقي عليه وتختلف أضلاعه ( صحيح الترمذي).
وعن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
إن المؤمن في قبره لفي روضة خضراء فيرحب له قبره سبعون ذراعا وينور له كالقمر ليلة البدر أتدرون فيما أنزلت هذه الآية (فإن له معيشة ضنكا ونحشره يوم القيامة أعمى) قال أتدرون ما المعيشة الضنك قالوا الله ورسوله أعلم قال عذاب الكافر في قبره والذي نفسي بيده إنه يسلط عليه تسعة وتسعون تنينا أتدرون ما التنين سبعون حية لكل حية سبع رؤوس يلسعونه ويخدشونه إلى يوم القيامة (رواه أبو يعلى وابن حبان في صحيحه واللفظ له كلاهما من طريق دراج عن ابن حجيرة عنه)
ويروى أن رجلاً دخل على عمر بن عبد العزيز رضي اللّه عنه :
فرآه قد تغير لونه من كثرة العبادة فجعل يتعجب من تغير لونه واستحالة صفته :
فقال له عمر: يا ابن أخي وما يعجبك مني فكيف لو رأيتني بعد دخول قبري بثلاث وقد خرجت الحدقتان فسالتا على الخدين وتقلصت الشفتان عن الأسنان وخرج الصديد والدود من المناخر والفم وانتفخ البطن فعلا على الصدر وخرج الدبر من الصلب لرأيت إذ ذاك شيئاً أعجب مما رأيته الآن.
وكان بكر العابد يقول لأمه :
يا أمه ليتك كنت بي عقيماً إن لابنك في القبر حبساً طويلاً وإن له من بعد ذلك رحيلاً.
وقال حاتم الأصم :
من مر بفناء القبور ولم يتفكر في نفسه ولم يدع لهم فقد خان نفسه وخانهم.
قال القشيري :
سمعت أبا علي الدقاق يقول دخلت على الإمام أبي بكر بن فورك عائداً فلما رآني دمعت عيناه فقلت له إن اللّه يعافيك ويشفيك فقال لي تراني أخاف من الموت إنما أخاف مما وراء الموت.
وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إني نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإن فيها عبرة .
(رواه أحمد ورواته محتج بهم في الصحيح)
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال:
زار النبي صلى الله عليه وسلم قبر أمه فبكى وأبكى من حوله فقال استأذنت ربي في أن أستغفر لها فلم يؤذن لي واستأذنته في أن أزور قبرها فأذن لي فزوروا القبور فإنها تذكر الموت .
( رواه مسلم وغيره)
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال :
كنا نمشي مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فمررنا على قبرين فقام فقمنا معه فجعل لونه يتغير حتى رعد كم قميصه.
فقلنا : ما لك يا رسول الله.
فقال: أما تسمعون ما أسمع.
فقلنا :وما ذاك يا نبي الله.
قال :هذان رجلان يعذبان في قبورهما عذابا شديدا في ذنب هين قلنا فيم ذلك .
قال :كان أحدهما لا يستنزه من البول .وكان الآخر يؤذي الناس بلسانه ويمشي بينهم بالنميمة .
فدعا بجريدتين من جرائد النخل فجعل في كل قبر واحدة قلنا وهل ينفعهم ذلك قال نعم يخفف عنهما ما دامتا رطبتين (رواه ابن حبان في صحيحه ).

وعن أبي هريرة رضي الله عنه :
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن زوارات القبور .
( رواه الترمذي وابن ماجه أيضا وابن حبان في صحيحه كلهم من رواية عمر بن أبي سلمة وفيه كلام عن أبيه عن أبي هريرة وقال الترمذي حديث حسن صحيح).
ويقصد بالحديث النساء اللاتي تداومن على زيارة القبور بصورة دائمة .





Sabtu, 18 April 2009

Menggapai Haji & Umrah yang Mabrur

“ WASIAT RASULLOH SAW DALAM KHUTBAH HAJI WADA”

Oleh : Ustadz Ali Saman Hasan Lc.

Segala rasa syukur dan nikmat yang kita rasakan adalah karunia Alloh ta’ala , semua yang kita lakukan hanya mengharapkan Ridho-NYA,Maha besar Alloh Yang telah menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada .

Sholawat serta salam semoga selalu terjunjung tinggi kepada Nabi Muhammad shalalloh alai wassalam, keluarganya,para sahabatnya dan orang –orang yang gigih mengikuti jalan mereka.
Nabi Muhammad Shallohu alaihi wasalam belum pernah melakukan Haji kecuali dalam haji wada , haji ini dikenal sebagai haji penegak hujjah kepada seluruh kaum muslimin . Nabi melakukan perpisahan dengan umatnya dengan haji wada , didalam peristiwa itu Alloh Ta’ala menurunkan firmannya di dalam surat AL Maidah ayat ke 3 :
(( اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا ))
(( Pada hari ini AKU sempurnakan bagi kalian agama kalian dan AKU telah cukupkan akan ni’mat KU kepada kalian dan AKU rela agama Islam sebagai agama kalian )) .
Peristiwa Haji Wada ( haji perpisahan ) di tahun ke 10 Hijriyah merupakan peristiwa yang amat besar bagi kaum muslimin .Tatkala kaum muslimin dari berbagai macam kelompok dan suku berkumpul bersama Rasulloh Shalallohu alahi wasalam mengharapkan tutur wasiat yang besar bagi mereka ditempat yang tanah yang haram,diwaktu yang sangat besar ketika Alloh Ta’ala membanggakan umatnya dihari yang besar yaitu hari arofah , hari yang meninggalkan sejarah besar dengan wasiat Rasululloh Shallalohu alaihi wasalam dalam Khutbah Haji Wada sebelum Rasul meninggalkan generasi terbaik di dalam umat ini.Riwayat-riwayat tentang khutbah nabi dan wasiatnya banyak diriwayatkan oleh para sahabat beliau akan tetapi yang terbesar adalah riwayat Jabir bin Abidillah yang dikeluarkan oleh imam Muslim dalam shohihnya berkata imam Nawawy : “ Hadits itu merupakan hadits yang besar yang mencakup beberapa faedah-faedah hadits yang penting, , hadits tersebut merupakan riwayat Imam Muslim sendirian dan tidak pernah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahihnya Imam Abu Dawud juga meriwayatkan hadits yang sama dengan Imam Muslim “[1] .Salah satu lafadz Hadits yang diriwayatkan Muslim tentang wasiat Rasullloh Saw di dalam khutbahnya sebagai baerikut ini :

