“BERLEBIHAN DALAM BERSIKAP”
خطورة الغلو والتطرف في الدين
اعداد علي شامان حسن
Oleh :Ali Saman Hasan,Lc.MA
Muqadimah
Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Allah subhanu wataa’la, dzat Yang telah menciptakan semesta alam, mengaturnya, mehidupkannya dan mematikannya. Tidak ada kekuatan dan kejayaan kecuali kekuatan dan kerajaan Allah yang Maha Abadi, tidak ada sekutu bagi Nya, Yang Maha Memaksa akan kehendakNya dan Perkasa dan tidak ada yang disembah kecuali Allah subhanu wata’ala.
Shalawat serta salam semoga terjunjung tinggi kepada nabi kita Muhammad bin Abdillah, nabi akhir jaman dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi yang telah gigih berjuang menegakkan agama Islam ini, dengan kesungguhan, kesabaran dan ketabahan, dan keridhaan Allah selalu menyertai para sahabatnya dan mengikutinya sampai akhir hayat mereka.
PEMBAHASAN PERTAMA ;
Pengertian berlebihan secara bahasa dan syari’at :
Secara bahasa :
Berkata Ibnu Faris: huruf tha dan raa dan faa adalah huruf-huruf asli, yang pertama menunjukan terhadap batas sesuatu, dan yang kedua adalah menunjukan atas ruang gerak-gerik dia yang ada didalamnya, dan ujung dari segala Sesuatu adalah ;”sesuatu yang akan habis di akhir dan penghujungnya , dan diartikan pula sesuatu yang keluar dari batas aslinya atau sesuatu yang keluar daripada setengahnya.
Pengertian secara Syari’at ;
Ulama terdahulu telah banyak mengartikan secara jelas dan secara syari’at makna tersebut diatas. Diantara mereka ada yang mengartikan; “ perkataan seseorang dan perbuatannya yang menyimpang dari syari’at”, dan ada beberapa istilah agama yang serupa dan memiliki hubungan perbuatan dengan kata-kata (التطرف ), seperti ( التنطع ) yaitu ; sikap berlebih-lebihan yang mengantarkan dia keluar dari garis ajaran sunnah. Pengertian yang lain juga sama dengan (الغلو)yaitu menambahi syari’at Islam diatas ketentuaannya atau berlebihan didalamnya , juga ada yang semakna dengan kata-kata tersebut diatas (التشدد و التعنت والتحمس
PEMBAHASAN KEDUA ;
Syariat mencela perbuatan (التطرف )
Perbuatan ini amatlah sangat tidak terpuji, karena bias mencoreng nama baik Islam dan muslimin dan memiliki pengaruh yang negative didalamnya, seperti diterangkan didalam hadits nabi;
عن الأحنف بن قيس عن عبد الله قال: قال رسول الله :( هلك المتنطعون ) قالها ثلاثا)
Dari al -ahnaf bin qais dari abdillah , dia berkata ; bersabda nabi ; Celaka dan binasa orang –orang al mutanati’ ( orang yang selalu berlebih-lebihan ) beliau mengucapkannya 3 kali .
Berkata al Iman an-nawawy; “Mereka adalah orang-orang yang berlebih-lebihan dan yang melampaui batas didalam perkataan mereka dan perbuatan mereka”
Berkata Al Imam Ibnu Hajar ;” Didalam hadits diatas ada peringatan tentang haramnya al gulluw dan melampaui batas dan juga diharamkan melampaui batas-batas agama didalam masalah ibadah dengan melibatkan diri dia untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh syariat, padahal Allah telah menjadikan syariat Islam ini mudah dan luwes .”
Disuatu ketika Nabi shallallahu alaihi wasalam menasehati para sahabatnya, seolah-olah itu adalahnasehat yang terakhir kali yang keluar dari mulut yang mulia Rasullah shallahu alaihi wasalam, sehingga air mata para sahabat bercucuran ;
عن العرباض رضي الله عنه قال: صلى بنا رسول الله الصبح ذات يوم، ثم أقبل علينا، فوعظنا موعظة بليغة، ذرفت منها العيون ووجلت منها القلوب، فقال قائل: يا رسول الله، كأن هذه موعظة مودع، فماذا تعهد إلينا، قال:( أوصيكم بتقوى الله، والسمع والطاعة، وإن عبدا حبشيا مجدعا، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا، فعليكم بسنتي، وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي تمسكوا بها، وعضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة )
Dari sahabat al irbath bin sariyah dia berkata ; Pada suatu hari Nabi shallahu alaihi wasalam dan para sahabatnya usai shalat subuh, beliau menghadap kepada kami dan beliau menasehati kami dengan suatu nasehat yang membuat air mata kami berlinang dan membuat hati kami takut, berkata seorang diantara kami ‘wahai rasullah seolah-olah ini adalah nasehet perpisahan, maka apa yang akan engkau sampaikan kepada kami , beliau berkata ( Aku wasiatkan kepada kalian dengan taqwa kepada Allah, serta mendengar dan taat meskipun yang memimpin kalian adalah seorang hamba dari etopia yang hina, karena barang siapa diantara kalian yang hidup akan mendapatkan perselisihan yang banyak, berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah khulafa rasidin yang telah diberikan petunjuk kepada mereka yang hidup setelahku pegangilah dengan kuat dengan gigi geraham kalian, dan jauhkanlah atas kalian perkara-perkara yang baru karena semua perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat.
روى ابن عباس رضي الله عنه أن رسول الله :
قال غداة العقبة ( أيها الناس إياكم والغلو في الدين، فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو في الدين )
Diriwayatkan dari Ibnu Abbasd bahwasan nya ; Rasullah s berkata disiang hari al aqobah ; ( wahai manusia jauhhilah atas kalian al gulluw (berlebih-lebihan dalam bersikap) didalam beragama karena sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang sebelum kalian adalah sifat tersebut )
Apabila seorang melihat kepada sejarah, kenapa orang-orang Nasrani sesat ? seperti ungkapan Allah didalam surat al Fatihah, karena mereka memiliki sifat al gulluw /berlebihan diatas manusia biasa ddidalam semua aspek, agar kebanyakan orang menyaksikan dia adalah pendeta, mereka berbeda didalam makanan, minuman dan pakaian. Bahkan didalam hubungan menikah dengan seseorangpun sangatlah berdeda. Yang lebih parah lagi mereka memiliki cara sendiri didalam beribadah dengan cara mengasingkan dirinya dari kebanyakan orang dengan cara bertapa atau membuat biara-biara wati, yang dibangun diatas alam pegunungan yang jarang disentuh dan dijamah oleh kebanyakan orang, dengan tujuan adalah ingin mendapatkan ketemtraman menurut mereka.
))وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاء رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putera Maryam; dam Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang.Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya.Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang yang fasik. (QS. 57:27)
Didalam banyak hadits nabi s, menerangkan bahwa agama Islam ini adalah agama yang mudah, seperti perkataan beliau yang mulia :
( يسروا ولا تعسروا )
(( Mudahkanlah dan jangalah kalian persulit ))
Sehingga Allah menamakan agama Islam yang kita cintai ini adalah agama al hanifiyyah dan al samhah, seperti didalam firman Allah :
))الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ((
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)
(( Al-Hanafiyyah adalah lawan daripada Syirik dan Al samhah adalah lawan dari sikap keras membatu dan penekanan diri ))
Perkataan Rasullah s ketika beliau mengutus Ali dan muadz ke Yaman:
قال لعلي ومعاذ رضي الله تعالى عنهما حين وجههما إلى اليمن: ( يسرا ولا تعسرا، وبشرا ولا تنفرا
Rasul berkata kepada Ali dan Muadz ketika diutus ke Yaman; (( Permudahkanlah dan jangan kalian persulit, berikanlah kabar gembira dan jangan kalian menjadikan mereka lari ))
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah :
(إن المشروع المأمور به الذي يحبه الله ورسوله ، هو الاقتصاد في العبادة، كما قال النبي : ( عليكم هديا قاصدا، عليكم هديا قاصدا (
Sesungguhnya yang disyariatkan dan diperintahkan Allah swt dan Rasulnya atas hambanya adalah berbuat ekonomis tidak berlebih didalam masalah ibadah sebagaimana sabda Nabi ; “ Wajib atas kalian mengambil petunjuk yang sesuai, wajib atas kalian mengambil petunjuk yang sesuai “.
Ini merupakan wasiat daripada pendahulu kita dari kalangan salaf sholih, mereka mengatakan bahwasannya sunnah adalah dengan mencukupkan apa yang datang dari Rasullah, dan selain dari pada itu merupakan perbuatan bid’ah dan kesesatan. Ketika seseorang yang mengambil petunjuk dari selainnya atau tidak merasakan ketenangan dengan mencukupkan kepada sunnah Nabi, Mungkin pertama kalinya dia akan mendapatkan pujian, sanjungan ataupun kebaikan tetapi dijamin akhirnya dia akan mendapatkan kesengsaraan didunia ini maupun diakhirat kelak. Lihatlah apa yang diusahakan daripada kelompok al gulluw ini dari fatwa-fatwa yang sifatnya dipaksakan dan prematur.
Hendaklah mereka selalu menjadikan pelajaran penting yang pernah diceritakan didalam hadits, tentang hakikat asal usul mereka yang selalu menyampingkan sunnah Nabi dan mereka inilah dikenal sebagai nenek moyang /generasi pertama kaum khawarij. Mereka meliki cirri-ciri orang-orang yang taat dan gemar ibadah kepada Allah tetapi menentang apa yang Allah dan rasulnya inginkan. Seperti didalam riwayat oleh abu said al khudriyyi ; bahwasannya ketika Rasullah mengutus Ali bin Abi thalib keYaman maka beliau Rasullah membagikan kekuasannya kepada beberapa orang penting untuk menarik mereka kepada islam dengan cara diberikan sebidang tanah negara Yaman , beliau telah membagikannya untuk empat orang ; untuk al aqraq bin habis al handoli, Uyainah ibn badar al fazary,al qomah al amiry, seseorang dari suku Kilab, zaid al khair altoiy dan seseorang dari suku nabhan.maka berkata seseorang dari suku quraisy , kenapa hanya diberkan kepada para tokoh najad dan kita tidak mendapatkannya ?maka nabi langsung menjawab : “ sesungguhnya aku memberikan kepada mereka agar merekan menjadi lebih dekat kepada Islam “ ,maka datanglah seseorang yang memiliki jenggut yang tebal, wajah yang cerah,mata yang cekung dan jidat yang hitam serta kepala botak (cirri-ciri orang yang gemar ibadah ) seraya ia berkata ; Berbuat adilah wahai Muhammad ! maka seraya nabi menjawabnya ; Siapa yang akan taat kepada Allah jika aku bermaksiat kepada NYa, apakah ada orang yang kalian percayai lebih daripadaku diatas muka bumi ini atau kalian tidak percaya kepadaku ? kemudian orang tersebut pergi , dan mulailah para sahabat ijin untuk menemui orang tadi sepertinya dia adalah Khalid bin al walid, maka setelah itu nabi bersabda : “ Akan muncul dari mereka itu suatu kaum yang membaca al qur’an akan tetapi bacaan mereka hanya sampai kepada kerongkongan mereka tidak meresap kedalam sanubarinya, mereka akan memerangi orang Islam dan akan menyerukan kepada pemuja berhala dan mereka akan keluar dari pada Islam sebagai mana anak panah keluar dari pada busurnya, dan apabila kalian mendapati mereka maka bunuhlah mereka seperti kaum aad telah terbunuh .”
PEMBAHASAN KETIGA;
SEBAB-SEBAB MUNCULNYA ALTATORUF;
1. Mayoritas kaum muslimin sudah berpaling dari ajaran Islam.
Ajaran Islam yang telah diajarkan oleh Nabi hanya tinggal namanya saja, mereka mengenal Islam hanya sebatas budi pekerti yang tidak ada bedanya dengan agama lain. Sehingga mereka meninggalkan aqidah, Ibadah, syariat dan akhlaq dengan alasan supaya hidup dengan baju internasional yang bias masuk kedalam semua aspek. Fenomena ini kita jumpai didalam kehidupan kaum muslimin baik dikalangan arab ataupun non arab.dari faktor inilah kita bias melihat banyaknya bid’ah, aqidah dan keyakinan yang liberal, perpecahan dan permusuhan dikalangan kaum muslimin.
2. Kejahilankaum muslimin dengan Ilmu syariat Islam.
Islam telah datang dengan kesempurnaan yang telah membawa perdamaian bagi semua umat pemeluknya dan non pemeluknya. Akan tetapi karena sifat malas untuk menuntut ilmu syariat agama islam menjadikan mereka berbuat guluww dan cenderung dengan kekerasan dalam berbuat tanpa melihat sisi syariat lagi apakah diperbolehkan Allah dan rasul NYa apakah tidak ? hal ini kita rasakan dan kita lihat sebagian mereka yang berbuat kerusakan diatas bumi ini dengan mengatas namakan Islam, ternyata mereka belum mengerti fikih berjihad, tetapi mereka hanya mengerti mati syahid bias masuk surga.
3. Kesengjangan dan adanya jurang pemisah antara Ulama dengan para pemuda penuntut ilmu
Hal ini sering kita dapati, dengan muculnya perkataan ; cukup kita memiliki niata dan hati yang baik didukung dengan semangat tinggi untuk menegakkan agama yang mulia ini,wal hasil mereka berbuat keonaran dan perusakan dengan tanpa dasar ilmu. Dengan dasar pemikiran mereka Ulama hanya saja mengatasi masalah agama saja namum hal ini jangan. Padahal semua urusan kita tidak dipisahkan dengan agma dan Ulama. Terlebih-lebih dinegara-negara yang jauh daripada Ulama yang masih mengacu kepada dasar semangatjihad saja tanpa Ilmu .