" إن دماءكم وأموالكم حرام عليكم كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا في بلدكم هذا , ألا كل شيء من أمر الجاهلية تحت قدمي موضوع , ودماء الجاهلية موضوعة وإن أول دم أضع من دمائنا دم ابن ربيعة بن الحارث , كان مسترضعا في بني سعد فقتلته هذيل و وربا الجاهلية موضوع , وأول ربا أضع ربانا , ربا عباس بن عبدالمطلب , فإنه موضوع كله فاتقوا الله في النساء فإنكم أخذتموهن بأمان الله , واستحللتم فروجهن بكلمة الله ولكم عليهن أن لا يوطئن فرشكم أحدا تكرهونه , فإن فعلن ذلك فاضربوهن غير مبرح , ولهن عليكم رزقهن وكسوتهن بالمعروف , وقد تركت فيكم ما لن تضلوا بعده إن اعتصمتم به , كتاب الله وأنتم تسالون عني فما أنتم قائلون ؟ (( قالوا نشهد أنك قد بلغت وأديت ونصحت فقال بإصبعه السبابة , يرفعها إلى السماء وينكتها إلى الناس : (( اللهم اشهد اللهم اشهد )) ثلاث مرات ,,...أخرجه مسلم مع شرح النواوي 2/412-413))
“ Sesungguhnya Darah dan harta kalian adalah haram, seperti haramnya hari ini , pada bulan ini dan dinegri ini , ketahuilah bahwa segala sesuatu apapun dalam masalah jahiliyah ini telah ditinggalkan , sesungguhnya masalah pertama adalah pertumpahan darah (pembunuhan ) adalah terbunuhnya anak Rabi’ah bin Al Harits seoarang anak kecil yang masih disapi oleh suku sa’ad lalu dia dibunuh oleh suku hudail ,permasalahan riba jahiliyyah suatu perbuatan haram yang telah ditinggalkan dan riba yang pertama kali ditinggalkan adalah riba Abbas bin Abdul Muthalib itu semua telah ditinggalkan,Maka Takutlah kepada Alloh akan istri-istri kalian karena kalian telah mengambil mereka dengan amanat Alloh SWTdan kalian telah menghalalkan kehormatan mereka dengan perkatan Alloh SWT[2], Dan wajib bagi istri-istri kalian untuk tidak memasukkan lelaki lain kedalam rumah kalian dan apabila mereka mengerjakan yang demkian ini,hendaklah kalian memukul mereka dengan pukulan yang tidak menjadikan cacat ( sebagai hukuman ), dan wajib atas kalian memberikan rizki kalian kepada istri-istri kalian dan memberikan mereka pakaian dengan yang ma’ruf , Dan sungguh Aku telah tinggalkan kepada kalian semua yang mana apa bila kalian memeganginya, kalian tidak akan sesat yaitu Kitab Alloh ( Al Qur’an) dan kalian bertanya kepadaku ( al hadits), apayang kalian akan katakan ? para sahabat menjawab: kita semua bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan dan telah memberikan nasehat kepada kami .dan rawi hadits berkata : Rasul Saw mengangkat jari telunjuknya kelanggit dan menjatuhkannya kepada para sahabatnya dan belaiu berkata : “ Ya Alloh saksikanlah , Ya Alloh saksikanlah )) beliau mengulanginya 3 kali .Muslim 2/412-413.

Menurut Mazdhab Syafi’I khutbah yang disunahkan itu ada 4 kali di dalam musim haji yaitu pada hari ke 7 dzulhijjah, pada hari hari Arofah , pada hari Nahar(Hari Ied) , dan hari Nafar Awal tanggal 12 Dzulhijjah. Ini menunjukan kepada kita akan banyaknya riwayat tentang khutbah Nabi Shallohu alaihi wasalam dan juga Wasiatnya kepada umat ini yang telah diriwayatkan oleh para sahabatnya. Oleh sebab itu Syeikh AL Bani pernah meringkas riwayat-riwayat tentang haji Nabi Shallohu alaihiwasalam dalam 72 masalah fiqih . dan tidak heran bagi kita karena Imam-imam pendahulu kita seperti Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Zadul Maad juga telah mererangkan tentang Khutbah dan wasiat Nabi Saw dalam ringkasan-ringkasan berikut ini[3] :

1. Wasiat tentang Hak-hak setiap muslim , bahwasannya darah,harta dan kehormatan mereka adalah haram.[4]
2. Wasiat tentang haramnya kedzaliman dan Riba dan semua kebiasaan dan adat jahiliyyah yang merugikan.[5]
3. Wasiat tentang hak-hak Istri, dan perintah untuk mengutamakan dan melaksanakan hak-hak Istri begitu pula kewajiban suami atas istrinya .[6]
4. Haramnya melaksanakan wasiat untuk ahli warits dan menggunakan aturan waris dalam Al Qur’an.[7]
5. Haramnya adopsi anak dengan merubah namanya menjadi nama dia dan menjadikan wali yang bukan walinya.[8]
6. Mengukuhnya anak yang lahir dinasabkan kepada bapaknya, dan tidak ada hak untuk menisbahkan nasabnya kepada yang telah berbuat zina karena yang pantas hukuman rajam bagi mereka.[9]
7. Sesungguhnya muslim satu dengan yang lainnya saling menghormati dan selalu menjaga lisan dan tanggannya untuk tidak mengganggu yang lain , dan AL Muhajir adalah orang yang telah menjauhi dosa dan kesalahan yang telah dia lakukan , dan al Mujahid adalah orang yang berusaha memerangi hawa nafsunya untuk kateatan kepada Alloh SWT, dan barang siapa yang mendapatkan amanat hendaklah dia tunaikan kepada empunya.[10]
8. Haramnya berbuat dusta atas nama Nabi Muhammad SAW ( Barang siapa yang berdusta atas namaku hendaklah dia menyeret tempat duduknya kedalam api neraka ) [11].
9. Berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As sunnah bersabda Nabi SAW : ((Aku Tinggalkan kepada kalian dua perkara apabila kalian memegangnya maka kalian tidak akan sesat selamanya yaitu Kitab Alloh dan Sunnah Nabi SAW)) Hr Muslim .
10. Bahwasannya orang mukmin itu bersaudara maka tidak halal apabila seseorang mengambil harta saudaranya kecuali dengan seijinnya.[12]
11. Perintah untuk ta’at kepada pemerintah yang mengurusi urusan kita dari manapun mereka dan bagaimanapun jenis kulit dan bahasa mereka selama mereka masih menjalankan kitab Alloh Swt.[13]
12. Perbedaan Manusia ditimbang dengan ketaqwaan kepada Alloh SWT.[14]
13. Ada tiga hal yang tidak akan membuat rugi kaum muslimin : Ikhlas beramal karena Alloh , Memberikan nasehat kepada pemimpim dan komitmen dengan ajaran ahlu sunnah wal jama’ah.[15]
[1] Shahih Muslim juz 2 hal 412-413, Syarah Iman Nawawi cet.dar Ma’rifah Berirut.
[2] Artinya : dengan kalimat tauhid dan kalian halal menikahi seorangmuslimah atau dengan Ijab dan Qobul .
[3] As Sirah Nabawiyyah As Shohihah oleh Dr Mahdi Rizqullah Ahmad hal.682-685.
[4] Hadits Muslim idem.

[5] Hadits Muslim idem.
[6] Hadits Muslim idem.
[7] Al Mushonaf Abdurrozaq 9/48, Al Musnad Imam Ahmad 5/248, Abu Dawud kitab Buyu’ 3565.
[8] Abu Dawud 5/339, Ibnu Majah 2812.
[9] Sama dengan rujukan point ke 5
[10] Al Musnad /Imam Ahmad 5/73 dan Al Bazzar 2/34 tapi haditsnya doif karena ada periwayat Musa bin Ubaid Arrandi dia adalah lemah.

[11] Ibnu Majah 3057 dan sanadnya shohih..
[12] At Tirmidzi 3/54.
[13] Muslim 2/944 hadits no.1298.
[14] Majma’ zawaid Al Haitsami 3/372
[15] Al MusnadImam Ahmad 4/80-82, Ad Darimi 231,233,234.

Rumah Tangga Islami

Agar Rizqi Anda Barokah
Dr. Muhammad Arifin MA.