4. Adanya koreksi terhadap pemahaman manhaj kelompok-kelompok da’wah.
Banyak sekali kelompok-kelompok da’wah yang melahirkan program kerja mereka hanya mengacu kepada perasaan seseorang dan tujuan-tujuan dunia yang ada dibelakangnya. Sehingga tidak heran kalau sepak terjang mereka selalu mengadopsi dari kegiatan yang telah terjadi dan dominasi dinegrinya plus kurangnya dasar keilmuan mereka yang pendek dan dangkal. Karena banyak pola pikiran mereka mengakibatkan mereka salaing menyerang dan menyalahkan dan tidak menerima perbedaan antara mereka dengan alasan berdeda pola pikir, tidak pernah berusaha menyatukan pikiran dan pola pikir mereka kepada al qur’an dan sunnah.
5. Perasaan yang sempit, tidak pernah sabar akan hasil dan lemahnya hikmah da’wah.
Yang demikian ini sangat banyak dari kalangan para pemuda kita yang terburu-buru ingin melihat hasil da’wah,. Tidak sabar melihat umat yang telah rusak aspek kehidupan mereka, sehingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
6. Adanya Ulama –ulama muda yang belum sampai derajat mereka kepada seorang ahli ilmu, tetapi mengaku sebagai ulama .
Ketidak sabaran dan ketidak cocokan terhadap fatwa ulama besar yang memicu mereka untuk menjadi demikian. Karena dorongan ingin cepat lihat hasil yang nyata ibarat membalikkan telapak tangan .
7. Mengaku meliki gelar sebagai ahli ilmu padahal mereka tidak memiliki sedikitpun dasar-dasar ilmu Islam.
8. Fanatic dank eras dalam beragama, yang dimaksudkan disini adalah bersikap keras dan fanatic didalam beragama dengan kelaur dari dasar ajarannya yang benar dengan cara mebebankan kepada dirinya suatu beban yang tidak pernah diwajibkan menjadi wajib baginya. Ini merupakan ciri-ciri nyata para kaum khawarij yang datang sikap ini .
9. Sifat kecemburuan didalam agama didasarkan dengan perasaan. Sesuatu perbuatan yang kita jumpai diluar bukanlah semua perlu kita ia kan, disana ada syariat yang telah datang menerangkannya tapi ternyata tidak sesuai dengan kecemburuan kita yang telah menyarang didalam diri kita.
PEMBAHASAN KE EMPAT;
FENOMENA AL GULUWU WA TATORRUF
1. Berbuat curang terhadap hak-hak orang lain yang seharusnya dipelihara dengan baikdan diberikan kepada yang berhak menerimanya.
2. Mengharuskan seseorang kepada perbuatan yang sunnah seperti; rawatib, shalat malam dan sholat duha dan mengagapnya sebagi kewajiban dan selalu mementingkan subtasial agama dan mengapgap kafir atau ateis orang yang meninggalkannya, tanpa mengurangi keutamaan orang yang selalu menjaganya dengan imbalan pahala diakhirat kelak.
3. Suu’ dzon kepada orang lain, mengamati mereka dengan kaca mata hitam dari kesalahannya dan melupakan kebaikan mereka dan megunungkan kesalahan mereka tanpa cara lemah lembut dan sopan santun .
4. Keras didalam bermuamalah, dan tutur kata dan juga didalam berdawah.
5. Selalu menaruh curiga kepada kegiatan besar seperti muktamar, seminar yang membicarakan kepentingan kaum muslimin dan menjadikannya sebagai makar atas dirinya.
6. Sebagian mereka hanya belajar melalui kaset, cd dan mengabaikan duduk dengan para Ulam adan ahli ilmu.
7. Merekamenghalalkan perbuatan mecuri harta orang-orang kafir atau yang mereka telah kafirkan dengan alasan akan dibagikan kepada fakir dan miskin dari kalangan kaum muslimin.
8. Membatasi ikatan keluarga mereka dengan menikahkan anaknya dengan orang yang sepengajian dan mengabaikan yang lain yang bukan dari pengajiannya walaupun telkah memenuhi kreteria.
9. Mengisolir diri mereka dan tidak bergaul dengan kebanyakan orang dan selalu menghindari bahkan lari langkah seribu ketika mendapatkan tugas negara dan menjadi pegawai negri didalam negaranya.
10. Mengharamkan semua transaksi perbankan konvensional dan meratakan hukum didalamnya dan menggapnya sebagai memusuhi Allah.
11. Tidak pernah perduli dengan indentitas diri seperti ktp, kk dll, dan mengangapnya sebagai penggugur kerahasiannya.
12. Tidak memiliki kesiapan untuk berbeda keyakinan dan sisi pandang dengan yang lain ketika orang lain berbeda langsung menjauhinya.
13. Menganggap sama setiap orang yang melakukan kemasitan dengan mengatakan tidak menghormati batas –batas kesucian Islam dan ketaatan kepada Allah dan mengakafirkan mereka.
14. Keluar dari ketaatan kepada pemerintah yang sah, dan menyerukan kepada pihak lain untuk berbuat sama dan membuat makar yang akan medukung mereka untuk menjatuhkan pemerintah yang sah .
15. Mudah menghukumi masyakat islam yang ada dengan masyarakat kafir jahiliyyah.
16. Menghukumi negara-negara islam yang tidak menegakkan hokum-hukum Islam dengan negara kafir
17. Meruju kepada keyakinan khawarij didalam mengkafirkan pemerintah.
18. Fanatik terhadap seseorang dalam masalah hukum dan menganggap yang lain adalah bathil.
SIFAT-SIFAT MEREKA YANG PERNAH DISEBUTKAN DALAM SYARIAT ;
1. Ulama-ulama muda yang tidak banyak berilmu
( يخرج قوم في آخر الزمان أحداث الأسنان، سفهاء الأحلام، يقولون من خير قول البرية يقرؤون القرآن لا يجاوز تراقيهم، يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية، فأينما لقيتهم فاقتلهم، فإن في قتلهم أجرا لمن قتلهم يوم القيامة )
“ Akan datang nanti diakhir zaman generasi-generasi muda dan belum cukup usia mereka berkata dengan menggunnakan perkataan Rasullah dan membaca alqur’an akan tetapi hanya sampai kerongkongan mereka dan mereka keluar dari ajaran Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya, maka dimanapun kalian dapatkan mereka bunuhlah karena mebunuh mereka akan memdapatkan ganjaran dihari kiamat.”
Hadits ini menggambarkan tentang keadaan mereka, yang penuh dengan kebodohan dan kekerasan, terburu-buru dalam bersikap menjadi cirri-ciri penting didalam tubuh mereka sehingga mereka mengambil fatwa dan orang-orang yang belum banyak mengarungi bahtera ilmu yang luas nan dalam. Sampai membaca alqur’an dan haditspun hanya sekedar hiasan yang menghiasnya tanpa mengahayatinya dengan makna yang benar.
2. Bangga akan diri sendiri ;
روى عبد الرزاق عن معمر عن قتادة رضي الله عنه قال: قال النبي :(سيكون في أمتي اختلاف وفرقة، وسيأتي قوم يعجبونكم، أو تعجبهم أنفسهم، يدعون إلى الله، وليسوا من الله في شيء، يحسبون أنهم على شيء، وليسوا على شيء، فإذا خرجوا عليكم، فاقتلوهم، الذي يقتلهم أولى بالله منهم"، قالوا: وما سمتهم؟ قال: "الحلق" )
Diriwayatkan dari Abdurrozak dari ma’mar dari qotadah ia berkata berkata rasullah : Aka nada dari umatku perselisihan dan perpecahan dan suatu kaum yang merasa takjub kepada kalian atau mereka merasa takjub akan diri mereka sendiri mereka menyeru kepada Allah dan tidak mendapatkan sedikitpun dari Allah pahala, mereka menyangka bahwa mereka diatas kebaikan akan tetapi sedikitpun mereka tidak dekat dengan kebaikan maka apabila mereka berada bersama kalian bunuhlah mereka yang membunuh mereka lebih baik disisi Allah, mereka bertanya apa ciri-ciri mereka ; beliau berkata ; berkepala yang botak ))
3. Menghujat dan mencela para Ulama;
Mereka sangat gemar mencela para Ulama yang Rabaniyin dengan mencela niat-niat mereka yang ikhlas dan menuduh mereka menjilat para pemimpin negara dan pemerintah, menganggap mereka ulama kerajaan, ulama pemerintah dan lainnya bahkan tidak tanggung –tanggung mereka mengatakan sesat dan kafir kepada mereka .
4. Mendahulukan akal daripada Naql( Nash syariat yang baku ),
Diriwayatkan dari sababat abi said al khudriyyi beliau berkata ; ketika Rasullah membagi harta rampasan perang kepada yang berhak menerimanya, datanglah seseorangyang bernama dzil khuwaisiroh at tamimi dan seraya berkata ; Berbuat adil lah wahai Rasullah! Maka beliau menjawab; Celaka Engkau, kalau aku tidak berbuat adil maka siapa yang adil? Umar berkata Ya Rasullah biarkan dan ijinkan diriku memenggal lehernya, maka nabi menjawab ; Biarkanlah , sesungguhnya dia memiliki temen serupa dengannya, mereka merendahkan sholat orang lain dibandingkan dengan sholatnya dan puasa orang lain dengan puasa mereka, mereka keluar daripada Islam seperti halnya anak panah dari busurnya ….
5. Berbuat Suu Dzan ( berburuk sangka )
Seperti yang digambarkan didalam hadits diatas dzul khuwaisiroh berburuk sangka terhadap Rasullah
6. Banyak ber’ibadah dan melakukan fadhail ‘amal
Seperti hadits diatas mereka merendahkan shalat kalian dengan shalat mereka dan puasa kalian dengan puasa mereka menunjukkan mereka adalah ahli ibadah.
7. Berbuat anarkis kepada pemimpin yang telah disepakati oleh mayoritas orang.
Berkata Ibnu Hajar : “Sifat ini adalah sifat orang-orang khawarij yang mana mereka itu tidak taat kepada pemimpin /al Khulafa .”
8. Kelompok kajian rahasia dan eksklusif
Bentuk kajian dan perkumpulan seperti ini mereka dirikan dalam rangka merongrong negara yang telah mereka kafirkan. Mereka berdalih akan memperbaikinya dengan cara menjatuhkannya dan menggulingkannya tanpa ragu-ragu. Umar bin Abdul aziz berkata ;” Apabila kalian mendapatkan suatu kelompok yang sembunyi-sembunyi ketika membicarakan agama mereka tanpa melibatkan kebanyakan manusia maka curigailah mereka dan ketahuilah mereka itu berada didalam kesesatan.”
Dari sisi ini para ulama menambahkan beberapa hal yang membuat mereka tertutup ;
a. Fanatik terhadap pendapat seseorang tanpa dalil.
b. Mengankat tokoh untuk kepentingan perkumpulannya dan kelompoknya.
c. Taklid buta dan sesat dalam berfikir.
d. Berani berfatwa tanpa Ilmu.
e. Tidak seimbang dalam berfikir antara dunia dengan akhirat.
f. Salah memahami permasalahan-permasalahan agma Islam.
Dari sinilah kita akan sadar akan hakekat altataruf dengan cara melihat langsung pengaruh dan dampaknya didalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Dan sempat menjadikan dan menarik gambaran manusia tentang Islam kedalam suatu yang negative. Oleh karena itu al gulluw dan al tatoruf bias kita kenal dalam agama Islam yang kuita cintai ini sebagai bentuk amalan-amalan pikiran manusia yang kita nyatakan sebagai berikut ini ;
1. Sebagai bid’ah dalam beragama.
2. Sebagai sebab hancurnya umat manusia .
3. Menyerupai orang-orang Nasharani dalam beragama.
4. Memberatkan diri kita sendiri .
5. Keluar dari agama yang mulia dan lurus ini.
6. Sebab murtadnya seseorang dari agama Allah.
7. Kaku dalam menafsirkan nash Alqur’an dan asunnah sehingga keluar dari makna yang sahih.
8. Mengharuskan seseorang kepada sesuatu yang tidak pernah diwajibkan Allah dan RasulNYa.
9. Meninggalkan perkara-perkara yang mubah seperti makan,minum dan nikah.
10. Meninggalkan yang halal karena alasan bahwa itu haram padahal bukan dari agama.
PEMBAHASAN KE LIMA
SYUBHAT DIDALAM MASALAH GULUW & TATARUF
Syubhat ini sering sekali kita dengar dan menjadi permasalahan penting yang wajib kita terangkan tentang hakikatnya, salah satunya adalah sebagai berikut ini :
1. Bunuh diri dalam rangka untuk jihad ( Bom bunuh diri, komando jihad dll )
Allah telah mengharamkan bunuh diri dengan apapun bentuknya dan niatnya, karena jiwa manusia bukan manusia yang memilikinya akan tetapi Allah . Jiwa kita ini adalah titipan Allah dan Dial ah yang berhak untuk mengambilnya:
وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا رَحِيماً ، وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيراً
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. 4:29)
عن جندب بن عبد الله رضي الله عنه قال: قال رسول الله : ( كان فيمن كان قبلكم رجل به جُرح، فجزع، فأخذ سكيناً، فحزّ بها يده، فما انقطع الدمُ حتى مات. قال الله تعالى: بادرني عبدي بنفسه، حرّمت عليه الجنة)
Dari Jundub bin abdillah dia berkata : Bersabda Rasullah ( Adalah dahulu sebelum kalian ada seseorang yang terluka kemudian dia mengeluh kesakitan maka dia mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya sehingga darahnya habis dan meninggal, maka Allah berkata ; “ Hambaku telah mendahului KU atas dirinya dan aku haramkan atanya surga)
Cerita yang sangat popular dalam masalah ini adalah cerita Usmah bin zaid beliau berkata ;( ketika Nabi mengutus kami kepada Al Hirqoh bin juhainah, sampailah kami diwaktu pagi dan kami langsung berperang dan kami menyerang mereka, maka aku dan seorang dari orang Anshor mendapatkan seseorang yang ada dihadapan kami maka ketika pedang kami sudah mengalahkan pedangnya orang tersebut mengucapkan kalimat Lailaha illaloh, dan aku membunuhnya, aku ceritakan hal ini kepada Rasullah, dan beliau menjawab; wahai Usamah kenapa engkau membunuh seseorang yang mengucapkan Laila ha illaloh? Lantas aku menjawab ; ya Rasullah sesungguhnya mengucapkannya akan terbebas dari terkaman pedangku, maka nabi terus mengulangi perkataan tadi berkali-kali, sehingga tercetus dari pikiranku, kalau lah aku menjadi belum masuk Islam sebelum hari itu.