Pendahuluan:
Segala puji hanya milik Allah Ta'ala, Dzat yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad , keluarga, dan seluruh sahabatnya. Amiin.
Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan, keberkahan dalam umur, keberkahan dalam keluarga, keberkahan dalamm usaha, keberkahan dalam harta benda dll. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya: Apakah sebenarnya keberkahan itu? Dan bagaimana keberkahan dapat diperoleh?
Mungkinkah berkah itu hanya terwujud dalam "berkat" yang berhasil kita bawa pulang setiap kali kita menghadiri suatu pesta atau undangan?
Mungkinkah keberkahan itu hanya milik para kiyai, atau tukang ramal, juru-juru kuncen kuburan, sehingga bila salah seorang dari kita memiliki suatu hajatan, ia datang kepada mereka untuk "ngalap berkah", agar cita-cita kita tercapai?([1])
"Berkah" atau "Al Barokah" bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik melalui ilmu bahasa arab atau melalui dalil-dalil dalam Al Qur'an dan As Sunnah, niscaya kita akan mendapatkan bahwa "al Barokah" memiliki kandungan dan pemahaman yang sangat luas dan agung.
Secara ilmu bahasa, "Al Barokah" berartikan : "Berkembang, bertambah dan kebahagiaan.([2])
Imam An Nawawi berkata: "Asal makna keberkahan ialah kebaikan yang banyak dan abadi."([3])
Adapun bila ditinjau melalui dalil-dalil dalam Al Qur'an dan As Sunnah, maka "al barokah" memiliki makna dan perwujudan yang tidak jauh berbeda dari makna "Al Barokah" dalam ilmu bahasa.
Untuk sedikit mengetahui tentang keberkahan yang dikisahkan dalam Al Qur'an, dan As Sunnah, maka saya mengajak hadirin untuk bersama-sama merenungkan beberapa dalil berikut:
1. Dalil Pertama:
]وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ {10} رِزْقًا لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ [ ق 9-11
"Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi (banyak membawa kemanfaatan) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu taman-taman dan biji-biji tanaman yang diketam. Dan pohon kurma yang tingo-tinggi yang memiliki mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Demikianlah terjadinya kebangkitan." (Surat Qaaf 9-11)
Bila keberkahan telah menyertai hujan yang turun dari langit, tanah gersang, kering keronta menjadi subur makmur, kemudian muncullah taman-taman indah, buah-buahan dan biji-bijian yang melimpah ruah. Sehingga negri yang dikaruniai Allah dengan hujan yang berkah menjadi negri gemah ripah loh jinawi (kata orang jawa) atau
]بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ [ سبأ 15.
"(Negrimu adalah) negri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun." Saba' 15.
Demikianlah Allah Ta'ala menyimpulkan kisah bangsa Saba', suatu negri yang tatkala penduduknya beriman dan beramal sholeh, penuh dengan keberkahan. Sampai-sampai ulama' ahli tafsir mengisahkan bahwa: dahulu, wanita kaum Saba' tidak perlu untuk memanen buah-buahan kebun mereka. Untuk mengambil hasil kebunnya, mereka cukup membawa keranjang di atas kepalanya, lalu melintas dikebunnya, maka buah-buahan yang telah masak dan berjatuhan sudah dapat memenuhi keranjangnya, tanpa harus bersusah-payah memetik atau mendatangkan pekerja yang memanennya.
Sebagian ulama' lain juga menyebutkan bahwa dahulu di negri Saba' tidak ada lalat, nyamuk, kutu, atau serangga lainnya, yang demikian itu berkat udaranya yang bagus, cuacanya yang bersih, dan berkat kerahmatan Allah yang senantiasa meliputi mereka.([4])
2. Dalil Kedua :
Ketika Nabi r menceritakan tentang berbagai kejadian yang mendahului kebangkitan hari qiyamat, beliau bersabda:
(يقال للأرض: أنبتي ثمرتك وردي بركتك، فيومئذ تأكل العصابة من الرمانة، ويستظلون بقحفها، ويبارك في الرِّسْلِ، حتى إن اللقحة من الإبل لتكفي الفئام من الناس، واللقحة من البقر لتكفي القبيلة من الناس، واللقحة من الغنم لتكفي الفخذ من الناس). رواه مسلم
"Akan diperintahkan (oleh Allah) kepada bumi: tumbuhkanlah buah-buahanmu, dan kembalikan keberkahanmu, maka pada masa itu, sekelompok orang akan merasa cukup (menjadi kenyang) dengan memakan satu buah delima, dan mereka dapat berteduh dibawah kulitnya. Dan air susu diberkahi, sampai-sampai sekali peras seekor onta dapat mencukupi banyak orang, dan sekali peras susu seekor sapi dapat mencukupi manusia satu kabilah, dan sekali peras, susu seekor domba dapat mencukupi satu cabang kabilah." Riwayat Imam Muslim
Demikianlah ketika rizqi diberkahi Allah, sehingga rizqi yang sedikit jumlahnya, akan tetapi kemanfaatannya sangat banyak, sampai-sampai satu buah delima dapat mengenyangkan segerombol orang, dan susu hasil perasan seekor sapi dapat mencukupi kebutuhan orang satu kabilah.
Ibnu Qayyim berkata: "Tidaklah kelapangan rizqi dan amalan diukur dengan jumlahnya yang banyak, tidaklah panjang umur dilihat dari bulan dan tahunnya yang berjumlah banyak. Akan tetapi kelapangan rizqi dan umur diukur dengan keberkahannya."([5])
Bila ada yang berkata: Itukan kelak tatkala kiyamat telah dekat, sehingga tidak mengherankan, kerana saat itu, banyak terjadi kejadian yang luar biasa, sehingga apa yang disebutkan pada hadits ini adalah sebagian dari hal-hal tersebut.
Ucapan ini tidak sepenuhnya benar, sebab hal yang serupa –walau tidak sebesar yang disebutkan pada hadits ini- juga pernah terjadi sebelum zaman kita, yaitu pada masa-masa keemasan umat Islam.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: " Sungguh dahulu biji-bijian, baik gandum atau lainnya lebih besar dibanding yang ada sekarang, sebagaimana keberkahan yang ada padanya (biji-bijian kala itu-pen) lebih banyak. Imam Ahmad telah meriwayatkan melalui jalur sanadnya, bahwa telah ditemukan di gudang sebagian khalifah Bani Umawiyyah sekantung gandum yang biji-bijinya sebesar biji kurma, dan bertuliskan pada kantung luarnya: "Ini adalah gandum hasil panenan masa keadilan ditegakkan."([6])
Seusai kita membaca hadits dan keterangan Imam Ibnul Qayyim di atas, kemudian kita berusaha mencocokkannya dengan diri kita, niscaya yang kita dapatkan adalah kebalikannya, yaitu makanan yang semestinya mencukupi beberapa orang tidak cukup untuk mengenyangkan satu orang, berbiji-biji buah delima hanya mencukupi satu orang,.
3. Dalil Ketiga:
عن عُرْوَةَ بن أبي الجعد البارقي t أَنَّ النبي e أَعْطَاهُ دِينَارًا يَشْتَرِي له بِهِ شَاةً فَاشْتَرَى له بِهِ شَاتَيْنِ فَبَاعَ إِحْدَاهُمَا بِدِينَارٍ وَجَاءَهُ بِدِينَارٍ وَشَاةٍ فَدَعَا له بِالْبَرَكَةِ في بَيْعِهِ. وكان لو اشْتَرَى التُّرَابَ لَرَبِحَ فيه. رواه البخاري
"Dari sahabat Urwah bin Abil Jaed Al Bariqy t, bahwasanya Nabi r pernah memberinya uang satu dinar agar ia membelikan seekor kambing untuk beliau, maka sahabat Urwah dengan uang itu membeli dua ekor kambing, lalu menjual salah satunya seharga satu dinar. Dan iapun datang menghadap Nabi dengan membawa uang satu dinar dan seekor kambing. Kemudian Nabi mendoakannya agar mendapatkan keberkahan dalam perniagaannya. Sehingga andaikata ia membeli debu, niscaya ia akan mendapatkan keuntungan padanya. " (riwayat Al Bukhory).
Demikianlah sedikit gambaran tentang peranan keberkahan pada usaha, penghasilan, dan kehidupan manusia, yang digambarkan dalam Al Qur'an dan Al Hadits.
Sebenarnya, masih banyak lagi gambaran tentang peranan keberkahan yang disebutkan dalam Al Qur'an atau hadits, hanya karena tidak ingin terlalu bertele-tele, saya cukupkan dengan tiga dalil di atas sebagai contoh, sedangkan sebagian lainnya akan disebutkan pada pembahasan selanjutnya.
Bila demikian adanya, tentu setiap orang dari kita mendambakan untuk mendapatkan keberkahan dalam pekerjaan, penghasilan dan harta kita. Setiap kita pasti bertanya-tanya: bagaimanakah caranya agar usaha, penghasilan dan harta saya diberkahi Allah?
Sebagaimana peranan keberkahan dalam hidup secara umum, dan dalam usaha serta penghasilan, telah banyak diulas dalam Al Qur'an dan Hadits, demikian juga persyaratan dan metode mendapatkannya. Berikut saya akan sebutkan beberapa persyaratan dan metode tersebut:
1. Iman kepada Allah.
Inilah syarat pertama dan terbesar agar rizqi kita diberkahi Allah, yaitu dengan merealisasikan keimanan kepada Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman:
]وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ [ الأعراف 96
"Andaikata penduduk negri-negri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." Al A'raf 96.
Demikianlah imbalan Allah kepada orang-orang yang beriman dari hamba-hamba-Nya. Dan sebaliknya, orang yang kufur dengan Allah Ta'ala, niscaya ia tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidup.
Diantara perwujudan iman kepada Allah Ta'ala yang berkaitan dengan penghasilan ialah dengan senantiasa yakin dan menyadari bahwa rizqi apapun yang kita peroleh ialah atas karunia dan kemurahan Allah semata, bukan atas jerih payah atau kepandaian kita. Yang demikian itu karena Allah Ta'ala telah menentukan jatah rizqi setiap manusia semenjak ia masih berada dalam kandungan ibunya.([7])