Demikian, banyak sekali cerita tentang syubhat ini akan tetapi inilah yang paling terkenal dizaman kita sekarang ini.mudah-mudahan bermanfaat bagi Islam dan Muslimin dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mengikuti sunnah.
Rabu, 20 Januari 2010
Selasa, 20 Oktober 2009
JANGAN RUNTUHKAN AMALANMU
Jangan Engkau runtuhkan Pahalamu
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! Ketika hari raya telah tiba, saya yakin saudara mengenakan baju baru, sehingga saudara tampil lebih cakap nan rupawan. Akan tetapi pernahkan saudara mengamati pakaian yang anda kenakan?
Tahukah anda, bagaimana pakaian anda ini dibuat, dimaulai dari kapas, kemudian dipintal dan proses lain selanjutnya, hingga akhirnya sampai ke tangan anda dan anda kenakan? Semuanya dilakukan dan diproses dengan tekhnologi canggih. Sehingga sekarang ini, anda tidak perlu pusing-pusing mengetahui proses pembuatannya.
Akan tetapi tidakkah saudara pernah dibawa oleh lamunan saudara, kepada suatu pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan disaat nenek moyang saudara sedang memintal benang, lalu menenunnya, dan kemudian mewarnainya dan akhirnya dengan kedua tangannya, mereka menjahitnya menjadi pakaian lebaran untuk anak-anaknya. Semua proses dari tahap ke tahap selanjutnya dilakukan dengan peralatan yang serba sederhana dan dikerjakan dengan kedua tangan sendiri.
Saudara bisa bayangkan, betapa besar rasa bahagia putra-putri mereka tatkala mendapatkan pakaian tersebut. Bagai mereka, hari raya Iedul Fitri terasa begitu bahagia, senyuman lebar senantiasa menghiasi bibir mereka.
Demikianlah kira-kira gambaran nenek moyang saudara tatkala mempersiapkan pakaian Iedul Fitri untuk anak-anaknya.
Akan tetapi coba saudara sedikit menambahkan gambaran baru pada lamunan saudara. Tatkala salah saorang dari nenek saudara yang telah berjuang siang dan malam. Ia dengan sabar memintal kapas menjadi benang, lalu melanjutkan perjuangannya dengan merajutnya menjadi selembar kain sehingga siap untuk dijahit menjadi pakaian. Rasa gembira telah menghampiri raut wajah anak-anaknya, karena merasa tak lama lagi pakaian Ied mereka segera jadi.
Diluar dugaan, sang nenek bukannya melanjutkan perjuangan dengan menjahit kain hasil tenunannya, ia malah kembali mengurai hasil tenunannya menjadi benang. Dan ia terus mengurai benang itu kembali menjadi onggokan kapas.
Saudara bisa bayangkan, bagaimana perasaan dan sikap putra-putri sang nenek tersebut? Kebahagiaan yang telah menghampiri mereka sekejap sirna, dan tawa ria berubah menjadi jerit tangis duka.
Saudaraku! Menurut hemat saudara, perbuatan nenek itu baik atau tercela? Dan andai saudara adalah salah seorang putra atau putri nenek tersebut, bagaimana perasaan saudara menyaksikan perbuatan ibunda tersebut?
Ini adalah gambaran sederhana bagi keadaan yang semoga tidak sedang saudara alami. Setelah saudara dengan segara daya dan upaya merajut kebahagiaan dan keberhasilan di bulan Ramadhan. Setelah saudara mulai merasakan indahnya sholat berjamaah di masjid. Setelah saudara merasakan betapa damainya batin saudara yang jauh dari bisikan setan. Setelah saudara merasakan betapa bahagianya menikmati hidangan buka puasa. Dan setelah saudara mulai merasakan betapa manisnya keimanan. Akankah semuanya itu kembali saudara uraikan satu demi satu? Akankah saudara dengan kedua tangan dan kaki saudara meruntuhkan tumpukan pahala yang telah tersusun rapi di lembar catatan amal saudara? Hanya saudaralah yang mampu membuktikan berbagai pertanyaan di atas.
وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلاً بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ النحل 92
"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali." An Nahel 92
Saudaraku! Walau demikian, ada satu indikasi yang dapat saudara jadikan pedoman dalam mengenali apakah sekarang ini saudara sedang memupuk subur pahala yang telah saudara kumpulkan atau sedang meruntuhkannya kembali.
Anda penasaran ingin mengetahui apakah indikasi tersebut? Indikasi tersebut ialah amalan saudara sendiri.
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ { المؤمنون 60
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." Al Mukminun 60-61
Pada suatu hari 'Aisyah radhiallahu 'anha bertanya kepada Nabi Muhammad tentang maksud ayat ini: Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud oleh ayat ini ialah orang-orang yang biasa mabok-mabok minum khomer, dan mencuri? Menanggapi pertanyaan istri tercintanya ini, Nabi bersabda:
(لاَ يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُمُ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ، وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لاَ يُقْبَلَ مِنْهُمْ، أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِى الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ رواه أحمد والترمذي وابن ماجة
"Bukan, wahai Putri As Shiddiq! Akan tetappi mereka itu adalah orang-orang yang rajin berpuasa, mendirikan sholat, dan bersedekah, walau demikian mereka senantiasa kawatir bila amalan mereka tidak diterima Allah, karenanya mereka selalu bersegera dalam mengamalkan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." Riwayat Ahmad, At Tirmizy dan Ibnu Majah
Tidak heran saudaraku bila dahulu para ulama' dan orang-orang sholeh senantiasa berjuang untuk beramal sholeh setiap waktu. Mereka senantiasa mengingat dan menyadari bahwa pada suatu saat nanti mereka pasti menghadap kepada Pencipta mereka yaitu Allah Yang Maha Keras Siksa-Nya. Mereka hanya memiliki satu batas waktu untuk berhenti dari perjuangan beramal sholeh:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ الحجر 99
"dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang kepastian (ajal)." Al Hijer 99
Karena perjalanan ibadah saudara demikian panjang, tidak heran bila Nabi mengajarkan kepada umatnya agar mereka bersikap yang proporsional dalam beramal. Tidak telalu memaksakan diri dengan mengamalkan amalan yang terlalu berat baginya dan tidak lemah semangat sehingga malas beramal.
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ) متفق عليه
"Wahai para manusia! Amalkanlah amalan yang kalian kuasa untuk menjalankan dengan terus menerus, karena Allah tidak akan pernah merasa bosan, walaupun kalian telah dihinggapi rasa bosan untuk beribadah. Dan sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai ialah amalan yang diamalkan dengan kontinyu walaupun hanya sedikit." Muttafaqun 'alaih.
Saudaraku! Bila pada bulan Ramadhan, anda telah mengenal ibadah puasa, sholat malam, sedekah kepada fakir-miskin, membaca Al Qur'an, dan ibadah lainnya, akankah semua itu tenggelam bersama tenggelamnya bulan Ramadhan?
Tidakkah saudara merasa terpanggil untuk meneruskan amal ibadah itu walau hanya sedikit, sehingga hari-hari saudara senantiasa dihiasi dengan aliran pahala dan kedamaian karena berada dekat dengan Allah?
Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat istiqamah dalam beribadah kepada-Nya. Hanya dengan demikian kita dapat menjaga rangkaian pahala yang telah tersusun rapi pada lembaran amal kita dan tidak kembali meruntuhkannya satu demi satu. Wallahu a'alam bisshowab.
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! Ketika hari raya telah tiba, saya yakin saudara mengenakan baju baru, sehingga saudara tampil lebih cakap nan rupawan. Akan tetapi pernahkan saudara mengamati pakaian yang anda kenakan?
Tahukah anda, bagaimana pakaian anda ini dibuat, dimaulai dari kapas, kemudian dipintal dan proses lain selanjutnya, hingga akhirnya sampai ke tangan anda dan anda kenakan? Semuanya dilakukan dan diproses dengan tekhnologi canggih. Sehingga sekarang ini, anda tidak perlu pusing-pusing mengetahui proses pembuatannya.
Akan tetapi tidakkah saudara pernah dibawa oleh lamunan saudara, kepada suatu pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan disaat nenek moyang saudara sedang memintal benang, lalu menenunnya, dan kemudian mewarnainya dan akhirnya dengan kedua tangannya, mereka menjahitnya menjadi pakaian lebaran untuk anak-anaknya. Semua proses dari tahap ke tahap selanjutnya dilakukan dengan peralatan yang serba sederhana dan dikerjakan dengan kedua tangan sendiri.
Saudara bisa bayangkan, betapa besar rasa bahagia putra-putri mereka tatkala mendapatkan pakaian tersebut. Bagai mereka, hari raya Iedul Fitri terasa begitu bahagia, senyuman lebar senantiasa menghiasi bibir mereka.
Demikianlah kira-kira gambaran nenek moyang saudara tatkala mempersiapkan pakaian Iedul Fitri untuk anak-anaknya.
Akan tetapi coba saudara sedikit menambahkan gambaran baru pada lamunan saudara. Tatkala salah saorang dari nenek saudara yang telah berjuang siang dan malam. Ia dengan sabar memintal kapas menjadi benang, lalu melanjutkan perjuangannya dengan merajutnya menjadi selembar kain sehingga siap untuk dijahit menjadi pakaian. Rasa gembira telah menghampiri raut wajah anak-anaknya, karena merasa tak lama lagi pakaian Ied mereka segera jadi.
Diluar dugaan, sang nenek bukannya melanjutkan perjuangan dengan menjahit kain hasil tenunannya, ia malah kembali mengurai hasil tenunannya menjadi benang. Dan ia terus mengurai benang itu kembali menjadi onggokan kapas.
Saudara bisa bayangkan, bagaimana perasaan dan sikap putra-putri sang nenek tersebut? Kebahagiaan yang telah menghampiri mereka sekejap sirna, dan tawa ria berubah menjadi jerit tangis duka.
Saudaraku! Menurut hemat saudara, perbuatan nenek itu baik atau tercela? Dan andai saudara adalah salah seorang putra atau putri nenek tersebut, bagaimana perasaan saudara menyaksikan perbuatan ibunda tersebut?
Ini adalah gambaran sederhana bagi keadaan yang semoga tidak sedang saudara alami. Setelah saudara dengan segara daya dan upaya merajut kebahagiaan dan keberhasilan di bulan Ramadhan. Setelah saudara mulai merasakan indahnya sholat berjamaah di masjid. Setelah saudara merasakan betapa damainya batin saudara yang jauh dari bisikan setan. Setelah saudara merasakan betapa bahagianya menikmati hidangan buka puasa. Dan setelah saudara mulai merasakan betapa manisnya keimanan. Akankah semuanya itu kembali saudara uraikan satu demi satu? Akankah saudara dengan kedua tangan dan kaki saudara meruntuhkan tumpukan pahala yang telah tersusun rapi di lembar catatan amal saudara? Hanya saudaralah yang mampu membuktikan berbagai pertanyaan di atas.
وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلاً بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ النحل 92
"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali." An Nahel 92
Saudaraku! Walau demikian, ada satu indikasi yang dapat saudara jadikan pedoman dalam mengenali apakah sekarang ini saudara sedang memupuk subur pahala yang telah saudara kumpulkan atau sedang meruntuhkannya kembali.
Anda penasaran ingin mengetahui apakah indikasi tersebut? Indikasi tersebut ialah amalan saudara sendiri.
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ { المؤمنون 60
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." Al Mukminun 60-61
Pada suatu hari 'Aisyah radhiallahu 'anha bertanya kepada Nabi Muhammad tentang maksud ayat ini: Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud oleh ayat ini ialah orang-orang yang biasa mabok-mabok minum khomer, dan mencuri? Menanggapi pertanyaan istri tercintanya ini, Nabi bersabda:
(لاَ يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُمُ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ، وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لاَ يُقْبَلَ مِنْهُمْ، أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِى الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ رواه أحمد والترمذي وابن ماجة
"Bukan, wahai Putri As Shiddiq! Akan tetappi mereka itu adalah orang-orang yang rajin berpuasa, mendirikan sholat, dan bersedekah, walau demikian mereka senantiasa kawatir bila amalan mereka tidak diterima Allah, karenanya mereka selalu bersegera dalam mengamalkan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." Riwayat Ahmad, At Tirmizy dan Ibnu Majah
Tidak heran saudaraku bila dahulu para ulama' dan orang-orang sholeh senantiasa berjuang untuk beramal sholeh setiap waktu. Mereka senantiasa mengingat dan menyadari bahwa pada suatu saat nanti mereka pasti menghadap kepada Pencipta mereka yaitu Allah Yang Maha Keras Siksa-Nya. Mereka hanya memiliki satu batas waktu untuk berhenti dari perjuangan beramal sholeh:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ الحجر 99
"dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang kepastian (ajal)." Al Hijer 99
Karena perjalanan ibadah saudara demikian panjang, tidak heran bila Nabi mengajarkan kepada umatnya agar mereka bersikap yang proporsional dalam beramal. Tidak telalu memaksakan diri dengan mengamalkan amalan yang terlalu berat baginya dan tidak lemah semangat sehingga malas beramal.
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ) متفق عليه
"Wahai para manusia! Amalkanlah amalan yang kalian kuasa untuk menjalankan dengan terus menerus, karena Allah tidak akan pernah merasa bosan, walaupun kalian telah dihinggapi rasa bosan untuk beribadah. Dan sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai ialah amalan yang diamalkan dengan kontinyu walaupun hanya sedikit." Muttafaqun 'alaih.
Saudaraku! Bila pada bulan Ramadhan, anda telah mengenal ibadah puasa, sholat malam, sedekah kepada fakir-miskin, membaca Al Qur'an, dan ibadah lainnya, akankah semua itu tenggelam bersama tenggelamnya bulan Ramadhan?
Tidakkah saudara merasa terpanggil untuk meneruskan amal ibadah itu walau hanya sedikit, sehingga hari-hari saudara senantiasa dihiasi dengan aliran pahala dan kedamaian karena berada dekat dengan Allah?
Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat istiqamah dalam beribadah kepada-Nya. Hanya dengan demikian kita dapat menjaga rangkaian pahala yang telah tersusun rapi pada lembaran amal kita dan tidak kembali meruntuhkannya satu demi satu. Wallahu a'alam bisshowab.
JANGAN RUNTUHKAN AMALANMU
SAKARATUL MAUT
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya?
Agar anda dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, coba anda kembali mengingat raut wajah mereka ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.
Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu (Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):
إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ - قَالَ - فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ - قَالَ - فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ - يَعْنِى بِهَا - عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا
"Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang baik,bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah". Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu harum." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak.
Adakah keraguan pada diri anda bahwa Nabi Muhammad dalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut. Olehkarena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda:
(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ) رواه البخاري
"Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih." Riwayat Imam Bukhari.
Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab bertanya kepada Ka'ab Al Ahbaar:
يا كعب حدثنا عن الموت، قال: يا أمير المؤمنين غصن كثير الشوك يدخل في جوف الرجل فتأخذ كل شوكة بعرق يجذبه رجل شديد الجذب، فأخذ ما أخذ، وأبقى ما أبقى.
"Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" Riwayat Abu Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya'.
شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلي في القدور. ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم
Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak."
Bila demikian dahsyatnya rasa sakti yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:
وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ - قَالَ - فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني
"Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam,membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keraas, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan?
Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-betul menyakitkan.
Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.
Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan?
Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah?
Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.
(زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ) رواه مسلم
"Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian." Riwayat Muslim.
Saudaraku! Ada satu pertanyaan yang tidak mungkin anda temukan jawabannya sebelum anda mengalaminya sendiri: Termasuk golongan manakah diri anda, apakah termasuk golongan orang-orang mukmin yang dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut ataukah termasuk golongan yang kedua?
Karenanya, marilah kita berjuang, dan berdoa memohon kepada Allah agar diri kita –dengan rahmat dan kemurahan Allah- dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keteguhan dan kemudahan ketika menghadapi Malaikat Maut dimudahkan. Amiin.
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya?
Agar anda dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, coba anda kembali mengingat raut wajah mereka ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.
Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu (Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):
إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ - قَالَ - فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ - قَالَ - فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ - يَعْنِى بِهَا - عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا
"Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang baik,bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah". Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu harum." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak.
Adakah keraguan pada diri anda bahwa Nabi Muhammad dalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut. Olehkarena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda:
(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ) رواه البخاري
"Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih." Riwayat Imam Bukhari.
Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab bertanya kepada Ka'ab Al Ahbaar:
يا كعب حدثنا عن الموت، قال: يا أمير المؤمنين غصن كثير الشوك يدخل في جوف الرجل فتأخذ كل شوكة بعرق يجذبه رجل شديد الجذب، فأخذ ما أخذ، وأبقى ما أبقى.
"Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" Riwayat Abu Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya'.
شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلي في القدور. ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم
Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak."
Bila demikian dahsyatnya rasa sakti yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:
وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ - قَالَ - فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني
"Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam,membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keraas, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan?
Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-betul menyakitkan.
Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.
Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan?
Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah?
Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.
(زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ) رواه مسلم
"Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian." Riwayat Muslim.
Saudaraku! Ada satu pertanyaan yang tidak mungkin anda temukan jawabannya sebelum anda mengalaminya sendiri: Termasuk golongan manakah diri anda, apakah termasuk golongan orang-orang mukmin yang dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut ataukah termasuk golongan yang kedua?
Karenanya, marilah kita berjuang, dan berdoa memohon kepada Allah agar diri kita –dengan rahmat dan kemurahan Allah- dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keteguhan dan kemudahan ketika menghadapi Malaikat Maut dimudahkan. Amiin.
SAKARATUL MAUT
SAKARATUL MAUT
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya?
Agar anda dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, coba anda kembali mengingat raut wajah mereka ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.
Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu (Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):
إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ - قَالَ - فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ - قَالَ - فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ - يَعْنِى بِهَا - عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا
"Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang baik,bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah". Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu harum." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak.
Adakah keraguan pada diri anda bahwa Nabi Muhammad dalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut. Olehkarena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda:
(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ) رواه البخاري
"Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih." Riwayat Imam Bukhari.
Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab bertanya kepada Ka'ab Al Ahbaar:
يا كعب حدثنا عن الموت، قال: يا أمير المؤمنين غصن كثير الشوك يدخل في جوف الرجل فتأخذ كل شوكة بعرق يجذبه رجل شديد الجذب، فأخذ ما أخذ، وأبقى ما أبقى.
"Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" Riwayat Abu Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya'.
شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلي في القدور. ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم
Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak."
Bila demikian dahsyatnya rasa sakti yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:
وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ - قَالَ - فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني
"Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam,membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keraas, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan?
Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-betul menyakitkan.
Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.
Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan?
Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah?
Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.
(زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ) رواه مسلم
"Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian." Riwayat Muslim.
Saudaraku! Ada satu pertanyaan yang tidak mungkin anda temukan jawabannya sebelum anda mengalaminya sendiri: Termasuk golongan manakah diri anda, apakah termasuk golongan orang-orang mukmin yang dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut ataukah termasuk golongan yang kedua?
Karenanya, marilah kita berjuang, dan berdoa memohon kepada Allah agar diri kita –dengan rahmat dan kemurahan Allah- dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keteguhan dan kemudahan ketika menghadapi Malaikat Maut dimudahkan. Amiin.
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya?
Agar anda dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, coba anda kembali mengingat raut wajah mereka ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.
Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu (Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):
إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ - قَالَ - فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ - قَالَ - فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ - يَعْنِى بِهَا - عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا
"Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang baik,bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah". Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu harum." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak.
Adakah keraguan pada diri anda bahwa Nabi Muhammad dalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut. Olehkarena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda:
(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ) رواه البخاري
"Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih." Riwayat Imam Bukhari.
Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab bertanya kepada Ka'ab Al Ahbaar:
يا كعب حدثنا عن الموت، قال: يا أمير المؤمنين غصن كثير الشوك يدخل في جوف الرجل فتأخذ كل شوكة بعرق يجذبه رجل شديد الجذب، فأخذ ما أخذ، وأبقى ما أبقى.
"Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" Riwayat Abu Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya'.
شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلي في القدور. ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم
Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak."
Bila demikian dahsyatnya rasa sakti yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:
وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ - قَالَ - فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني
"Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam,membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keraas, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan?
Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-betul menyakitkan.
Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.
Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan?
Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah?
Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.
(زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ) رواه مسلم
"Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian." Riwayat Muslim.
Saudaraku! Ada satu pertanyaan yang tidak mungkin anda temukan jawabannya sebelum anda mengalaminya sendiri: Termasuk golongan manakah diri anda, apakah termasuk golongan orang-orang mukmin yang dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut ataukah termasuk golongan yang kedua?
Karenanya, marilah kita berjuang, dan berdoa memohon kepada Allah agar diri kita –dengan rahmat dan kemurahan Allah- dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keteguhan dan kemudahan ketika menghadapi Malaikat Maut dimudahkan. Amiin.
Selasa, 29 September 2009
CARA PUASA SATU TAHUN
Saudaraku! Bulan ramadhan telah berlalu. Semoga Allah Ta'ala menerima ibadah dan mengampuni kekhilafan saudara selama bulan suci Ramadhan.
Tapi pernahkah saudara berpikir, atau paling kurang membayangkan: Bagaimana rasanya, andai bulan Ramadhan diperpanjang menjadi satu tahun?
Waaah bisa berabe sumua urusan; badan jadi kurus, pekerjaan berantakan, semangatpun luluh berantakan, dan duniapun jadinya terasa gelap.
Tenang saudaraku! Anda bisa saja berpuasa satu tahun tanpa harus merasakan dunia menjadi gelap. Mudah dan tidak berat, bahkan anda tetap bisa makan dan minum di siang hari, walaupun anda berpuasa satu tahun genap tanpa kurang satu haripun.
Enak bukan? Makan setiap hari, tapi dianggap puasa sepanjang tahun?
Anda menjadi penasaran dan ingin mencobanya?
Coba tebak, kira-kira gimana caranya?
Caranya mudah, berikut cara berpuasa satu tahun penuh, walaupun di siang hari anda tetap makan, minum serta beraktifitas lainnya:
(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ)
“Barangsiapa yang berpuasa bulan Ramadhan, kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka puasanya bagaikan puasa setahun penuh."Riwayat Muslim
Coba bayangkan, cukup dengan nambah puasa enam (6) hari, anda telah dianggap berpuasa satu tahun penuh. Sehingga walaupun pada hari-hari selanjutnya anda kembali makan dan minum, akan tetapi anda telah berhasil mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Luar biasa bukan?
Mungkin anda menjadi penasaran, mengapa bila kita nambah puasa enam hari, kita mendapatkan pahala puasa satu tahun?
Simaklah jawabannya:
(الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ . مَرَّتَيْنِ ، وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى ، الصِّيَامُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا) رواه البخاري
"Puasa itu adalah perisai, karenanya bila engkau berpuasa, hendaknya orang yang berpusa tidak berkata-kata keji, dan tidak pula berbuat kebodohan. Bila ada seseorang yang memeranginya atau mencacinya, hendaknya menjawabnya dengan berkata: sesungguhnya aku adalah orang yang sedang berpuasa. Demi Dzat Yang Jiwaku ada di Tangan-Nya, sungguh bau tidak sedap yang keluar dari mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih baik dibanding aroma minyak kasturi. Ia meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya hanya karena-Ku. Puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku yang akan membalasnya, sedangkan setiap amal kebaikan akan dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali." Riwayat Bukhari.
Inilah rahasianya: puasa anda dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali. Dengan demikian bila anda telah berpuasa bulan Ramadhan dengan penuh, maka itu artinya anda telah mendapatkan pahala puasa selama sepuluh bulan.
Danbila selanjutnya anda berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka itu artinya anda mendapatkan pahala puasa enam puluh hari atau dua bulan. Dengan demikian, genaplah pahal puasa anda menjadi 12 bulan.
Luar biasa bukan kerahmatan Allah? Cukup anda berpuasa 1 bulan 6 hari anda mendapatkan pahala puasa satu tahun. Enak bukan?
Saudaraku! Susahkah bagi anda untuk berpuasa enam hari lagi, sehingga anda mendapatkan pahal yang bergitu besar? Mungkinkah semangat ibadah anda turut pergi bersama perginya bulan ramadhan? Ah, saya yakin anda tidak seperti itu, anda adalah seorang muslim yang bertekad baja. Saya juga yakin, setan belum sempat mebelenggu diri anda, sehingga anda pasti bisa mendapatkan kemenangan untuk kedua kalinya; melawan bisikannya.
Anda merasa tertantang untuk mendapatkan kemenangan dan kemurahan Allah ini? Jangan sia-siakan peluang, mumpung bulan syawal tahun ini masih tersisa banyak. Siapa tahu mungkin ini adalah kesempatan pertama dan terakhir buat anda.
Selamat menggapai kemenangan dan kemurahan Allah, dengan mendapatkan pahala puasa satu tahun penuh.
Tapi pernahkah saudara berpikir, atau paling kurang membayangkan: Bagaimana rasanya, andai bulan Ramadhan diperpanjang menjadi satu tahun?
Waaah bisa berabe sumua urusan; badan jadi kurus, pekerjaan berantakan, semangatpun luluh berantakan, dan duniapun jadinya terasa gelap.
Tenang saudaraku! Anda bisa saja berpuasa satu tahun tanpa harus merasakan dunia menjadi gelap. Mudah dan tidak berat, bahkan anda tetap bisa makan dan minum di siang hari, walaupun anda berpuasa satu tahun genap tanpa kurang satu haripun.