Bila kita pikirkan diri dan negri kita, niscaya kita dapatkan buktinya, setiap kali kita mendapatkan suatu keberhasilan, maka kita lupa daratan, dan merasa itu adalah hasil dari kehebatan kita. Dan sebaliknya, setiap terjadi kegagalan atau bencana kita menuduh alam sebagai dalangnya, dan kita melupakan Allah Ta'ala .
Ketika Aceh ditimpa musibah Sunami, kita menuduh alam sebagai penyebabnya, yaitu dengan mengatakan itu karena akibat dari pergerakan atau benturan antara lempengan bumi ini dengan lempengan bumi itu dst. Ketika musibah lumpur di porong menimpa kita, kita rame-rame menuduh alam dengan mengatakan itu dampak dari gempa yang menimpa wilayah Jogjakarta dan sekitar. Ketika banjir melanda Jakarta, kita rame-rame menuduh alam, dengan berkata: siklus alam, atau yang serupa.
Jarang diantara kita yang mengembalikan semua itu kepada Allah Ta'ala, sebagai teguran atau cobaan atau mungkin juga sebagai azab. Bahkan orang yang berfikir demikian akan dituduh kolot, kampungan tidak ilmiyah, atau malah dianggap sebagai teroris dst.
]ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah)." (Ar Rum 41)
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ t أَنَّهُ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ r صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ عَلَى إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنْ اللَّيْلَةِ فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ: (هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟) قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ. متفق عليه
"Dari sahabat Zaid bin Khalid Al Juhani t ia menuturkan: Rasulullah r mengimami kita shalat subuh di Hudaibiyyah dalam keadaan masih basah akibat hujan tadi malam. Seusai beliau shalat, beliau menghadap kepada para sahabatnya, lalu berkata: "Tahukah kalian apa yang difirmankan oleh Tuhan kalian? Mereka menjawab: Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Beliau bersabda: Allah berfirman: Ada sebagian dari hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan kafir. Adapun orang yang berkata: Kita telah dihujani atas karunia dan rahmat Allah, maka itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kufur dengan bintang. Dan orang yang berkata: kita dihujani atas pengaruh bintang ini dan itu, maka itulah orang yang kufur dengan-Ku dan beriman dengan bintang." Muttafaqun 'alaih.
Bila demikian adanya, maka mana mungkin Allah akan memberkahi kehidupan kita?! Bukankah pola pikir semacam ini adalah pola pikir yang menyebabkan Qarun diazab dengan ditelan bumi?!
]قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ القُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ [ القصص 78
"Qarun berkata: "sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak harta kumpulannya." (Al Qashas 78)
Diantara perwujudan nyata iman kepada Allah dalam hal rizqi, ialah senantiasa menyebut nama Allah Ta'ala ketika hendak menggunakan salah satu kenikmatan-Nya, misalnya ketika makan:
عن عَائِشَةَ رضي الله عنها أن النبي e كان يَأْكُلُ طَعَاماً في سِتَّةِ نَفَرٍ من أَصْحَابِهِ فَجَاءَ أعرابي فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ فقال النبي e : (أَمَا إنه لو كان ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ لَكَفَاكُمْ). رواه أحمد والنَّسائي وابن حبان
"Dari sahabat 'Aisyah radhiallahu 'anha: bahwasanya Nabi r pada suatu saat sedang makan bersama enam orang sahabatnya, tiba-tiba datang seorang arab baduwi, lalu ia menyantap makanan beliau dalam dua kali suapan. Maka Nabi r bersabda:”Ketahuilah seandainya ia menyebut nama Allah (membaca Basmallah-pen), niscaya makanan itu akan mencukupi kalian." Riwayat Ahmad, An Nasai dan Ibnu Hibban.
Pada hadits lain Nabi bersabda:
(أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ إذا أتى أَهْلَهُ وقال: بِسْمِ اللَّهِ اللهم جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ ما رَزَقْتَنَا، فَرُزِقَا وَلَدًا، لم يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ.) رواه البخاري
"Ketahuilah bahwa salah seorang dari kamu bila hendak menggauli istrinya ia berkata: "Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami", kemudia mereka berdua dikaruniai anak (hasil dari hubungan tersebut-pen) niscaya anak itu tidak akan diganggu syetan." Riwayat Bukhory.
Demikianlah peranan iman kepada Allah, yang terwujud pada menyebut nama-Nya ketika hendak menggunakan suatu kenikmatan dalam mendatangkan keberkahan pada harta dan anak keturunan.
2. Amal Sholeh.
Yang dimaksud dengan amal sholeh ialah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syari'at yang diajarkan Rasulullah r. Inilah hakikat ketaqwaan yang menjadi persyaratan datangnya keberkahan, sebagaimana ditegaskan pada ayat di atas. Dan juga ditegaskan pada janji Allah berikut:
]وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ [
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan Amal sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan ornag-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (An Nur 55)
Tatkala Allah Ta'ala menceritakan tentang Ahlul Kitab yang hidup pada zaman Nabi r, Allah berfirman:
]وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيهِم مِّن رَّبِّهِمْ لأكَلُواْ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم [المائدة 66
"Dan sekiranya mereka benar-benar menjalankan Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. " Al Maidah 66.
Ulama' ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "mendapatkan makanan dari atas dan dari bawah kaki" ialah Allah akan melimpahkan kepada mereka rizqi yang sangat banyak dari langit dan dari bumi, sehingga mereka akan mendapatkan kecukupan dan berbagai kebaikan, tanpa susah payah, letih lesu dan tanpa adanya tantangan atau berbagai hal yang mengganggu ketentraman hidupnya. ([8])
Dan bila kita telah mendapatkan kemudahan hidup dari atas dan bawah kita, niscaya kehidupan kita akan penuh dengan kebahagiaan, kedamaian, ketentraman dan keberhasilan.
]مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ[ النحل 97
"Barang siapa yang beramal sholeh, baik lelaki maupun perempuan sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An Nahel 97).
Ibnu Katsir rahimahullah ketika menyebutkan hadits di atas tentang dikembalikannya keberkahan bumi, beliau menyatakan: "Tidaklah hal itu terjadi melainkan atas keberkahan penerapan syari'at Rasulullah r. Setiap kali keadilan ditegakkan, niscaya keberkahan dan kebaikan menjadi melimpah ruah".
Diantara contoh nyata keberkahan harta orang yang beramal sholeh ialah kisah Khidir dan Nabi Musa bersama dua orang anak kecil. Pada kisah tersebut Khidir menegakkan tembok pagar yang hendak roboh; guna menjaga agar harta warisan yang di miliki oleh dua orang anak kecil dan terpendam di bawah pagar tersebut, sehingga tidak nampak dan diambil oleh orang lain. Allah Ta'ala berfirman:
]وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ[ الكهف 82
"Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Tuhan-mu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhan-mu." (Al Kahfi 82.)
Ulama' tafsir menyebutkan bahwa ayah yang dinyatakan dalam ayat ini sebagai ayah yang sholeh bukanlah ayah langsung kedua anak tersebut, akan tetapi kakeknya yang ketujuh, yang semasa hidupnya berprofesi sebagai tukang tenun.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Pada kisah ini terdapat dalil bahwa anak keturunan orang sholeh akan dijaga, dan keberkahan amal sholehnya akan meliputi mereka di dunia, dan di akhirat. Ia akan memberi syafa'at kepada mereka dan derajatnya akan ditinggikan ke tingkatan tertinggi, agar orang tua mereka menjadi senang, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an dan As Sunnah.([9]) "
Akan tetapi sebaliknya, bila kita enggan untuk beramal sholeh, atau bahkan mengamalkan kemaksiatan, maka yang kita petikpun juga kebalikan dari apa yang telah disebutkan di atas. Allah Ta'ala berfirman:
]وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى[ طه 124
"Dan barang siapa berpaling dari beribadah kepada-Ku / peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiyamat dalam keadaan buta." Thaaha 124.
Ulama' ahli tafsir menyebutkan bahwa orang-orang yang berpaling dari mengingat Allah dengan beribadah kepada-Nya, maka kehidupannya akan senantiasa dirundung kesedihan dan duka. Yang demikian karena mereka senantiasa disiksa oleh ambisi menumpuk dunia, sifat kikir yang senantiasa membakar hatinya, dan rasa takut akan kematian yang senantiasa menghantuinya ([10]) .
Rasulullah r bersabda:
(إن الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ) رواه أحمد وابن ماجة والحاكم وغيرهم
"Sesungguhnya seseorang dapat saja tercegah dari rizqinya akibat dari dosa yang ia kerjakan." (riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim dll).
Pada suatu Hari Rasulullah r dilintasi oleh rombongan pengusung janazah, sepontan berliau bersabda:
مستريح ومستراح منه؟ قالوا: يا رسول الله، ما المستريح والمستراح منه؟ قال : (العبد المؤمن يستريح من نصب الدنيا وأذاها إلى رحمة الله، والعبد الفاجر يستريح منه العباد والبلاد والشَّجر والدَّواب.) متفق عليه