Enak bukan? Makan setiap hari, tapi dianggap puasa sepanjang tahun?
Anda menjadi penasaran dan ingin mencobanya?
Coba tebak, kira-kira gimana caranya?
Caranya mudah, berikut cara berpuasa satu tahun penuh, walaupun di siang hari anda tetap makan, minum serta beraktifitas lainnya:
(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ)
“Barangsiapa yang berpuasa bulan Ramadhan, kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka puasanya bagaikan puasa setahun penuh."Riwayat Muslim
Coba bayangkan, cukup dengan nambah puasa enam (6) hari, anda telah dianggap berpuasa satu tahun penuh. Sehingga walaupun pada hari-hari selanjutnya anda kembali makan dan minum, akan tetapi anda telah berhasil mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Luar biasa bukan?
Mungkin anda menjadi penasaran, mengapa bila kita nambah puasa enam hari, kita mendapatkan pahala puasa satu tahun?
Simaklah jawabannya:
(الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ . مَرَّتَيْنِ ، وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى ، الصِّيَامُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا) رواه البخاري
"Puasa itu adalah perisai, karenanya bila engkau berpuasa, hendaknya orang yang berpusa tidak berkata-kata keji, dan tidak pula berbuat kebodohan. Bila ada seseorang yang memeranginya atau mencacinya, hendaknya menjawabnya dengan berkata: sesungguhnya aku adalah orang yang sedang berpuasa. Demi Dzat Yang Jiwaku ada di Tangan-Nya, sungguh bau tidak sedap yang keluar dari mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih baik dibanding aroma minyak kasturi. Ia meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya hanya karena-Ku. Puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku yang akan membalasnya, sedangkan setiap amal kebaikan akan dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali." Riwayat Bukhari.
Inilah rahasianya: puasa anda dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali. Dengan demikian bila anda telah berpuasa bulan Ramadhan dengan penuh, maka itu artinya anda telah mendapatkan pahala puasa selama sepuluh bulan.
Danbila selanjutnya anda berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka itu artinya anda mendapatkan pahala puasa enam puluh hari atau dua bulan. Dengan demikian, genaplah pahal puasa anda menjadi 12 bulan.
Luar biasa bukan kerahmatan Allah? Cukup anda berpuasa 1 bulan 6 hari anda mendapatkan pahala puasa satu tahun. Enak bukan?
Saudaraku! Susahkah bagi anda untuk berpuasa enam hari lagi, sehingga anda mendapatkan pahal yang bergitu besar? Mungkinkah semangat ibadah anda turut pergi bersama perginya bulan ramadhan? Ah, saya yakin anda tidak seperti itu, anda adalah seorang muslim yang bertekad baja. Saya juga yakin, setan belum sempat mebelenggu diri anda, sehingga anda pasti bisa mendapatkan kemenangan untuk kedua kalinya; melawan bisikannya.
Anda merasa tertantang untuk mendapatkan kemenangan dan kemurahan Allah ini? Jangan sia-siakan peluang, mumpung bulan syawal tahun ini masih tersisa banyak. Siapa tahu mungkin ini adalah kesempatan pertama dan terakhir buat anda.
Selamat menggapai kemenangan dan kemurahan Allah, dengan mendapatkan pahala puasa satu tahun penuh.
Jumat, 18 September 2009
Khutbah Iedul Fitri
TIGA MUTIARA NASEHAT
SETELAH RAMADHAN
OLEH : Ustadz Ali saman Hasan , Lc.
www.alisamanhasan.blogspot.com
Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Allah subhanu wataa’la, dzat Yang telah menciptakan semesta alam, mengaturnya, mehidupkannya dan mematikannya. Tidak ada kekuatan dan kejayaan kecuali kekuatan dan kerajaan Allah yang Maha Abadi, tidak ada sekutu bagi Nya, Yang Maha Memaksa akan kehendakNya dan Perkasa dan tidak ada yang disembah kecuali Allah subhanu wata’ala.
Shalawat serta salam semoga terjunjung tinggi kepada nabi kita Muhammad bin Abdullah, nabi akhir jaman dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi yang telah gigih berjuang menegakkan agama Islam ini, dengan kesungguhan, kesabaran dan ketabahan, dan keridhaan Allah selalu menyertai para sahabatnya dan mengikutinya sampai akhir hayat mereka.
Maasyiral Muslimin wal Muslimat !
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahi hamdu….
Dipagi nan cerah ini, kita bersyukur kepada Allah subhanu wata’la yang telah melimpahkan ni’mat dan karuniaNya kepada kita semua, sehingga kita mampu malangkahkan kaki kita untuk melakukan shalat iedul fitri di tempat ini. Mudah-mudahan Allah memberkahi kita semua dan kita masuk didalam golongan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dengan sesungguhnya seperti firman Allah :
ﭧ ﭨ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭽ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (QS. 2:183)
Kemarin kita masih mendengarkan tilawah al-Qur’an al-Karim, kemarin kita masih mendengarkan orang berkumpul dimasjid untuk melakukan shalat terawih, kemarin kita masih menyaksikan hiruk-pikuknya orang menyiapkan hidangan sahur dan buka puasa. Baru sebentar tidak terasa ternyata kita sudah selesai dan berpisah dengan bulan yang kita cintai, bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan berkah dari Allah ta’ala bulan yang diturunkan didalamnya al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia kedalam jalan yang lurus sirathal mustaqim.
Kebiasan kita dalam beramal sholeh di bulan Ramadhan adalah bukti keimanan kita kepada Allah subhanahu wata’la, dan bentuk aplikasi nyata dalam kehidupan kita yang modern ini, jaman yang menjadikan dunia sebagai ukuran dan tidak memperdulikan urusan akhirat mereka, maka ketika seorang tidak bisa memanfaatkan ramadhan dengan sebaik-baiknya dia telah merugi dan masuk golongan orang yang tertipu dengan dunia, Ini adalah sunnatullah karena Allah jadikan bulan ramadhan adalah furqan / pembeda dengan orang-orang yang telah berada dibulan Ramadhan tapi mereka tidak bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Melalui khutbah Iedul Fitri saya terpanggil untuk memberikan nasehat penting yang sangat berguna untuk mempertahakan keimanan kita semua di hari-hari yang akan datang sampai ajal menjemput kita. Nasehat ini adalah 3 (tiga) utaian Mutiara yang hilang setelah kita berhari raya iedul fitri ini. Ini merupakan salah satu nikmat Allah subhanu wata’ala yang ditundukan kepada kaum mu’minin dengan saling kasih mengasihi, dan cinta mencintai karena Allah dalam bentuk nasehat dan menasehati sesamanya, firman Allah;
ﭧ ﭨ ﭽ ﭟ ﭠ ﭡﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭼ الأنفال: ٦٣
Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 8:63)
I, Nasehat Pertama ;
Firman Allah ta’ala ;
ﭧ ﭨ ﭽ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﭼ المائدة: ٢٧
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa". (QS. 5:27)
Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan yang dilakukan oleh seorang yang behati ikhlas mengaharapkan keridhaan Allah subhanu wata’ala semata dan tidak mengaharapkan pahala dan ganjaran dari yang lainnya.hal ini ditegaskan oleh Rasullah shallahu alaihi wasalam dalam sabdanya ;
عَنْ شَدَّادٍ أَبِى عَمَّارٍ عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ قَالَ:جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَرَأَيْتَ رَجُلاً غَزَا يَلْتَمِسُ الأَجْرَ وَالذِّكْرَ مَا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ شَىْءَ لَهُ فَأَعَادَهَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ يَقُولُ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ شَىْءَ لَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِىَ بِهِ وَجْهُهُ. أخرجه النسائي 6/25 وفي "الكبرى" 4333 .
Dari Sahabat Syadad abu Ammar dari abuUmamah Al bahily dia berkata ; telah datang seseorang kepada nabi shalallahu alaihi wasalam, dan orang itu berkata ; “ ya rasullah bagaimana menurut engkau tentang seorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan sebutan nama baiknya, maka nabi shallahu’alaihi wasalam berkata ; “Dia tidak akan mendapatkan apa-apa “dan beliau mengulanginya 3 kali dan nabipun mengulanginya lagi dan mengatakan ; tidak berguna , kemudian beliau mengatakan sesungguhnya Allah menerima dari amalan yang ikhlas dan mengharapkan dengan amalan tadi wajahNya”. Dikeluarkan oleh An-nasai .
عَنْ ثَوْبَانَ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، أَنَّهُ قَالَ: " لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي ، يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا ، فَيَجْعَلُهَا اللهُ ، عَزَّ وَجَلَّ ، هَبَاءً مَنْثُورًا. قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا، أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ ، وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ ، وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ ، وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللهِ انْتَهَكُوهَا". أخرجه ابن ماجة (4245) الألباني في "السلسلة الصحيحة" 2 / 18, حديث رقم : 5028 في صحيح الجامع .
Dari sahabat Tsauban dari nabi shallahu alaihi wasalam bahwasannya nabi shallahu alaihi wasalam berkata ;” Sesungguhnya aku mengetahui tentang keadaan sebagian dari umatku, yang mana mereka akan datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung-gunung yang ada di tihamah yang putih (nama suatu daerah), kemudian Allah subhanu wata’ala menjadikannya sirna dan hilang dari pandangannya dan sia-sia. Berkata Tsauban ; Ya Rasullah, siapakah mereka itu terangkan kepada kami semua, agar kita tidak menjadi golongan mereka dan kami tidak mengetahuinya. Nabi shallahu alaihi wasalam berkata ; Sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kalian dan dari kulit kalian mereka menfaatkan malam mereka seperti kalian memanfaatkannya akan tetapi mereka itu apabila berada didalam apa yang diharamkan oleh Allah mereka mengerjakannya.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disahkan oleh Al bani silsilah hadits shahih 2/18.
Ali bin abi Thalib pernah mengatakan : “ Wahai manusia jadilah kalian orang-orang yang mengharapkan amalan kalian diterima Allah ta’ala dengan do’a yang lebih keras dan lebih kencang dari pada orang yang sedang beramal kepada Allah.Karena Allah ta’ala berfirman ;” Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertaqwa kepadanya (surat al maidah ayat 27 )
Itulah gambaran assalafus shalih dalam beramal kepada Allah ta’ala, mereka tidak pernah akan puas dengan apa yang mereka amalankan, akan tetapi terus-menerus berharap kepada agar amalan diterima disisiNya.Sehingga pada momentum yang sama seorang khalifah Umar bin abdul aziz rahimahullah, suatu hari pernah keluar untuk melaksanakan shalat iedul fitri dan beliau berkhutbah didalamnya beliau berlata ; “ Wahai manusia kalian telah berpuasa 30 hari, dan kalian telah melakukan sholat tarawih 30 malam dan hendaklah kalian pada hari ini berdo’a meminta kepadaNya agar amalan kita semua diterima disisiNya!” itu anjuran sang kahlifah yang adil selalu takut kalau-kalau amalannya tidak diterima oleh Allah ta’ala, kekhawatiran inilah yang menjadikan mereka terus menerus menjaga agar tetap beristiqamah dijalan Allah ta’ala. Dahulu para salaf shalih dari kalangan para sahabat nabi dan oranr-orang yang meniti jejak mereka, apabila telah datang kepada mereka pengumuman akan datangnya hari raya iedul fitri, wajah mereka menjadi sedih ibarat daun yang layu karena tidak terkena siraman air, hutan yang gersang karena tidak ada hujan, dan ketika seorang mengatakan kepada mereka ; “ Ada apakah dengan wajah kalian yang sedih ? bukankah sekarang ini adalah hari raya ?maka mereka menjawab : Benar ini adalah hari raya akan tetapi aku adalah seoarang budak yang diperintahkan oleh majikanku untuk beramal shalih tetapi aku tidak mengerti apakah amalanku diterima disisiNya ataukah tidak ?
Harapan mulia dari contoh dan suri tauladan kita -assalaf shalih- radhiyallahu anhum, manakah diantara kita yang akan mengikuti jejak mereka? Berkata seorang penyair ;
Sesungguhnya apabila seorang tidak memakai pakaian taqwa……
Orang itu adalah orang yang telanjang meskipun dia berbusana…..
Sebaik-baik busana adalah keta’atan kepada Allah…
Dan tiada kebaikan dalam busana ketika ia berbuat maksiat kepadaNya…
Ketakutan yang ada pada diri mereka semata-mata karena merindukan keridhaan Allah atas diri mereka sehingga mereka terhindar dari sengatan api neraka yang amat panas, sebuah kisah orang shalih pernah dibawakan oleh pengarang kitab Hilyatul Auliya ;
“ Pernah suatu ketika Soleh bin mary bercerita tentang pamannya, Malik bin dinar : Pamanku masuk kekamarnya dan tidak pernah keluar kecuali ketika fajar subuh itu datang , kemudian aku penasaran dan aku mengawasi pamanku dengan masuk kekamarnya dan aku sembunyi dibawah ranjangnya, beliau kemudian masuk dan takbir untuk melakukan shalat maka aku mendengarkan suara rintihan kecil seperti seorang yang terkena jarum yang tajam ternyata beliau menangis senantiasa beliau melakukan hal ini dan terus melanjutkan shalatnya sehingga datang waktu subuh dan ketika beliau bertasbih, beliau berkata ; “ Ya Allah apabila engakau kumpulkan orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang hidup setelah mereka di hari kiamat kelak maka haramkan neraka atas wajahku ini Ya Allah…..
II.NASEHAT YANG KEDUA ;
JANGANLAH BERPALING DARI KETAATAN MENUJU KEMAKSIATAN, DARI HIDAYAH MENUJU KESESATAN TERUSLAH BERISTIQAMAH
Firman Allah :
ﭧ ﭨ ﭽ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﭼ المائدة: ٢١
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (QS. 5:21)
Ma’asyiral Muslimin wal Mulimat’
Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar
Hati kita masih basah dengan iman yang kita laksakan di bulan Ramadhan kemarin, kita merasakan munajat kepada Allah, manisnya iman dengan tilawah qur’an, tarawih, ruku, sujud dan sebagainya kita telah merasakannya Untuk menjaga ini semua dimanakan Istiqamah, janganlah kita mundur lagi akan tetapi terus lanjutkan dan maju dengan Iman yang pernah kita pupuk dan taman di bulan Ramadhan. Seoarang yang berpaling atau naudzu billah min dzalika dia murtadz maka akan menjadi makan empuk syaitan dan akan dipalingkanya dari jalan yang lurus , lihatlah kepada firman Allah ta’ala :
ﭧ ﭨ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭽ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﭼ الحج: ١١
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi;maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. 22:11)
Berkata As Syeikh Al SA’dy; “ Diantara manusia ada yang memiliki lemah Iman dan tidak masuk Imannya kedalam hatinya dan belum bercambur dengan keceriannya hidupnya akan tetapi iman tadi masuk karena ketakutan dia kepada Allah, atau karena kebiasaan manusia yang ada disekelilingnyadan ketika ada ujian dia tidak sangguh bertahan. (maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu), maka jika rizkinya lancardan tidak ada yang merintanginya dia akan tenang dengan keimanan yang ada didalam dirinya bukan karena Imannya tapi karena yang lainnya, insya Allah dia akan dimaafkan oleh Allah. Akan tetapi akalau dia berbalik kebelakang dan murtadz maka dia akan merugi dunia dan akhirat.
disebutkan dalam perkataan Ali bin abi Thalib : “ Sesungguhnya hati itu memiliki maka maju dan masa mundur, maka apabila mendapatkan yang pertama bawalah hati tersebut untuk menjalankan ketaatan kepadanya dengan melaksanakan yang sunnah-sunnah dan apabila dalam kondisi yang kedua maka bawalah untuk mengamalkan yang wajib-wajib saja.
III. NASEHAT YANG KETIGA ;
SEBAIK-BAIK AMALAN KEPADA ALLAH TA’ALA ADALAH YANG KONTINU MESKIPUN SEDIKIT
Dalam masalah ini, Islam telah memberikan solusi dalam beramal dengan prinsip sedikit dan menuai pahala yang banyak disisi Allah, karena Allah ta’ala tidak akan memberatkan suatu amalan kecuali dengan yang dimampui oleh seoarang hamba;
ﭧ ﭽ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣﯤ ﰎ ﭼ البقرة: ٢٨٦
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.." (QS. 2:286)
عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ؛ أنَهَا قَالَتْ: سُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : أي الأعمال أحَبُّ إلى اللَّهِ ؟ قَالَ : أدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ . وَقَالَ : اكْلُفُوا مِنَ الأعمال مَا تُطِيقُونَ. أخرجه أحمد 6/176 والبخاري 8/122 و"مسلم" 2/189.
Dari Aisyah radhiyallah anha : dia berkata : telah ditanya nabi shallahu alaihi wasalam oleh Aisyah dan beliau menjawab; “ Ya Rasullah manakah amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala ? beliau menjawab; Amalan yang paling kontinu meskipun sedikit, beliau berkata lagi, lakukanlah amalan yang kalian mampu untuk melakukannya.” Diriwayatkan oleh Ahmad 6/176-Al bukhari, dan Muslim 2/189.
Betapa besar perhatian nabi kita kepada umatnya, beliau telah menunjukkan amalan yang ringan yang dimampui oleh umatnya. Sementara amalan yang besar dan berat yang akan membebani umatnya beliau hindarkan, ditakutkan kalau akan memberatkan umatnya dan umatnya menjadi bosan dan jemu terhadap perintah-perintahnya. Sehingga beliau pernah mengatakan dalam satu sabdanya” Janganlah engkau menjadi seperti fulan dan fulan dahulu dia melakukan sholat malam namun sekarang dia telah meninggalkannya.termasuk amalan-amalan yang dianjurkan dan disunnahkan oleh nabi kita Muhammad shallahualaihi wasalam adalah berikut ini :
1. Puasa enam hari dibulan syawal, barang siapa yang berpuasa ramadhan dan kemudian ia ikuti dengan enam hari puasa dibulan syawal maka ibarat dia berpuasa 1 tahun penuh. Diriwayatkan dari hadits abu ayub al Anshori dan dikeluarkan haditsnya dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan muslim dan Abu Dawud.
2. Puasa 3 hari pada setiap tanggal 13.14 dan 15 ( ayyamul bidh) seperti yang telah diriwayatkan oleh Abu Darda’ dari hadits Muslim 2//159.
3. Puasa di hari senin dan kamis seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari hadits Imam Ahmad dan Imam Malik.
4. Puasa di hari Asyuara ( 10 Muharram ) seperti dalam hadits Muslim 3/167.
5. Melakukan qiyamul lail ( shalat tahajjud ).
6. Melakukan shalat sunnah rawatib.
7. Melakukan shalat sunnah dhuha.
8. Membiasakan dzkir pagi dan sore.
9. Dan sebaiknya amalan tersebut diatas dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan hanya mengaharapkan ikhlas kepada Allah.
Mudah-mudahan apa saja yang kita amalkan di bulan ramadhan kemarin diterima Allah ta’ala dan menjadi timbangan kebaikan kita semua di hari kiamat kelak .
YA ALLAH JADIKANLAH KITA SEMUA TERMASUK SHOIMIN, QOIMIN …
YA ALLAH JADIKANLAH KITA SEMUA TERMASUK ORANG-ORANG MUTAQIN…
YAALLAH PERTEMUKANKAN KEMBALI JIWA DAN RAGA KAMI DENGAN RAMADHAN……
YA ALLAH JADIKANLAH AL QUR’AN SEBAGAI PETUNJUK KAMI…
JADIKANLAH IA SEBAGAI PENYEJUK HATI KAMI ….
JADIKANLAH IA SEBAGAI PENYELAMAT KAMI DI HARI KIAMAT…..
YA ALLAH
اللهم إني أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك ، أو أنزلته في كتابك ، أو علمته أحداً من خلقك ، أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي ، ونور صدري ، وجلاء حزني ، وذهاب همي وغمي , اللهم أعنا على ذكرك وشكرك , وحسن عبادتك .
YA ALLAH KARUNIKANLAH KEPADA KAMI TAQWA…
YA ALLAH KARUNIAKANLAH KEPADA KAMI ISTIQAMAH….
YA ALLAH JAUHKAN KAMI DARI API NERAKA DENGAN AMALAN YANG SEDIKIT YANG KAMI TELAH LAKUKAN …..
YA ALLAH JADIKANLAH HARI IEDUL FITRI INI ADALAH LAMBANG TAUBAT KAMI …
JADILAKANLAH HARI INI ADALAH PELEBUR DOSA KAMI ….
YA ALLAH TURUNKAN AMPUNANMU KEPADA IBU DAN BAPAK KAMI YANG TELAH MENDAHULUI KAMI…
DAN JUGA SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG BERIMAN DARI SEBELUM KAMI…..
YA ALLAH BERIKANLAH KAMI KEBAIKAN DI DUNIA INI DAN DI AKHIRAT KELAK SESUNGGUHNYA ENGAKAU ADALAH DZAT YANG TIDAK PERNAH INGKAR JANJI.
TIGA MUTIARA NASEHAT
SETELAH RAMADHAN
Q
KHUTBAH IEDUL FITRI 1430H
OLEH :
USTADZ ALI SAMAN HASAN ,LC
SETELAH RAMADHAN
OLEH : Ustadz Ali saman Hasan , Lc.
www.alisamanhasan.blogspot.com
Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Allah subhanu wataa’la, dzat Yang telah menciptakan semesta alam, mengaturnya, mehidupkannya dan mematikannya. Tidak ada kekuatan dan kejayaan kecuali kekuatan dan kerajaan Allah yang Maha Abadi, tidak ada sekutu bagi Nya, Yang Maha Memaksa akan kehendakNya dan Perkasa dan tidak ada yang disembah kecuali Allah subhanu wata’ala.
Shalawat serta salam semoga terjunjung tinggi kepada nabi kita Muhammad bin Abdullah, nabi akhir jaman dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi yang telah gigih berjuang menegakkan agama Islam ini, dengan kesungguhan, kesabaran dan ketabahan, dan keridhaan Allah selalu menyertai para sahabatnya dan mengikutinya sampai akhir hayat mereka.
Maasyiral Muslimin wal Muslimat !
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahi hamdu….
Dipagi nan cerah ini, kita bersyukur kepada Allah subhanu wata’la yang telah melimpahkan ni’mat dan karuniaNya kepada kita semua, sehingga kita mampu malangkahkan kaki kita untuk melakukan shalat iedul fitri di tempat ini. Mudah-mudahan Allah memberkahi kita semua dan kita masuk didalam golongan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dengan sesungguhnya seperti firman Allah :
ﭧ ﭨ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭽ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (QS. 2:183)
Kemarin kita masih mendengarkan tilawah al-Qur’an al-Karim, kemarin kita masih mendengarkan orang berkumpul dimasjid untuk melakukan shalat terawih, kemarin kita masih menyaksikan hiruk-pikuknya orang menyiapkan hidangan sahur dan buka puasa. Baru sebentar tidak terasa ternyata kita sudah selesai dan berpisah dengan bulan yang kita cintai, bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan berkah dari Allah ta’ala bulan yang diturunkan didalamnya al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia kedalam jalan yang lurus sirathal mustaqim.
Kebiasan kita dalam beramal sholeh di bulan Ramadhan adalah bukti keimanan kita kepada Allah subhanahu wata’la, dan bentuk aplikasi nyata dalam kehidupan kita yang modern ini, jaman yang menjadikan dunia sebagai ukuran dan tidak memperdulikan urusan akhirat mereka, maka ketika seorang tidak bisa memanfaatkan ramadhan dengan sebaik-baiknya dia telah merugi dan masuk golongan orang yang tertipu dengan dunia, Ini adalah sunnatullah karena Allah jadikan bulan ramadhan adalah furqan / pembeda dengan orang-orang yang telah berada dibulan Ramadhan tapi mereka tidak bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Melalui khutbah Iedul Fitri saya terpanggil untuk memberikan nasehat penting yang sangat berguna untuk mempertahakan keimanan kita semua di hari-hari yang akan datang sampai ajal menjemput kita. Nasehat ini adalah 3 (tiga) utaian Mutiara yang hilang setelah kita berhari raya iedul fitri ini. Ini merupakan salah satu nikmat Allah subhanu wata’ala yang ditundukan kepada kaum mu’minin dengan saling kasih mengasihi, dan cinta mencintai karena Allah dalam bentuk nasehat dan menasehati sesamanya, firman Allah;
ﭧ ﭨ ﭽ ﭟ ﭠ ﭡﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭼ الأنفال: ٦٣
Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 8:63)
I, Nasehat Pertama ;
Firman Allah ta’ala ;
ﭧ ﭨ ﭽ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﭼ المائدة: ٢٧
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa". (QS. 5:27)
Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan yang dilakukan oleh seorang yang behati ikhlas mengaharapkan keridhaan Allah subhanu wata’ala semata dan tidak mengaharapkan pahala dan ganjaran dari yang lainnya.hal ini ditegaskan oleh Rasullah shallahu alaihi wasalam dalam sabdanya ;
عَنْ شَدَّادٍ أَبِى عَمَّارٍ عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ قَالَ:جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَرَأَيْتَ رَجُلاً غَزَا يَلْتَمِسُ الأَجْرَ وَالذِّكْرَ مَا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ شَىْءَ لَهُ فَأَعَادَهَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ يَقُولُ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ شَىْءَ لَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِىَ بِهِ وَجْهُهُ. أخرجه النسائي 6/25 وفي "الكبرى" 4333 .
Dari Sahabat Syadad abu Ammar dari abuUmamah Al bahily dia berkata ; telah datang seseorang kepada nabi shalallahu alaihi wasalam, dan orang itu berkata ; “ ya rasullah bagaimana menurut engkau tentang seorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan sebutan nama baiknya, maka nabi shallahu’alaihi wasalam berkata ; “Dia tidak akan mendapatkan apa-apa “dan beliau mengulanginya 3 kali dan nabipun mengulanginya lagi dan mengatakan ; tidak berguna , kemudian beliau mengatakan sesungguhnya Allah menerima dari amalan yang ikhlas dan mengharapkan dengan amalan tadi wajahNya”. Dikeluarkan oleh An-nasai .
عَنْ ثَوْبَانَ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، أَنَّهُ قَالَ: " لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي ، يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا ، فَيَجْعَلُهَا اللهُ ، عَزَّ وَجَلَّ ، هَبَاءً مَنْثُورًا. قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا، أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ ، وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ ، وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ ، وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللهِ انْتَهَكُوهَا". أخرجه ابن ماجة (4245) الألباني في "السلسلة الصحيحة" 2 / 18, حديث رقم : 5028 في صحيح الجامع .