"Apakah ia orang yang beristirahat atau diistirahati darinya? Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan orang yang beristirahat atau diistirahati darinya? Beliau menjawab: "Seorang hamba yang beriman, akan beristirahat (dengan kematian) dari kepayahan dunia dan gangguanya. Sedangkan seorang hamba yang keji (fajir), para manusia, negri, pepohonan dan binatang akan teristirahatkan darinya." Muttafaqun 'alaih.
Ulama' pensyarah hadits ini menyatakan: "Teristirahatakannya negri dan pepohonan dari orang keji ialah teristirahatkannya itu semua dari dampak kemaksiatan yang ia lakukan, karena kemaksiatannya itu adalah biang terjadinya kekeringan, sehingga menyebabkan tetumbuhan dan binatang menjadi binasa."
Ibnu Qayyim berkata: "Dan diantara hukuman perbuatan maksiat ialah: kemaksiatan akan menghapuskan keberkahan umur, rizqi, ilmu, amalan, amal ketaatan. Dan secara global kemaksiatan menjadi penghapus keberkahan setiap urusan agama dan dunia. Karenanya tidaklah akan engkau dapatkan orang yang umur, agama, dan dunianya paling sedikit keberkahannya dibanding orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kepada Allah. Tidaklah keberkahan dihapuskan dari bumi kecuali dengan sebab perbuatan maksiat manusia."([11])
Diantara contoh nyata akibat buruk yang harus diderita oleh manusia dari dicabutnya keberkahan dari kehidupannya ialah membusuknya daging, dan basinya makanan. Rasulullah r menyebutkan bahwa itu semua terjadi akibat perbuatan dosa umat manusia. Beliau rbersabda:
(لولا بنو إسرائيل لم يخبث الطعام ولم يخنز اللحم). متفق عليه
"Seandainya kalau bukan karena ulah Bani Isra'il, niscaya makanan tidak akan pernah basi dan daging tidak akan pernah membusuk." Muttafaqun 'alaih.
Para ulama' menjelaskan bahwa tatkala Bani Isra'il diberi rizqi oleh Allah Ta'ala berupa burung-burung salwa (semacam burung puyuh) yang datang dan dapat mereka tangkap dengan mudah setiap pagi hari, mereka dilarang untuk menyimpan daging-daging burung tersebut. Setiap pagi hari, mereka hanya dibenarkan untuk mengambil daging yang akan mereka makan pada hari tersebut. Akan tetapi mereka melanggar perintah ini, dam mengambil daging dalam jumlah yang melebihi kebutuhan mereka pada hari tersebut, dan kemudian mereka simpan. Akibat perbuatan mereka ini, Allah menghukumi mereka, sehingga daging-daging yang mereka simpan tersebut menjadi busuk.([12])
Al Munawi berkata: "Hadits ini adalah suatu isyarat yang menunjukkan bahwa membusuknya daging merupakan hukuman atas bani Israil, akibat mereka kufur terhadap kenikmatan Allah. Yaitu tatkala mereka menyimpan daging burung puyuh, sehingga menjadi busuk, padahal Allah telah melarang mereka dari hal itu, dan sebelum kejadian itu, daging tidak pernah membusuk."([13])
Berikut beberapa amal sholeh yang nyata-nyata mendatangkan keberkahan pada harta:
A. Mensyukuri segala ni'mat.
Tiada kenikmatan -apapun wujudnya- yang dirasakan oleh manusia di dunia ini, melainkan datangnya dari Allah Ta'ala. Oleh karena itu Allah Ta'ala mewajibkan atas mereka untuk senantiasa bersyukur kepadanya, yaitu dengan senantiasa mengingat bahwa kenikmatan tersebut datangnya dari Allah, kemudian ia mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya ia menafkahkannya di jalan-jalan yang di ridhoi Allah. Orang yang telah mendapatkan karunia untuk dapat bersyukur demikian ini, akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipat gandakan untuknya kenikmatan:
]وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ [ إبراهيم 7
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu mengumandangkan :"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." ( Ibrahim 7).
Dan pada ayat lain Allah Ta'ala berfirman:
]وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ[ النمل 40
"Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri." (An Namel 40)
Imam Al Qurthuby berkata: "Tidaklah manfaat syukur akan didapat selain oleh pelakunya sendiri, dimana dengannya ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari ni'mat yang ia dapat, dan nikmat tersebut akan kekal dan ditambah. Sebagaimana syukur juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai."([14])
Sebagai contoh nyata:
]لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ {15} فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ [ سبأ 15-16
"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan disebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugrahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negrimu) adalah negri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara." (Surat Saba' 15-16).
Tatkala kaum Saba' masih dalam keadaan makmur dan tentram, Allah Ta'ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan bahwa dengan syukur, mereka dapat menjaga kenikmatan mereka dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.
B. Menunaikan Zakat (Shodaqoh)
Zakat, baik zakat wajib atau sunnah (shodaqoh) adalah salah satu amalan yang menjadi penyebab turunnya keberkahan. Allah Ta'ala berfirman:
]يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ[
"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah." (Al Baqarah 276) Pada ayat lain, Allah berfirman:
]مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [ البقرة 260
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tidap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan bagi orang yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." (Al Baqarah 261) Pada ayat lain Allah berfirman:
]وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ [ البقرة 265
"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimispun (memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (Al Baqarah 265)
Pada ayat lain, Allah berfirman:
]وَمَا آتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِندَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ[ الروم 39
"Dan sesuatu riba yang engkau berikan agar bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak bertambah pada sisi Allah . Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai Wajah Allah (keridhoan-Nya), maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan." (Ar Rum 39)
Rasulullah r bersabda:
(مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.) متفق عليه
"Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berucap (berdoa): Ya Allah, berilah orang yang berinfaq pengganti, sedangkan yang lain berdoa : Ya Allah timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfaq) kehancuran..Muttafaqun 'alaih.
Pada hadits lain beliau r bersabda:
(مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ) رواه مسلم
"Tidaklah shodakoh itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba dengan memaafkan melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu'/merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya." (Muslim).
Para ulama' menjelaskan maksud hadits ini dengan menyebutkan dua penafsiran:
1. Maksudnya Allah akan memberkahi hartanya, dan menjaganya dari kerusakan, sehingga kekurangan yang terjadi dapat tertutupi dengan turunnya keberkahan. Hal ini dapat dirasakan langsung dan juga dapat dilihat contohnya di masyarakat.
2. Walaupun secara hitungan harta berkurang, akan tetapi pahala yang berlipat ganda dapat menutupi kekurangan tersebut, bahkan melebihinya.([15])
Makna kedua ini selaras dengan hadits berikut:
يقول ابن آدَمَ: مَالِي مَالِي قال: وَهَلْ لك يا بن آدَمَ من مَالِكَ إلاَّ ما أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أو لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أو تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ رواه مسلم.
"Anak keturunan Adam (senantiasa) berkata :hartaku, hartaku!. Apakah engkau wahai anak Adam mendapatkan bagian dari hartamu selain yang engkau makan sehingga engkau habiskan, atau engkau pakai sehingga engkau rusakkan atau yang engkau shadakohkan sehingga engkau sisakan (untuk kehidupan akhirat)". Muslim.
Walau demikian, kedua penafsiran di atas sama-sama benar adanya, dan tidak saling bertentengan.
C. Bekerja mencari rizqi dengan hati yang qona'ah tidak dipenuhi oleh ambisi dan keserakahan.
Sifat qonaah dan lapang dada dengan pembagian Allah Ta'ala adalah kekayaan yang tidak ada bandingnya. Dahulu orang berkata:
إذا كنت ذا قلب قنوع، فأنت وصاحب الدنيا سواء.
"Bila engkau memiliki hati yang qona'ah, maka engkau dan pemilik dunia (kaya raya) adalah sama".
القناعة كنز لا يفنى
"Qona'ah adalah harta karun yang tidak akan pernah sirna".
Rasulullah r menggambarkan keadaan orang yang dikaruniai sifat qonaah dengan sabdanya:
(من أصبح منكم آمنا في سربه معافى في جسده عنده قوت يومه ؛ فكأنما حيزت له الدنيا بحذافيرها) رواه الترمذي وابن ماجة والطبراني وابن حبان والبيهقي.
"Barang siapa dari kalian yang merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan untuknya dunia beserta isinya." (riwayat AtTirmizy, Ibnu Majah, At Thobrany, Ibnu Hibban dan Al Baihaqy.
Al Munawi rahimahullah berkata: "Maksud hadits ini, barang siapa yang terkumpul padanya: kesehatan badan, jiwanya merasa aman kemanapun ia pergi, kebutuhan hari tersebut tercukupi dan keluarganya dalam keadaan selamat, maka sungguh Allah telah mengumpulkan untuknya seluruh jenis kenikmatan, yang siapapun berhasil menguasai dunia tidaklah akan mendapatkan kecuali hal tersebut."([16])
Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona'ah, dan keridhoan dengan segala rizqi yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan dianugrahkan kepadanya:
(إن اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يبتلي عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ فَمَنْ رضي بِمَا قَسَمَ الله عز وجل له بَارَكَ الله له فيه وَوَسَّعَهُ وَمَنْ لم يَرْضَ لم يُبَارِكْ له ولم يزده على ما كتب له) رواه أحمد والبيهقي وصححه الألباني
"Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizqi yang telah Ia berikan kepadanya. Barang siapa yang ridho dengan pembagian Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barang siapa yang tidak ridho (tidak puas), niscaya rizqinya tidak akan diberkahi." (Riwayat Imam Ahmad dan dishohihkan oleh Al Albany).
Al Munawi dalam kitab faidhul qadir menyebutkan: "Bahwa penyakit ini, (yaitu: tidak puas dengan apa yang telah Allah karuniakan kepadanya-pen) telah banyak didapatkan pada pemuja dunia, sehingga engkau dapatkan salah seorang dari mereka meremehkan rizqi yang telah dikaruniakan untuknya, merasa hartanya itu sedikit, buruk, serta mengagumi rizqi orang lain dan menggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karenanya ia akan senantiasa banting tulang untuk menambah hartanya, hingga akhirnya habislah umurnya, sirnalah kekuatannya, dan iapun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang tergapai dan rasa letih. Dengan itu ia telah menyiksa tubuhnya, mengelamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal ia tidaklah akan memperoleh selain apa yang telah Allah tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya ia meninggal dunia dalam keadaan pailit, ia tidak mensyukuri apa yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan."([17])
Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan dirinya dalam setiap usaha yang ia tempuh guna mencari rizqi. Sehingga seorang muslim tidak akan menempuh melainkan jalan-jalan yang dihalalkan dan dengan tetap menjaga kehormatan dirinya.
عن حكيم بن حزام t قال: سألت رسول الله r فأعطاني، ثم سألته فأعطاني، ثم سألته فأعطاني، ثم قال: يا حكيم، إن هذا المال خضرة حلوة، فمن أخذه بسخاوة نفس، بورك له فيه، ومن أخذه بإشراف نفس لم يبارك له فيه، وكالذي يأكل ولا يشبع. اليد العليا خير من اليد السفلى، قال حكيم: فقلت يا رسول الله، والذي بعثك بالحق لا أرزأ أحدا بعدك شيئا حتى أفارق الدنيا) متفق عليه
Dari shabat Hakim bin Hizam t,ia mengisahkan: "Pada suatu saat aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah r, dan beliaupun memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliau kembali memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliaupun kembali memberiku, kemudian beliau bersabda: Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini bak bauh yang segar lagi manis, dan barang siapa yang mengambilnya dengan tanpa ambisi (dan tama' atau atas kerelaan pemiliknya), maka akan diberkahi untuknya harta tersebut. Dan barang siapa yang mengambilnya dengan penuh rasa ambisi (tamak), niscaya harta tersebut tidak akan diberkahi untuknya, dan ia bagaikan orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang berada di atas lebih mulia dibanding tangan yang berada di bawah. Hakim melanjutkan kisahnya dengan berkata: "Kemudian aku berkata: Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan meminta harta seseorang sepeninggalmu hingga aku meninggal dunia." Muttafaqun 'alaih
Hadits ini menunjukkan bahwa sifat qona'ah, peras keringat sendiri untuk memenuhi kebutuhan, serta menempuh jalan yang baik ketika mencari rizqi akan senantiasa diiringi dengan keberkahan. Dan bahwa orang yang mencari harta kekayaan dengan ambisi dan keserakahan, sehingga ia tidak mengumpulkan dengan cara-cara yang dibenarkan, niscaya harta kekayaannya tidak akan pernah diberkahi, bahkan akan dihukumi dengan dihalangi dirinya dari kemanfaatan harta yang telah ia kumpulkan([18]) .
Pada haidts lain, beliau r memberikan contoh nyata bagi pekerjaan yang terhormat dan tidak merendahkan martabat diri:
وَالَّذِي نَفْسِي بيده لَأَنْ يَأْخُذَ أحدكم حَبْلَهُ فَيَحْتَطِبَ على ظَهْرِهِ خَيْرٌ له من أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أو مَنَعَهُ.
"Sungguh demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya salah seorang dari kamu membawa talinya, kemudian ia mencari kayu bakar dan memanggulnya di atas punggunya, lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang lain, kemudian meminta-minta kepadanya, baik ia diberi atau tidak." Riwayat Bukhory.
Pada hadits lain, beliau r menjelaskan wujud lain dari penjagaan terhadap kehormatan diri dan agama seseorang ketika bekerja, beliau r bersabda:
(من طلب حقا فليطلبه في عفاف واف أو غير واف) رواه الترمذي وابن ماجه وابن حبان والحاكم
"Barang siapa yang menagih haknya, hendaknya ia menagihnya dengan cara yang terhormat, baik ia berhasil mendapatkannya atau tidak." Riwayat At Tirmizy, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim.
Diantara metode yang diajarkan oleh Islam kepada umatnya agar usahanya diberkahi Allah Ta'ala dan mendatangkan keberhasilan ialah dengan menggunakan modal yang diperoleh dari jalan yang baik, serta diperoleh tanpa ambisi dan keserakahan:
عن عبد الله بن عمر t أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ e كان يُعْطِي عُمَرَ بن الْخَطَّابِ t الْعَطَاءَ فيقول له عُمَرُ: أَعْطِهِ يا رَسُولَ اللَّهِ أَفْقَرَ إليه مِنِّي. فقال له رسول اللَّهِ e : خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ أو تَصَدَّقْ بِهِ، وما جَاءَكَ من هذا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ ولا سَائِلٍ، فَخُذْهُ وما لا فلا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ. قال سَالِمٌ: فَمِنْ أَجْلِ ذلك كان بن عُمَرَ لَا يَسْأَلُ أَحَدًا شيئا ولا يَرُدُّ شيئا أُعْطِيَهُ. متفق عليه
"Dari Abdullah bin Umar t, bahwasanya Rasulullah r pada suatu hari hendak memberi umar bin Khatthab t suatu pemberian, kemudaian Umar berkata kepada beliau: Ya Rasulullah, berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkannya daripada aku. Maka Rasulullah rbersabda kepadanya: "Ambillah, lalu gunakanlah sebagai modal, atau sedekahkanlah, dan harta yang datang kepadamu sedangkan engkau tidak berambisi mendapatkannya tidak juga memintanya, maka ambillah, dan harta yang tidak datang kepadamu, maka janganlah engkau berambisi untuk memperolehnya." Oleh karena itu dahulu Abdullah bin Umar tidak pernah meminta kepada seseorang dan tidak pernah menolak sesuatu yang diberikan kepadanya." (Muttafaqun 'alaih).
D. Istighfar/Bertaubat dari segala dosa.
Sebagaimana halnya perbuatan dosa adalah salah satu penyebab terhalangnya rizqi dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar adalah salah satu penyebab rizqi datang dan diberkahi. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh nabi Nuh 'alaihissalam kepada umatnya:
]فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا {10} يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا {11} وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا [ نوح 10-12
"Maka aku katakan kepada mereka: "Beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirmkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai." (Surat An Nuh 10-12).
]وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ[ هود 3
"Dan hendaklah kamu beristighfar kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadanya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tia-tiap orang yangmempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." (Surat Huud 3).
Berdasarkan ayat ini dan juga lainnya ulama' ahli tafsir menjelaskan bahwa diantara manfaat istighfar dan taubat adalah mendatangkan kelapangan rizki, kebahagian hidup, terhindar dari berbagai bentuk petaka dan azab([19]) .
Pada ayat lain dalam surat yang sama, Allah menceritakan tentang Nabi Hud 'alaihissalam bersama kaumnya:
]وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ[ هود 52.
"Dan (Hud berkata): "Hai kaumku, beristighfarlah kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (Hud 52).
Ulama' ahli tafsir menyebutkan, bahwa akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum 'Aad, mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanitapun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu nabi Huud 'alaihissalam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar, karena dengan keduanya Allah akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan([20]) .
E. Menyambung Tali Silaturrahmi .
Diantara amal sholeh yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita ialah menyambung tali silaturrahim, yaitu menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang terjalin antara kita dan mereka hubungan nasab. Rasulullah r bersabda:
(مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ). متفق عليه
"Barang siapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim." (Muttafaqun 'alaih).
Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal sholeh, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Ta'ala .([21])
Sebagian dari kita -bila mendapatkan keberhasilan dalam usaha, sehingga memiliki rizqi yang berlebih dari kebutuhan- bukannya menyambung tali silaturrahim, akan tetapi malah memutusnya. Banyak dari kita yang siap untuk menjalin hubungan dengan siapapun, terkecuali dengan kerabat sendiri. La haula walaa quwwata illa billah.
F. Mencari Rizqi Dari Jalan Yang Halal.
Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta kita ialah harta tersebut diperoleh dari jalan-jalan yang halal.
لا تستبطئوا الرزق ، فإنه لن يموت العبد حتى يبلغه آخر رزق هو له، فأجملوا في الطلب: أخذ الحلال، وترك الحرام.
"Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram." Riwayat Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim.
Diantara hal yang akan menghapuskan keberkahan ialah berbagai bentuk praktek riba:
]يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ[
"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah." (Al Baqarah 276)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Allah Ta'ala mengabarkan bahwa Ia akan memusnahkan riba, maksudnya bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian pemilik riba tidak mendapatkan kemanfaatan harta ribanya, bahkan Allah akan membinasakannya dengan harta tersebut dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah akan menyiksanya akibat harta tersebut."([22])
Penafsiran Ibnu Katsir ini semakna dengan hadits berikut:
(إن الربا وإن كثر، عاقبته تصير إلى قل) رواه أحمد الطبراني والحاكم وحسنه الحافظ ابن حجر والألباني
"Sesungguhnya (harta) riba, walaupun banyak jumlahnya, pada akhirnya akan menjadi sedikit." Riwayat Imam Ahmad, At Thabrany, Al Hakim dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dan Al Albany.
Bila kita mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek-praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah ruah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satupun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.
Diantara profesi atau pekerjaan yang diharamkan dan menghapuskan keberkahan dari penghasilan kita ialah sumpah palsu ketika bertransaksi, Rasulullah r bersabda:
(الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ.) متفق عليه
"Sumpah itu akan menjadikan barang dagangan menjadi laris dan menghapuskan keberkahan." Muttafaqun 'alaih
Diantara metode mencari rizqi yang diharamkan dan tidak diberkahi ialah metode minta-minta, sebagaimana dikisahkan pada hadits berikut:
عن حكيم بن حزام t قال: سألت رسول الله r فأعطاني، ثم سألته فأعطاني، ثم سألته فأعطاني، ثم قال: يا حكيم، إن هذا المال خضرة حلوة، فمن أخذه بسخاوة نفس، بورك له فيه، ومن أخذه بإشراف نفس لم يبارك له فيه، وكالذي يأكل ولا يشبع. اليد العليا خير من اليد السفلى، قال حكيم: فقلت يا رسول الله، والذي بعثك بالحق لا أرزأ أحدا بعدك شيئا حتى أفارق الدنيا) متفق عليه
Dari shabat Hakim bin Hizam t,ia mengisahkan: "Pada suatu saat aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah r, dan beliaupun memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliau kembali memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliaupun kembali memberiku, kemudian beliau bersabda: Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini bak bauh yang segar lagi manis, dan barang siapa yang mengambilnya dengan tanpa ambisi (dan tama' atau atas kerelaan pemiliknya), maka akan diberkahi untuknya harta tersebut. Dan barang siapa yang mengambilnya dengan penuh rasa ambisi (tamak), niscaya harta tersebut tidak akan diberkahi untuknya, dan ia bagaikan orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang berada di atas lebih mulia dibanding tangan yang berada di bawah. Hakim melanjutkan kisahnya dengan berkata: "Kemudian aku berkata: Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan meminta harta seseorang sepeninggalmu hingga aku meninggal dunia." Muttafaqun 'alaih
Pada hadits lain, Rasulullah r menjelaskan sebagian dari dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta dengan bersabda:
(ما يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ الناس حتى يَأْتِيَ يوم الْقِيَامَةِ ليس في وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ). متفق عليه
"Tidaklah seseorang terus-menerus meminta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari qiyamat, dalam keadaan tidak sekerat dagingpun melekat di wajahnya. " Muttafaqun 'alaih([23]) .
G. Bekerja di waktu pagi.
Diantara metode agar keberkahan dari Allah dapat kita peroleh ialah dengan memupuk subur semangat untuk hidup sehat dan produktif serta menyingkirkan sejauh-jauhnya sifat malas. Yang demikian itu dengan cara memanfaatkan setiap waktu yang Allah karuniakan kepada kita pada hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita. Dan diantara waktu yang paling bagus untuk bekerja dan mencari rizqi ialah waktu pagi, oleh karenanya Rasulullah r bersabda:
(اللهم بارك لأمتي في بكورها) رواه أبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجة وصححه الألباني
"Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka.". Riwayat Abu Dawud, At Tirmizy, An Nasai, Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani.
Para pensyarah hadits ini menyatakan bahwa hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, adalah karena waktu pagi adalah waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia, dan padanya seseorang merasakan semangat dan selesai dari beristirahat, oleh karenanya beliau mendoakan keberkahan pada waktu ini agar seluruh umatnya mendapatkan bagian dari doanya.
Sebagai penerapan langsung dari doanya ini, dahulu Rasulullah rbila mengutus pasukan perang, beliau mengutusnya pada pagi hari, sehingga pasukan & dan peperangan tersebut menjadi pasukan dan peperangan yang diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.
Contoh nyata kedua dari keberkahan waktu pagi ialah apa yang dilakukan oleh sahabat Shokher Al Ghomidy, beliau adalah sahabat yang meriwayatkan hadits ini dari Nabi r. Beliau adalah seorang pedagang, setelah ia mendengarkan hadits ini dari Rasulullah r iapun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya melainkan pada pagi hari, dan benar, keberkahan Allah dapat beliau peroleh, sehingga dinyatakan pada riwayat di atas, bahwa perniagaannyapun berhasil, hartanya melimpah ruah.
Berdasarkan hadits inipula sebagian ulama' menyatakan bahwa tidur pada pagi hari adalah makruh hukumnya.
Hadits di atas juga merupakan bukti nyata bahwa agam Islam tidak mengajarkan kepada umatnya untuk hidup bermalas-malasan, lemah semangat, dan rendah cita-cita. Islam senantiasa mengajarkan kepada umatnya untuk hidup produktif, bermanfat, baik untuk diri sendiri atau orang lain, dan berjiwa besar dengan mewujudkan cita-citanya walau setinggi langit.
(على كل مسلم صدقة. قيل: أرأيت إن لم يجد؟ قال: يعتمل بيديه فينفع نفسه ويتصدق. قال: قيل: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يعين ذا الحاجة الملهوف. قال: قيل له: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يأمر بالمعروف أو الخير. قال: أرأيت إن لم يفعل؟ قال: يمسك عن الشر، فإنها صدقة). رواه مسلم
"Wajib atas setiap orang muslim untuk bersedekah. Dikatakan kepada beliau: Bagaimana bila ia tidak mampu? Beliau menjawab: Ia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan untuk dirinya sendiri dan juga bersedekah. Dikatakan lagi kepadanya: Bagaiman abila ia tidak mampu? Beliau menjawab: ia membantu orang yang benar-benar dalam kesusahan. Dikatakan lagi kepada beliau: Bagaimana bila ia tidak mampu? Beliau menjawab: Ia memerintahkan dengan yang ma'ruf atau kebaikan. Penanya kembali berkata: Bagaimana bila ia tidak (mampu) melakukannya? Beliau menjawab: Ia menahan diri dari perbuatan buruk, maka sesungguhnya itu adalah sedekah." RIwayat Muslim.
Dan pada hadits lain, beliau bersabda:
(المؤمن القوي خير وأحب إلي الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير. احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيء فلا تقل: لو أني فعلت كذا وكذا، لكان كذا وكذا، ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان) رواه مسلم
"Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibanding seorang mukmin yang lemah, dan pada keduanya terdapat kebaikan. Senantiasa berusahalah untuk melakukan segala yang berguna bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau menjadi lemah. Dan bila engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau berkata: seandainya aku berbuat demikian, demikian, niscaya akan terjadi demikian dan demikian, akan tetapi katakanlah: Allah telah mentaqdirkan, dan apa yang Ia kehendakilah yang akan Ia lakukan, karena ucapan "seandainya" akan membukakan (pintu) godaan syetan." Muslim.
Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh. Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pada pemaparan saya di atas ada kesalahan, maka itu adalah dari saya dan syetan, sehingga saya beristighfar kepada Allah, dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufiq dan 'inayah-Nya. Wallahu a'alam bis showaab.