Dari sahabat Tsauban dari nabi shallahu alaihi wasalam bahwasannya nabi shallahu alaihi wasalam berkata ;” Sesungguhnya aku mengetahui tentang keadaan sebagian dari umatku, yang mana mereka akan datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung-gunung yang ada di tihamah yang putih (nama suatu daerah), kemudian Allah subhanu wata’ala menjadikannya sirna dan hilang dari pandangannya dan sia-sia. Berkata Tsauban ; Ya Rasullah, siapakah mereka itu terangkan kepada kami semua, agar kita tidak menjadi golongan mereka dan kami tidak mengetahuinya. Nabi shallahu alaihi wasalam berkata ; Sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kalian dan dari kulit kalian mereka menfaatkan malam mereka seperti kalian memanfaatkannya akan tetapi mereka itu apabila berada didalam apa yang diharamkan oleh Allah mereka mengerjakannya.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disahkan oleh Al bani silsilah hadits shahih 2/18.
Ali bin abi Thalib pernah mengatakan : “ Wahai manusia jadilah kalian orang-orang yang mengharapkan amalan kalian diterima Allah ta’ala dengan do’a yang lebih keras dan lebih kencang dari pada orang yang sedang beramal kepada Allah.Karena Allah ta’ala berfirman ;” Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertaqwa kepadanya (surat al maidah ayat 27 )
Itulah gambaran assalafus shalih dalam beramal kepada Allah ta’ala, mereka tidak pernah akan puas dengan apa yang mereka amalankan, akan tetapi terus-menerus berharap kepada agar amalan diterima disisiNya.Sehingga pada momentum yang sama seorang khalifah Umar bin abdul aziz rahimahullah, suatu hari pernah keluar untuk melaksanakan shalat iedul fitri dan beliau berkhutbah didalamnya beliau berlata ; “ Wahai manusia kalian telah berpuasa 30 hari, dan kalian telah melakukan sholat tarawih 30 malam dan hendaklah kalian pada hari ini berdo’a meminta kepadaNya agar amalan kita semua diterima disisiNya!” itu anjuran sang kahlifah yang adil selalu takut kalau-kalau amalannya tidak diterima oleh Allah ta’ala, kekhawatiran inilah yang menjadikan mereka terus menerus menjaga agar tetap beristiqamah dijalan Allah ta’ala. Dahulu para salaf shalih dari kalangan para sahabat nabi dan oranr-orang yang meniti jejak mereka, apabila telah datang kepada mereka pengumuman akan datangnya hari raya iedul fitri, wajah mereka menjadi sedih ibarat daun yang layu karena tidak terkena siraman air, hutan yang gersang karena tidak ada hujan, dan ketika seorang mengatakan kepada mereka ; “ Ada apakah dengan wajah kalian yang sedih ? bukankah sekarang ini adalah hari raya ?maka mereka menjawab : Benar ini adalah hari raya akan tetapi aku adalah seoarang budak yang diperintahkan oleh majikanku untuk beramal shalih tetapi aku tidak mengerti apakah amalanku diterima disisiNya ataukah tidak ?
Harapan mulia dari contoh dan suri tauladan kita -assalaf shalih- radhiyallahu anhum, manakah diantara kita yang akan mengikuti jejak mereka? Berkata seorang penyair ;
Sesungguhnya apabila seorang tidak memakai pakaian taqwa……
Orang itu adalah orang yang telanjang meskipun dia berbusana…..
Sebaik-baik busana adalah keta’atan kepada Allah…
Dan tiada kebaikan dalam busana ketika ia berbuat maksiat kepadaNya…
Ketakutan yang ada pada diri mereka semata-mata karena merindukan keridhaan Allah atas diri mereka sehingga mereka terhindar dari sengatan api neraka yang amat panas, sebuah kisah orang shalih pernah dibawakan oleh pengarang kitab Hilyatul Auliya ;
“ Pernah suatu ketika Soleh bin mary bercerita tentang pamannya, Malik bin dinar : Pamanku masuk kekamarnya dan tidak pernah keluar kecuali ketika fajar subuh itu datang , kemudian aku penasaran dan aku mengawasi pamanku dengan masuk kekamarnya dan aku sembunyi dibawah ranjangnya, beliau kemudian masuk dan takbir untuk melakukan shalat maka aku mendengarkan suara rintihan kecil seperti seorang yang terkena jarum yang tajam ternyata beliau menangis senantiasa beliau melakukan hal ini dan terus melanjutkan shalatnya sehingga datang waktu subuh dan ketika beliau bertasbih, beliau berkata ; “ Ya Allah apabila engakau kumpulkan orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang hidup setelah mereka di hari kiamat kelak maka haramkan neraka atas wajahku ini Ya Allah…..
II.NASEHAT YANG KEDUA ;
JANGANLAH BERPALING DARI KETAATAN MENUJU KEMAKSIATAN, DARI HIDAYAH MENUJU KESESATAN TERUSLAH BERISTIQAMAH
Firman Allah :
ﭧ ﭨ ﭽ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﭼ المائدة: ٢١
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (QS. 5:21)
Ma’asyiral Muslimin wal Mulimat’
Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar
Hati kita masih basah dengan iman yang kita laksakan di bulan Ramadhan kemarin, kita merasakan munajat kepada Allah, manisnya iman dengan tilawah qur’an, tarawih, ruku, sujud dan sebagainya kita telah merasakannya Untuk menjaga ini semua dimanakan Istiqamah, janganlah kita mundur lagi akan tetapi terus lanjutkan dan maju dengan Iman yang pernah kita pupuk dan taman di bulan Ramadhan. Seoarang yang berpaling atau naudzu billah min dzalika dia murtadz maka akan menjadi makan empuk syaitan dan akan dipalingkanya dari jalan yang lurus , lihatlah kepada firman Allah ta’ala :
ﭧ ﭨ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭽ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﭼ الحج: ١١
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi;maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. 22:11)
Berkata As Syeikh Al SA’dy; “ Diantara manusia ada yang memiliki lemah Iman dan tidak masuk Imannya kedalam hatinya dan belum bercambur dengan keceriannya hidupnya akan tetapi iman tadi masuk karena ketakutan dia kepada Allah, atau karena kebiasaan manusia yang ada disekelilingnyadan ketika ada ujian dia tidak sangguh bertahan. (maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu), maka jika rizkinya lancardan tidak ada yang merintanginya dia akan tenang dengan keimanan yang ada didalam dirinya bukan karena Imannya tapi karena yang lainnya, insya Allah dia akan dimaafkan oleh Allah. Akan tetapi akalau dia berbalik kebelakang dan murtadz maka dia akan merugi dunia dan akhirat.
disebutkan dalam perkataan Ali bin abi Thalib : “ Sesungguhnya hati itu memiliki maka maju dan masa mundur, maka apabila mendapatkan yang pertama bawalah hati tersebut untuk menjalankan ketaatan kepadanya dengan melaksanakan yang sunnah-sunnah dan apabila dalam kondisi yang kedua maka bawalah untuk mengamalkan yang wajib-wajib saja.
III. NASEHAT YANG KETIGA ;
SEBAIK-BAIK AMALAN KEPADA ALLAH TA’ALA ADALAH YANG KONTINU MESKIPUN SEDIKIT
Dalam masalah ini, Islam telah memberikan solusi dalam beramal dengan prinsip sedikit dan menuai pahala yang banyak disisi Allah, karena Allah ta’ala tidak akan memberatkan suatu amalan kecuali dengan yang dimampui oleh seoarang hamba;
ﭧ ﭽ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣﯤ ﰎ ﭼ البقرة: ٢٨٦
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.." (QS. 2:286)
عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ؛ أنَهَا قَالَتْ: سُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : أي الأعمال أحَبُّ إلى اللَّهِ ؟ قَالَ : أدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ . وَقَالَ : اكْلُفُوا مِنَ الأعمال مَا تُطِيقُونَ. أخرجه أحمد 6/176 والبخاري 8/122 و"مسلم" 2/189.
Dari Aisyah radhiyallah anha : dia berkata : telah ditanya nabi shallahu alaihi wasalam oleh Aisyah dan beliau menjawab; “ Ya Rasullah manakah amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala ? beliau menjawab; Amalan yang paling kontinu meskipun sedikit, beliau berkata lagi, lakukanlah amalan yang kalian mampu untuk melakukannya.” Diriwayatkan oleh Ahmad 6/176-Al bukhari, dan Muslim 2/189.
Betapa besar perhatian nabi kita kepada umatnya, beliau telah menunjukkan amalan yang ringan yang dimampui oleh umatnya. Sementara amalan yang besar dan berat yang akan membebani umatnya beliau hindarkan, ditakutkan kalau akan memberatkan umatnya dan umatnya menjadi bosan dan jemu terhadap perintah-perintahnya. Sehingga beliau pernah mengatakan dalam satu sabdanya” Janganlah engkau menjadi seperti fulan dan fulan dahulu dia melakukan sholat malam namun sekarang dia telah meninggalkannya.termasuk amalan-amalan yang dianjurkan dan disunnahkan oleh nabi kita Muhammad shallahualaihi wasalam adalah berikut ini :
1. Puasa enam hari dibulan syawal, barang siapa yang berpuasa ramadhan dan kemudian ia ikuti dengan enam hari puasa dibulan syawal maka ibarat dia berpuasa 1 tahun penuh. Diriwayatkan dari hadits abu ayub al Anshori dan dikeluarkan haditsnya dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan muslim dan Abu Dawud.
2. Puasa 3 hari pada setiap tanggal 13.14 dan 15 ( ayyamul bidh) seperti yang telah diriwayatkan oleh Abu Darda’ dari hadits Muslim 2//159.
3. Puasa di hari senin dan kamis seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari hadits Imam Ahmad dan Imam Malik.
4. Puasa di hari Asyuara ( 10 Muharram ) seperti dalam hadits Muslim 3/167.
5. Melakukan qiyamul lail ( shalat tahajjud ).
6. Melakukan shalat sunnah rawatib.
7. Melakukan shalat sunnah dhuha.
8. Membiasakan dzkir pagi dan sore.
9. Dan sebaiknya amalan tersebut diatas dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan hanya mengaharapkan ikhlas kepada Allah.
Mudah-mudahan apa saja yang kita amalkan di bulan ramadhan kemarin diterima Allah ta’ala dan menjadi timbangan kebaikan kita semua di hari kiamat kelak .
YA ALLAH JADIKANLAH KITA SEMUA TERMASUK SHOIMIN, QOIMIN …
YA ALLAH JADIKANLAH KITA SEMUA TERMASUK ORANG-ORANG MUTAQIN…
YAALLAH PERTEMUKANKAN KEMBALI JIWA DAN RAGA KAMI DENGAN RAMADHAN……
YA ALLAH JADIKANLAH AL QUR’AN SEBAGAI PETUNJUK KAMI…
JADIKANLAH IA SEBAGAI PENYEJUK HATI KAMI ….
JADIKANLAH IA SEBAGAI PENYELAMAT KAMI DI HARI KIAMAT…..
YA ALLAH
اللهم إني أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك ، أو أنزلته في كتابك ، أو علمته أحداً من خلقك ، أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي ، ونور صدري ، وجلاء حزني ، وذهاب همي وغمي , اللهم أعنا على ذكرك وشكرك , وحسن عبادتك .
YA ALLAH KARUNIKANLAH KEPADA KAMI TAQWA…
YA ALLAH KARUNIAKANLAH KEPADA KAMI ISTIQAMAH….
YA ALLAH JAUHKAN KAMI DARI API NERAKA DENGAN AMALAN YANG SEDIKIT YANG KAMI TELAH LAKUKAN …..
YA ALLAH JADIKANLAH HARI IEDUL FITRI INI ADALAH LAMBANG TAUBAT KAMI …
JADILAKANLAH HARI INI ADALAH PELEBUR DOSA KAMI ….
YA ALLAH TURUNKAN AMPUNANMU KEPADA IBU DAN BAPAK KAMI YANG TELAH MENDAHULUI KAMI…
DAN JUGA SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG BERIMAN DARI SEBELUM KAMI…..
YA ALLAH BERIKANLAH KAMI KEBAIKAN DI DUNIA INI DAN DI AKHIRAT KELAK SESUNGGUHNYA ENGAKAU ADALAH DZAT YANG TIDAK PERNAH INGKAR JANJI.
TIGA MUTIARA NASEHAT
SETELAH RAMADHAN
Q
KHUTBAH IEDUL FITRI 1430H
OLEH :
USTADZ ALI SAMAN HASAN ,LC
Minggu, 13 September 2009
HIDUP BERIBU-RIBU TAHUN
HIDUP BERIBU-RIBU TAHUN OLEH MUHAMMAD ARIFIN BADRI ,MA
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudarauku! Anda kuasa mengangkat tangan untuk berdoa selama 5 jam tanpa henti? Atau mungkinkah anda kuasa untuk mendirikan sholat semalam suntuk; 8 jam tanpa henti? Berat dan mungkin juga anda langsung berkata waaaah saya tidak kuasa melakukannya.
Bagaimana kalau membaca Al Qur'an selama satu minggu tanpa henti, walau hanya sekedar untuk makan, minum atau buang air kecil? Anda bisa melakukannya?
Anda merasa berat, atau bahkan merasa mustahil untuk melakukannya.
Saudaraku! Itu semua mudah, dan bahkan lebih lama dari itu juga mudah, bukan hanya seminggu bahkan puluhan tahunpun anda bisa. Tidak repot kok, dan bahkan ringan sekali, anda dapat melakukan semua itu tanpa harus berkeringat, atau gemetaran atau juga kesemutan.
Luar biasa bukan? Anda ingin tahu bagaimana cara melakukannya? Inilah caranya:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ {5} القدر 1-5
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan (lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." Al Qadar 1-5
Saudaraku! malam Lailatul Qadar dinyatakan lebih baik dari 1000 bulan. Tahukah anda berapa tahun lamanya 1000 bulan itu? 1000 sama dengan 83 tahun 4 bulan.
Allahu Akbar. Anda beribadah kepada Allah pada malam itu berarti lebih baik dari beribaha selama 83 tahun 4 bulan.
Saudaraku coba anda merenung sejenak, kira-kira anda akan hidup di dunia ini berapa tahun lamanya? 70 tahun? Atau 80 tahun atau 90 tahun ?
Anggap saja anda diberi umur panjang selama 90 tahun. Akan tetapi menurut prediksi anda, kira-kira keadaan fisik anda saat telah berumur 90 tahun seperti apa? Mungkinkah anda masih gagah perkasa seperti sekarang, ataukah fisik anda telah lemah, dan tidak kuasa melakukan banyak hal, kecuali dengan bantuan anak-cucu anda, bukankah demikian?
Jadi, mungkin seumur hiduppun anda tidak mungkin bisa sholat, atau berdoa, atau membaca Al Qur'an terus-menerus selama 83 tahun 4 bulan, tanpa henti.
Inilah yang mendasari Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Beliau berusaha untuk menepati Lailatul Qadar dengan banyak beribadah, sholat malam, membaca Al Qur'an dan banyak-banyak berdoa, memohon kebaikan dunia dan akhirat.
'Aisyah radhiallahu 'anha; istri Nabi mengisahkan:
(كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.) رواه مسلم
"Dahulu, semaca hidupnya, Rasulullah bersungguh-sunguh dalam beribadah pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu-waktu lainnya." Riwayat Muslim.
Pada riwayat lain, beliau berpesan kepada umatnya dengan bersabda:
(تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ) متفق عليه
"Carilah lailatul Qadar pada hari-hari ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." Muttafaqun 'alaih
Coba anda bayangkan! Andai anda telah mengenal dan memanfaatkan kesempatan Lailatul Qadar sejak sepuluh tahun silam. Itu arinya sama saja anda telah beribadah melebihi 10 x 83,3 = 833 tahun. Dan bila anda telah menggunakan kesempatan indah ini sejak 20 tahun silam, maka itu artinya pahala ibadah anda melebihi pahala ibadah selama 1.666 tahun.
Allahu Akbar! Luar biasa, betapa banyak pahala yang anda peroleh. Akan tetapi, apakah selama ini anda benar-benar telah memanfaatkan malam lailatur Qadar sebaik-baiknya. Coba anda mengingat-ingat kembali memori amalan bulan Ramadhan anda tahun-tahun silam! Semakin anda berusaha mengingat-ingat, maka hanya penyesalanlah yang semakin membayangi hati anda. Bukankah demikian?
Bila demikian adanya, maka sudah saatnya pada ramadhan kali ini anda bangkit dan menyingsingkan lengan baju guna bangkit dari kelalaian yang telah berkepanjangan
Saudaraku! Lailatul Qadar adalah benar-benar malam yang sangat utama, dan peluang emas yang harus anda temukan. Malam itu adalah kesempatan anda untuk menggapai kerahmatan Allah sebanyak-banyaknya.
Saudaraku! Bila anda telah berpuasa di bulan suci ini, maka sudah saatnya bagi anda untuk terus mengais bekal kehidupan di akhirat, dengan memasuki pintu-pintu kehidupan akhirat lainnya.
(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ).
"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas, niscaya seluruh dosa-dosanya yang telah lalu akan diampunkan. Dan barang siapa yang mendirikan shalat di malam Lailatul Qadar, niscaya seluruh dosa-dosanya yang telah lalu akan diampunkan." Muttafaqun 'alaih.
Pintu-pintu akhirat saat ini telah dibuka semuanya, tidak ada satupun yang tertutup di hadapan anda. Gunakanlah kesempatan ini, siapa tahu ini adalah kesempatan terakhir bagi anda untuk mendapatkan kesempatan indah ini.
Sertakan keluarga anda untuk turut merasakan indahnya malam Lailatul Qadar dan turut serta mendapatkan kemurahan Allah padanya.
'Aisyah radhiallahu 'anha, istri Nabi mengisahkan tentang kesungguhan beliau dalam menjalani kehidupan di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan:
(إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ) رواه مسلم
"Bila telah memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, dahulu Nabi mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam harinya (dengan mendirikan sholat dan banyak doa) serta membangunkan keluarganya." Riwayat Muslim.
Begitu besar perhatian beliau tentang malam, itu, sampai-sampai menjadikan 'Aisyah radhiallahu 'anha, merasa perlu untuk bertanya kepada beliau tentang apa yang seyogyanya ia lakukan:
(يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ: (قُولِى: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى) رواه أحمد والترمذي وابن ماجة
"Wahai Rasulullah, andai aku mengetahui bahwa aku mendapatkan malam Lailatul Qadar, apa yang seyogyanya aku ucapkan? Beliau menjawab: "Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
"Ya Allah ! sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Mulia. Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah (limpahkanlah afiat kepada) aku." Riwayat Ahmad, At Tirmizy dan Ibnu Majah.
Inilah adalah salah satu doa yang paling bagus. Betapa tidak, doa ini diajarkan oleh Rasulullah kepada istri beliau tercinta agar diucapkan pada malam yang paling mulia.
Dengan doa ini, anda memohon kepada Allah agar diberikan afiat (terbebas) dari segala hal yang merugikan atau merusak diri anda, baik dalam agama atau dunia.
Bila anda telah mendapatkan afiat pada badan, rizki, dan keluarga dari segala hal yang merugikan, maka anda telah mendapatkan keberuntungan yang tiada banding.
Dan bila anda telah mendapatkan afiat dalam urusan agama, maka anda telah terjauhkan dari siksa neraka dan berhasil menggapai nikmat di surga.
Demikianlah seyogyanya anda menyambut dan beramal pada malam Lailatul Qadar. Anda banyak mendirikan sholat lalu banyak berdoa, memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Selamat berjuang mencari malam Lailatul Qadar, semoga anda berhasil mendapatkannya, dan merasakan betapa besar karunia Allah yang anda peroleh padanya.
Wallahu a'alam bisshawab.
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudarauku! Anda kuasa mengangkat tangan untuk berdoa selama 5 jam tanpa henti? Atau mungkinkah anda kuasa untuk mendirikan sholat semalam suntuk; 8 jam tanpa henti? Berat dan mungkin juga anda langsung berkata waaaah saya tidak kuasa melakukannya.
Bagaimana kalau membaca Al Qur'an selama satu minggu tanpa henti, walau hanya sekedar untuk makan, minum atau buang air kecil? Anda bisa melakukannya?
Anda merasa berat, atau bahkan merasa mustahil untuk melakukannya.
Saudaraku! Itu semua mudah, dan bahkan lebih lama dari itu juga mudah, bukan hanya seminggu bahkan puluhan tahunpun anda bisa. Tidak repot kok, dan bahkan ringan sekali, anda dapat melakukan semua itu tanpa harus berkeringat, atau gemetaran atau juga kesemutan.
Luar biasa bukan? Anda ingin tahu bagaimana cara melakukannya? Inilah caranya:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ {5} القدر 1-5
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan (lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." Al Qadar 1-5
Saudaraku! malam Lailatul Qadar dinyatakan lebih baik dari 1000 bulan. Tahukah anda berapa tahun lamanya 1000 bulan itu? 1000 sama dengan 83 tahun 4 bulan.
Allahu Akbar. Anda beribadah kepada Allah pada malam itu berarti lebih baik dari beribaha selama 83 tahun 4 bulan.
Saudaraku coba anda merenung sejenak, kira-kira anda akan hidup di dunia ini berapa tahun lamanya? 70 tahun? Atau 80 tahun atau 90 tahun ?
Anggap saja anda diberi umur panjang selama 90 tahun. Akan tetapi menurut prediksi anda, kira-kira keadaan fisik anda saat telah berumur 90 tahun seperti apa? Mungkinkah anda masih gagah perkasa seperti sekarang, ataukah fisik anda telah lemah, dan tidak kuasa melakukan banyak hal, kecuali dengan bantuan anak-cucu anda, bukankah demikian?
Jadi, mungkin seumur hiduppun anda tidak mungkin bisa sholat, atau berdoa, atau membaca Al Qur'an terus-menerus selama 83 tahun 4 bulan, tanpa henti.
Inilah yang mendasari Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Beliau berusaha untuk menepati Lailatul Qadar dengan banyak beribadah, sholat malam, membaca Al Qur'an dan banyak-banyak berdoa, memohon kebaikan dunia dan akhirat.
'Aisyah radhiallahu 'anha; istri Nabi mengisahkan:
(كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.) رواه مسلم
"Dahulu, semaca hidupnya, Rasulullah bersungguh-sunguh dalam beribadah pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu-waktu lainnya." Riwayat Muslim.
Pada riwayat lain, beliau berpesan kepada umatnya dengan bersabda:
(تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ) متفق عليه
"Carilah lailatul Qadar pada hari-hari ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." Muttafaqun 'alaih
Coba anda bayangkan! Andai anda telah mengenal dan memanfaatkan kesempatan Lailatul Qadar sejak sepuluh tahun silam. Itu arinya sama saja anda telah beribadah melebihi 10 x 83,3 = 833 tahun. Dan bila anda telah menggunakan kesempatan indah ini sejak 20 tahun silam, maka itu artinya pahala ibadah anda melebihi pahala ibadah selama 1.666 tahun.
Allahu Akbar! Luar biasa, betapa banyak pahala yang anda peroleh. Akan tetapi, apakah selama ini anda benar-benar telah memanfaatkan malam lailatur Qadar sebaik-baiknya. Coba anda mengingat-ingat kembali memori amalan bulan Ramadhan anda tahun-tahun silam! Semakin anda berusaha mengingat-ingat, maka hanya penyesalanlah yang semakin membayangi hati anda. Bukankah demikian?
Bila demikian adanya, maka sudah saatnya pada ramadhan kali ini anda bangkit dan menyingsingkan lengan baju guna bangkit dari kelalaian yang telah berkepanjangan
Saudaraku! Lailatul Qadar adalah benar-benar malam yang sangat utama, dan peluang emas yang harus anda temukan. Malam itu adalah kesempatan anda untuk menggapai kerahmatan Allah sebanyak-banyaknya.
Saudaraku! Bila anda telah berpuasa di bulan suci ini, maka sudah saatnya bagi anda untuk terus mengais bekal kehidupan di akhirat, dengan memasuki pintu-pintu kehidupan akhirat lainnya.
(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ).
"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas, niscaya seluruh dosa-dosanya yang telah lalu akan diampunkan. Dan barang siapa yang mendirikan shalat di malam Lailatul Qadar, niscaya seluruh dosa-dosanya yang telah lalu akan diampunkan." Muttafaqun 'alaih.
Pintu-pintu akhirat saat ini telah dibuka semuanya, tidak ada satupun yang tertutup di hadapan anda. Gunakanlah kesempatan ini, siapa tahu ini adalah kesempatan terakhir bagi anda untuk mendapatkan kesempatan indah ini.
Sertakan keluarga anda untuk turut merasakan indahnya malam Lailatul Qadar dan turut serta mendapatkan kemurahan Allah padanya.
'Aisyah radhiallahu 'anha, istri Nabi mengisahkan tentang kesungguhan beliau dalam menjalani kehidupan di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan:
(إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ) رواه مسلم
"Bila telah memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, dahulu Nabi mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam harinya (dengan mendirikan sholat dan banyak doa) serta membangunkan keluarganya." Riwayat Muslim.
Begitu besar perhatian beliau tentang malam, itu, sampai-sampai menjadikan 'Aisyah radhiallahu 'anha, merasa perlu untuk bertanya kepada beliau tentang apa yang seyogyanya ia lakukan:
(يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ: (قُولِى: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى) رواه أحمد والترمذي وابن ماجة
"Wahai Rasulullah, andai aku mengetahui bahwa aku mendapatkan malam Lailatul Qadar, apa yang seyogyanya aku ucapkan? Beliau menjawab: "Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
"Ya Allah ! sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Mulia. Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah (limpahkanlah afiat kepada) aku." Riwayat Ahmad, At Tirmizy dan Ibnu Majah.
Inilah adalah salah satu doa yang paling bagus. Betapa tidak, doa ini diajarkan oleh Rasulullah kepada istri beliau tercinta agar diucapkan pada malam yang paling mulia.
Dengan doa ini, anda memohon kepada Allah agar diberikan afiat (terbebas) dari segala hal yang merugikan atau merusak diri anda, baik dalam agama atau dunia.
Bila anda telah mendapatkan afiat pada badan, rizki, dan keluarga dari segala hal yang merugikan, maka anda telah mendapatkan keberuntungan yang tiada banding.
Dan bila anda telah mendapatkan afiat dalam urusan agama, maka anda telah terjauhkan dari siksa neraka dan berhasil menggapai nikmat di surga.
Demikianlah seyogyanya anda menyambut dan beramal pada malam Lailatul Qadar. Anda banyak mendirikan sholat lalu banyak berdoa, memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Selamat berjuang mencari malam Lailatul Qadar, semoga anda berhasil mendapatkannya, dan merasakan betapa besar karunia Allah yang anda peroleh padanya.
Wallahu a'alam bisshawab.
Langgan:
Entri (Atom)