[1] ) Ngalap berkah semacam ini adalah perbuatan yang diharamkan dalam Islam, karena keberkahan itu hanyalah milik Allah Ta'ala. Keberkahan yang terdapat pada selain para Nabi 'alaihimussalaam adalah keberkahan yang diperoleh karena iman dan amalannya. Dengan demikian setiap orang yang beriman dan beramal sholeh, memiliki keberkahan sebesar iman dan amal sholehnya. Diantara dalil yang menunjukkan akan hal ini, ialah sabda Rasulullah r berikut:
إنَّ من الشجر لما بركته كبركة المسلم. رواه البخاري
"Sesungguhnya diantara pepohonan ada pohon yang keberkahannya serupa dengan keberkahan seorang muslim." (Riwayat Bukhory).
Para ulama' menjelaskan bahwa keberkahan/kemanfaatan pohon kurma, serupa dengan keberkahan/ kemanfaatan seorang muslim, yaitu bersifat umum, sehingga dapat dirasakan dalam segala situasi dan kondisi dan dimanapun. (Lihat Fathul Bari 1/145-146)
Oleh karena itu metode untuk mendapatkan keberkahan seorang muslim ialah dengan meneladani iman dan amal sholehnya, bukan dengan mencium tangan, atau meminum bekas air minumnya, atau lainnya. Untuk lebih mengetahui tentang berbagai hal yang berkaitan dengan permaslahan tabarruk, silahkan baca kitab: Taisir Al Aziz Al Hamid, oleh Syeikh Sulaiman bin Abdillah hal 174-186.
[2] ) Al Misbah Al Munir oleh Al Faiyyumy 1/45, Al Qomus Al Muhith oleh Al Fairuz Abadi 2/1236, & Lisanul Arab oleh Ibnu Manzhur 10/395.
[3] ) Syarah Shohih Muslim oleh An Nawawi 1/225.
[4] ) Tafsir Ibnu katsir 3/531.
[5] ) AL Jawabul Kafi karya Ibnu Qayyim 56.
[6] ) Zaadul Ma'ad oleh Ibnul Qayyim 4/363& Musnad Imam Ahmad bin Hambal 2/296.
[7] ) Disebutkan dalam suatu hadits:
إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ في بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نطفة ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَبْعَثُ الله مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ له: اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أو سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فيه الرُّوحُ متفق عليه
"Sesungguhnya salah seorang dari kamu disatukan penciptaannya di dalam kandungan ibunya selama empat puluh hari berupa nuthfah, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian Allah akan mengutus seorang malaikat, lalu malaikat itu diperintahkan dengan empat kalimat, dan dikatakan kepadanya: "Tulislah amalannya, rizqinya, ajalnya dan apakah ia sengsara atau bahagia, kemudian ia diperintahkan untuk meniupkan ruh padanya." Muttafaqun 'alaih.
[8] ) Baca Tafsir Ibnu Katsir 2/76.
[9] ) Tafsir Ibnu Katsir 3/99.
[10] ) Baca Adhwa'ul Bayan oleh Syeikh Muhammad Al Amin As Syinqithy 4/197.
[11] ) Al Jawabul Kafi 56.
[12] ) Ma'alim At Tanzil, oleh Al Baghawy 1/97, Syarah Shahih Muslim oleh Imam An Nawawi 10/59, & Fathul Bari oleh Ibnu Hajar 6/411.
[13] ) Faidhul Qadir 5/437.
[14] ) Tafsir Al Qurthuby 13/206.
[15] ) Lihat Syarah Muslim oleh An Nawawi 8/399, dan Faidhul Qadir 5/642.
[16] ) Faidhul Qadir oleh Al Munawi 9/387.
[17] ) Idem 2/236.
[18] ) Syarah Shohih Bukhori oleh Ibn Batthol 3/48.
[19] ) Baca Tafsir Al Qurthuby 9/4, & Adhwaaul Bayan 2/267.
[20] ) Baca Tafsir At Thobary 15/359, dan Tafsir Al Qurthuby 9/51.
[21] ) Syarah Muslim oleh Imam An Nawawi 8/350 & 'Aunul Ma'bud 4/102.
[22] ) Tafsir Ibnu katsir 1/328.
[23] ) Bagi yang ingin mendapatkan penjelasan yang lebih luas tentang hukum meminta-meinta, silahkan baca buku: "Haramnya meminta-minta" karya Syeikh Muqbil bin hadi Al Wadi'i rahimahullah.